Latest Entries »

High Schoo Affair, Bag.2 Sharif

Namaku Adiet umur 18 belas tahun, ini pengalamanku sebagai murid SMU kelas 2. Aku menyukai salah satu temanku yang sangat tampan dan manis, namanya Arifin, aku sama sekali tidak berani berterus terang bahwa aku menyukainya, dan setelah kejadian gila sebulan yang lalu ketika kami memperkosa salah satu teman kami, dia sahabat terdekatku, George. Aku merasakan sedikit sakit hati melihat Arifin begitu menikmati menjamahi wajah George dengan ciuman dan jilatannya itu. Sampai kini aku masih berharap bahwa aku akan menyampaikan perasaan sukaku padanya.

Pada saat bel pelajaran dimulai, aku melihat Arifin melintas hendak masuk ke kelasnya, dia sejenak melirik ke dalam kelasku dan tersenyum padaku dan George yang duduk di sebelahku. Kami pun membalas senyumannya. Guru pun datang memasuki kelas kami. Selama pelajaran aku tidak bisa berpikir jernih, aku ingin sekali meminta pendapat apa aku harus lakukan sebaiknya, aku berpikir tidak mungkin aku meminta pendapat pada George meskipun dia sahabat terdekatku, karena aku tidak bisa menceritakan alasannya karena ini berhubungan dengan kejadian malam diperkemahan ketika kami telah menjamah dia dengan paksa, itu akan membangkitkan kenangan yang buruk bagi George. Aku berpikir aku akan meminta pendapat pada Rifandi, mungkin dia bisa memberikan anjuran yang baik padaku.

Pada saat bel istirahat berbunyi, aku langsung bergegas berdiri, George menarik tanganku geh kemana Dit? Mo ke kantin? Bareng yuk.h, dengan cepat tanggap aku menjawab geh nggak aku mau ke WC dulu, kamu duluan aja, nanti aku nyusul.h, gOk deh.h George tersenyum lalu dia keluar kelas dahulu dan berjalan menuju kantin, aku pun bergegas menuju kelas Rifandi. Sialnya aku bertemu dengan Arifin yang baru keluar dari kelasnya, dia menyapaku gEh dit! Mo kemana loe? Ke kantin yuk!!h Arifin mengajakku, aku pun kebingungan geh.. aku..akucaku mau ke WC duluch, Arifin terlihat kebingungan gcWC kan arahnya berlawananch Arifin menatapku dengan aneh, aku panik gcehcitucanucaku mau minta obat sakit perut dulu di klinik sekolahch, ganeh loe, mustinya kamu ke WC dulu kalo dah sakit gitu terus ke klinik bawa obat, daripada nahan-nahan sakit gituc ya udah gue tunggu di kantin ya.h Arifin pun berlalu, kemudian aku tiba di kelas Rifandi, ternyata Rifandi sudah tidak ada di kelas, aku bertanya pada teman sekelasnya yang sedang berkumpul di meja sambil bergosip dan tertawa-tawa geh sorry ganggu, liat Rifandi gak?h aku bertanya, salah seorang cewe menjawab gdia dah keluar dari tadi.h, ggue kira dia barengan ma loe, biasanya dia ke kebun belakang sekolah kan bareng-bareng ma loe?h kata salah seorang cewe yang memakai kacamata, aku pun berpikir sepertinya aku tidak pernah ke kebun belakang sekolah bersama dia, itu kan daerah yang sepi gc ya udah, thanks ya!h aku pun segera pergi dan gerombolan cewe itu kembali bergosip.

Setiba di taman belakang sekolah, aku mencari Rifandi, disana sangat sepi sekali karena agak jauh dari tempat-tempat murid berada. Aku tidak melihat sosok Rifandi disana, aku pun diam tak bergeming, aku berpikir untuk kembali lagi, esrek..f tiba-tiba aku mendengar bunyi dari balik semak-semak, aku berpikir, mungkin Rifandi memang ada disini. Pelan-pelan aku mendekati semak-semak, kemudian aku mengintip, ternyata Rifandi memang ada disana dia sedang sendirian duduk bersandar di pohon kecil. Aku sedikit terkejut, ternyata Rifandi sedang melakukan onani! Celana seragam sekolah dan celana dalamnya dia pelorotkan setengah kakinya, dia sedang asyiknya mengocok kontolnya yang sudah menegang sambil mencubit-cubit dadanya sendiri, aku pun terdiam tidak bisa bergeming melihat Rifandi ber-onani. ghah…hahchahch aku bisa mendengar desah nafsu Rifandi dengan jelas karena disana sangat sepi sekali, aku menelan ludahku melihat Rifandi begitu bergairah, dan kemudian aku tersadar begitu aku merasakan kontolku juga sudah mengeras. Perlahan-lahan aku meninggalkan semak belukar itu dan meninggalkan Rifandi yang sedang melakukan fantasy sex-nya itu. Aku meninggalkan taman belakang sekolah dengan perasaan bingung, aku berpikir tidak mungkin aku bisa meminta pendapat pada Rifandi yang suka ber-fantasy sex itu. Bisa-bisa nanti aku disuruh bermain fantasy sex seperti dia juga. Aku pun duduk termenung di depan lapangan sekolah, kemudian tak lama seseorang menepuk bahuku, aku menengok ke belakang. Sosok tubuh yang tinggi berkulit sawo matang dan agak kurus, seorang yang mempunyai mata yang dalam dan sangat tajam, ber-alis tebal, hidung mancung dan berbibir agak tipis dan seksi. Ternyata dia si orang Arab yang tampan itu, Sharif. geh ngapain loe disini sendirian? Ditunggu-tunggu di kantin dari tadi.h Kata Sharif, aku menghela nafas panjang gcah nggakch jawabku singkat. Sharif pun duduk disebelahku gnapa sich? Kayanya loe bingung gitu.h, gmasa sich? Ga ada apa-apa kok.h, gah loe ngibul ya, ngaku aja, gue tau lagi loe lagi bingung. Mikirin masalah apa sich?h Tanya Sharif, aku pun terdiam sejenak gcmasalahnya rumit Rif.. ceritanya panjang lagich, gya udah, ga apa-apa, certain aja, tapi ga sekarang lho, waktu kita mepet nich, tar siang loe ke rumah gue aja ya? Kali aja gue bisa Bantu loe.h Kata Sharif sambil mengusap-usap punggungku memberi semangat, gok deh Rif, tar siang aku ke rumah kamuch akhirnya aku sedikit menghela nafas lega karena masih ada Sharif yang mungkin bisa menolongku.

Siang hari setelah aku pulang ke rumah, aku pergi mandi sebentar dan setelah berganti pakaian aku makan sedikit cemilan yang ada di meja makan, kemudian aku bertemu dengan Viena adik perempuanku, gmo kemana kak?h dia bertanya karena aku sudah memakai baju rapi. gmo ke rumah Sharif, bilangin mama aku mungkin pulang agak maleman, mo maen dulu.h Kataku, gsip, bawa oleh-oleh ya!h seru Viena, gok aku bawain buah kurma dari Arab ya, hehe.h Viena pun cemberut mendengarnya. Setiba di rumah Sharif, Sharif sendiri yang membukakan pintu, dia terlihat cuek sekali, hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana pendek, dia tersenyum lalu mempersilahkan aku masuk, rumah Sharif besar sekali karena keluarga Sharif adalah keluarga yang cukup terpandang dan kaya, dan aroma ciri khas bau rumah Sharif sangat berbeda sekali, itu mungkin karena ibunya Sharif senang membuat wangi-wangian dari buah dan bunga yang dikeringkan, sejenak aku merasakan perasaan yang sangat enak sekali mencium bau yang harum itu, gngobrolnya di kamarku aja yuk, biar gak ke ganggu ama salesman yang suka pada dateng siang-siang begini.h, kami pun masuk kedalam dan menaiki tangga, aku sama sekali tidak melihat ada siapa-siapa dirumahnya dan sangat sunyi sekali, gRif.. kok sepi, pada kemana?h, gpada nginep kerumah nenek, besok baru pulang, gue sich ga ikut, males. Pembantu lagi pada sakit lagi, ach bodo, sehari ini Cuma aku doank kok ga perlu apa-apa yang musti dikerjain pembantu, masak kan gue sendiri bisa.h Kata Sharif menuju ke arah kamarnya, aku hanya diam tidak berkomentar melihat sekeliling yang terlihat sangat sepi, Sharif dan aku masuk ke dalam kamarnya.

Kamar Sharif pun terlihat sangat rapi dan bersih, kemudian Sharif duduk di kursi meja computernya, dan aku pun duduk di atas kasurnya Sharif, sejenak aku melihat sesuatu di atas kasur Sharif, aku melihatnya kembali untuk memastikannya, ternyata aku melihat celana dalam Sharif yang besar sekali tergeletak di atas kasur, kuperhatikan di celana dalamnya terdapat beberapa helai bulu keriting dan panjang menempel begitu saja. gEh! Sorry gue lupa naro sembarangan.h Sharif pun memungut celana dalamnya dan melemparkannya begitu saja kedalam kamar mandi. Dia tersenyum malu-malu, lalu tiba-tiba bel pintu berbunyi gaduh sapa sich?h Sharif berjalan menuju teras kamar dia dan melihat kebawah, Sharif pun berbicara pada orang yang dibawah gWoi mas!! Mau ketemu siapa?…..Hah!?…..oh nggak-nggak, lagi pada ga ada di rumah!… nggak-nggak!.. gue lagi belajar nich, sorry ga bisa diganggu!..h kemudian Sharif kembali dan menutup pintu kaca teras kamar dia dan menguncinya, gsiapa?h tanyaku, gbiasa salesman, kalo pada liat rumah gede pasti mereka pada iseng nyoba-nyoba nawarin barang mereka.h Sharif kembali duduk di kursinya. gOk, certain masalah loe.h, aku menarik nafas panjang dan menceritakan semuanya pada Sharif panjang lebar . Sharif termenung melihat pada diriku gcmenurut gue, mendingan loe bicara terus-terang dech ma Arifin.h, gMauku emang begitu Rif, tapi aku ragu-ragu, aku takut, aku masih ga bisa ngelupain kelakuan Arifin pada George waktu itu, aku jadi agak trauma takut tidak dipedulikan oleh dia.h Dadaku serasa sesak dan rasanya ingin meledak-ledak, rasanya aku ingin sekali menangis. Sharif hanya terdiam saja, kemudian dia mendekati dan duduk disebelahku gudah deh, jangan sedih, kamu musti PeDe dong Dit, bicara aja ama Arifin, gue yakin loe bisa.h, aku sudah tidak bisa menahan lagi, aku menangis di depan Sharif g..tapi aku takut..h, Sharif pun memegang pundakku dan berusaha menenangkan diriku gudah jangan takut, gue yakin Arifin bisa ngerti elo. Udah jangan nangis.h Sharif memeluk diriku sangat erat berusaha menenangkan aku. Lama kemudian kami berdiam tak bicara, dan aku pun sudah bisa menghentikan tangisku, Sharif melepaskan pelukannya, dia memandangku, lalu dengan mata yang masih berair aku pun memandang dia, kami saling berpandangan, aku menatap mata Sharif yang tajam dan dalam itu. Sharif pun menghapus air mataku yang mengalir di pipiku dengan tangannya, kemudian perlahan dia mendekatkan wajahnya dan menciumku, aku merasa nyaman ketika dia menciumku, lama sekali dia menciumku kemudian dia melepas ciumannya dan kembali menatap mataku dalam jarak dekat, karena dia bertubuh tinggi dari aku, dia menatapku kebawah dan aku pun harus sedikit mendongkakkan wajahku untuk menatap dia.

Aku mencium nafas Sharif yang sangat wangi dari mulutnya, ghahchahc..hahc.h nafasnya terdengar sangat berat dan lembut, setiap dia mengembuskan nafasnya aku menghirupnya, rasanya sungguh nyaman sekali, begitu meresapi kepalaku dan dapat menghilangkan rasa sedihku, aku pun terhipnotis oleh nafasnya itu. Dan akhirnya aku mendorongkan wajahku dan mencium dia kembali, bau aroma nafas Sharif bercampur aduk masuk kedalam mulutku dan aku pun semakin tergoda dengan aromanya. Aku dapat merasakan Sharif mengulum lidahku dan air liurnya berkumpul dan tumpah pada mulutku, aku segera mengambil air liur itu dengan lidahku dan menelannya, rasanya sungguh bergairah sekali ketika menelan air liur dia dan hawa nafsuku pun langsung menjulang tinggi, aku mendorong Sharif ke atas kasur dan menindih tubuhnya sambil ciuman kami masih berlangsung, meskipun Sharif gelisah agak sulit bernafas karena aku tidak memberi dia kesempatan untuk menarik nafas g..nnnghc.nnnnghc.h Sharif berusaha memalingkan mukanya sebentar untuk mengambil nafas tapi aku tetap terus menciumi dan mengulum bibir Sharif, dengan paksa Sharif sedikit mendorong tubuhku dan dia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya agak sedikit lega, hembusan nafas Sharif sangat besar dan aku pun tetap mengirup nafasnya itu, Sharif menatapku dari bawah, aku pun menatap dia dengan mulutku yang terbuka, kemudian air liurku pun mengalir dengan deras membasahi wajah Sharif, Sharif sedikit terkejut ketika wajahnya terkena air liurku, dia menutup mata secara reflek. Aku pun semakin tidak bisa mengontrol diriku, aku menjilati wajah Sharif yang tampan itu seperti dulu Arifin menjilati wajah George, aku menjilati semua air liurku yang tertumpah pada wajah Sharif. Sharif hanya diam bernafas dengan berat karena dia merasa geli dan terangsang dengan jilatanku pada wajahnya. Aku menjelajahi wajah Sharif dengan lidahku, aku sedikit mengigit-gigit pipi dan bibir Sharif. Kemudian aku pun menarik baju oblong Sharif dan melepaskannya, Sharif terlihat sangat pasrah, aku pun turun meremas-remas tubuh Sharif dan mencium-cium tubuh Sharif, kujilati putingnya yang terdapat beberapa helai bulu menempel, kuelus-elus dadanya yang mulus itu, begitu kucium dadanya, aku mencium wangi tubuh Sharif yang sungguh enak sekali. Kemudian aku baru menyadari, bahwa sejak tadi pahaku bergesekan dengan kontolnya Sharif yang sudah mengeras.

Aku pun teringat kembali ketika waktu perkemahan dulu, aku melihat kontol Sharif yang sungguh besar dan membuat semua orang bergairah, kini aku dapat menyentuhnya! Aku mulai turun dan mataku tertuju pada celana pendek Sharif, karena Sharif memakai celana karet, dengan mudah dan perlahan aku membukanya, desah nafasku agak tersendat-sendat karena aku agak gugup dan ingin menikmati munculnya kejantanan Sharif dengan perlahan, begitu bulu keriting bermunculan, jantungku semakin berdegub kencang, turun pada bijinya yang tiga kali lebih besar dari bijiku. Sampai akhirnya kini aku dapat melihat kontol Sharif yang 25cm dan sangat besar sekali itu di hadapanku, aku pun terpaku lemas, dan sedikit gemetaran, rasa nafsu dan takut bercampur aduk tak karuan, aku pun menyentuh kontolnya yang hangat itu, dan menghirup baunya yang sama wanginya dengan tubuh Sharif, dengan rasa canggung dan gugup, aku mulai menjilat dan mengulumnya, gaaah..aaaahch kudengar Sharif mendesah lemah, suaranya yang lemah dan agak serak itu membuat telingaku geli, rasanya aku ingin kembali mencium bibirnya tetapi aku tidak ingin lepas dari kontolnya itu. Aku tidak bisa mengulumnya semakin dalam karena kontol Sharif terlalu besar dan panjang, mulutku serasa semakin melebar tidak karuan karena kontolnya terlalu tebal. Sharif menggengam erat seprei kasurnya karena merasa agak geli. Lama-lama dia mulai berkeringat dan aku pun dapat mencium bau keringatnya itu dan terasa sangat jantan sekali.

gaah, aah, aah, AAAH!!h Sharif berteriak kesakitan, aku pun teringat kejadian perkemahan dulu ketika George pun bereaksi sama eSrrt!f kontol Sharif menembakan spermanya kedalam tenggorokanku, tetapi aku tidak tersedak seperti dulu lagi, aku menyimpannya terus sampai Sharif mengeluarkannya beberapa kali, aku mengumpulkan sperma Sharif di dalam mulutku, kemudian aku pun naik ke atas tubuh Sharif kembali dan melihat wajah Sharif yang berkeringat dan terengah-engah, aku pun menyerang bibir Sharif dan menciumnya sampai semua Sperma Sharif, air liurku dan air liur dia bercampur aduk. Sharif merasa agak mual karena dia menelan sperma dia sendiri dan agak tersiksa, kini aku menjadi cowo yang paling jorok sekali jika dibandingkan apa yang dilakukan dengan teman-temanku dan Sharif pada George dulu. gAahcaaaahch Sharif melepaskan diri dari ciumanku dan kulihat mulutnya sudah tidak karuan karena penuh dengan sperma kental miliknya sendiri, kemudian dia menutup mulutnya dan menelan ludahnya, gUhuk! Uhuk!!h ternyata mulut Sharif terlalu penuh dengan spermanya sendiri, oleh karena itu dia tidak bisa meneguk semuanya langsung, dia terbatuk-batuk dan spermanya pun bersemburan dan berceceran di kasur. Dia kembali menelan ludah dan akhirnya dia bisa menelan semua sisa spermanya yang di mulutnya dia itu.

Tapi dia masih tetap terbatuk-batuk, aku pun mendekap dia dan mengelus-ngelus rambutnya sampai dia berhenti dari batuknya. Nafasnya tersengal-sengal, aku pun menikmati desah suara nafasnya itu, terdengar sangat merdu sekali di gendang telingaku. Sharif menggenggam lenganku, kemudian dia menahanku dan kini dia menindih badanku dengan badan dia, meskipun dia agak kurus tapi dia berat sekali sampai aku tidak bisa bergerak, aku melihat wajahnya yang agak memerah, dengan nafas tersengal-sengal keringatnya menetes di wajahku. Dia menciumiku, aku begitu bernafsu ketika Sharif menciumiku, aku pun dapat merasakan celana dalamku sudah basah karena aku mengeluarkan air maniku karena saking menikmatinya. Sharif melepaskan tangan kiriku, kemudian tangan kanannya menyentuh celana ku, dengan sebelah tangan dia membuka kancing dan resleting celanaku, aku merasa sangat gugup dan takut, aku melepaskan ciumanku dan berusaha menahan tangan Sharif untuk tidak melorotkan celanaku, Sharif pun mulai memaksa, dia menepis tanganku dan berusaha melorotkan kembali celanaku, aku kembali menahannya, dengan sangat nafsunya Sharif menggenggam kedua tanganku ke atas kepalaku dan dia menggenggam kedua tanganku yang lebih kecil dari tangan dia dengan hanya sebelah tangan saja, aku tidak berdaya.

Sharif melorotkan celanaku dan celana dalamku, aku panik dan ketakutan karena aku teringat George yang dulu kesakitan dan berdarah karena di sodomi oleh Sharif. gSharif jangan! aku takut!h suaraku bergetar pelan karena ketakutan, gShhhch Sharif menyuruhku untuk diam tetapi aku semakin ketakutan. Sharif mulai menaikan satu kakiku pada pundak dia, perlahan-lahan dia memasukan kontolnya pada pantatku, aku merasakan pantatku seperti di masuki benda aneh yang sangat panas, kulihat wajah Sharif yang dekat denganku dengan ekspresi agak menahan, gcnnncNnnnnnngh!!!..

h Sharif mendorong kontolnya penuh memasuki pantatku, gaaa! AAAAAH!!h aku mengerang kesakitan, rasanya pantatku seperti merobek dengan lebar, gaaah, aaah. Sharif sakitch aku memelas pada Sharif. Sharif hanya diam dan bernafas berat di dekat hidungku , Sharif menarik kontolnya, aku menahan rasa perih ketika Sharif menariknya dengan pelan-pelan, aku merasa agak lega karena Sharif mengampuni aku. Tetapi tiba-tiba cengkraman Sharif semakin kuat, mukanya memerah kemudian dia mendorong kontolnya lagi sekaligus dengan cepat, gAAAAH!! Sharif!! Udah!! SAKIIIT!!!h aku memohon dan menangis karena rasanya sungguh sakit sekali. Tetapi Sharif sungguh bernafsu sekali, nafasnya terdengar lebih berat lagi dan keringatnya menetes-netes di wajahku, dia mulai mendorong mundur maju kontolnya, aku sudah mengeluh kesakitan padanya dan menutup mataku gaaaduh!! Udaaaah!! Sakiiiiiit!! Sharif!! Shariiiiiiif!!!

h Sharif tidak memperdulikan kata-kataku dia terus melampiaskan nafsunya, karena aku terus-terusan mengeluh, lalu dia mengulum bibirku dengan nafsunya sampai aku tidak bisa berteriak lagi. Setiap dorongan, Sharif mendengus sangat keras dan nafasnya memanasi wajahku sampai wajahku berkeringat, aku mulai merasa agak tenang dan menahan sakit karena aku menghirup nafasnya yang wangi itu. Lama-lama aku merasakan kenikmatan di seling rasa sakitnya itu, tetapi tetap saja rasa sakit yang luar biasa itu melebihi dari rasa kenikmatannya itu. Aku tetap mengerang kesakitan, tanpa sadar aku terus memanggil nama Sharif berulang-ulang karena rasa sakitnya itu. Tentu saja Sharif semakin bersemangat karena aku terus memanggil namanya itu. Lama kemudian, gerakan Sharif melambat, aku akhirnya membuka mataku dan melihat ekspresi wajah Sharif.

Sharif terlihat kesakitan gaahcaaaaah!…AAAAAAAAH!!h tiba-tiba aku merasakan kontol Sharif berguncang-guncang dan rasanya semakin membesar, rasa sakit yang dashyat pun mulai kembali gaduh, aduh, aduh!! Aah..AAH!!..h aku kesakitan, tiba-tiba tangan Sharif membungkam mulutku, gNGGGGGGHHHH!! NNNGGGGGHHH!!haku pun menjerit dalam bungkaman tangan Sharif karena kesakitan karena guncangannya semakin dashyat dan terus membengkak, rasanya ada sesuatu yang panas menyembur dalam pantatku dan masuk kedalam sekitar perutku gAAAAAAAAAH!!! AAAAAAAAAAAAH!!! AAAAAAAAAAH!!!h Sharif berteriak lebih keras lagi seiring spermanya muncrat keluar dari kontolnya di dalam pantatku gAAAH! AAAH!! AAAH! AAAAAH!! PERIH!! PERIIIH!!!! AAAAAAAH!! AAAAAAH!!!

h Sharif berteriak keras sekali, wajahnya benar-benar merah seperti terbakar, tangannya gemetaran, keringat bercucuran dimana-mana. Aku melihat air liur dan air mata Sharif mengalir karena menahan sakit. Rasanya aku melemas mendengar teriakan Sharif lebih keras meskipun aku merasakan sakit yang luar biasa sekali. Meskipun Sharif perkasa dan kuat, tapi dia tetap seorang pemuda 18 tahun yang hanya baru sekali melakukan sex sebelumnya hanya dengan George, ini yang kedua kalinya bagi dia dan dia hanya tahu merasakan enaknya tetapi tidak tahan dengan rasa sakit dan perihnya pada saat orgasmenya memuncak. Diseling rasa sakitku, aku menangis melihat wajah Sharif yang begitu tersiksa.

gaaahcaahc.haahchaaah..haaahch teriakan Sharif pun mereda, tetapi nafasnya masih tersengal-sengal, dia membuka matanya, matanya terlihat berair dan jernih sekali, aku pun merasakan sesuatu yang cukup aku risaukan ketika aku melihat matanya, sepertinya aku merasa menyukai Sharif!! tangan Sharif masih gemetaran, dia menghapus air mataku, kemudian dia menarik tubuhku dan menyenderkan pada senderan kasurnya. Perlahan Sharif menarik kontolnya dari pantatku, aku menyaksikan sesuatu yang sangat mengerikan, aku melihat kontol Sharif dan pantatku bersimbah sperma dan darah. Meskpiun aku merasakan agak perih karena lecet-lecet, tetapi aku merasa sedikit agak puas dan lega karena akhirnya selesai juga. Sharif terduduk lemas, jantungku berdegub kencang sekali, sekarang Sharif sungguh terlihat sangat jantan dan tampan sekali dihadapanku, pikiranku terhadap Arifin sudah agak buyar karenanya. Sharif pun mendekati aku gmasih sakit?h, aku menganggukan kepalaku, gmaaf yach Sharif meminta maaf padaku, kini wajahnya terlihat sangat imut sekali ketika dia berekspresi menyesalnya, aku pun memegang wajahnya dan senyum kepadanya gtidak apa-apa.. kau sudah melakukannya.. ini pertama kalinya untukku… aku ingin kamu melakukannya lagi kapan-kapan..h Aku pun menciumnya lalu memeluknya, geh?h Sharif sedikit merasa bingung.

Jam 9 malam aku pun pulang ke rumah, dengan rasa sakit di pantat aku berusaha berjalan pelan-pelan dan agak mengangkang, tiba-tiba Viena melihatku dari belakang gkak? Kenapa jalannya begitu? Aha, pasti kakak bisulan yach? HAHAHA!!h Viena pun berlalu. Sialan, gara-gara Sharif aku jadi susah berjalan, tujuannya mau curhat malah dijadikan tempat pendaratan pesawat birahi diac tapic Sekarang aku lega.. karena aku menjadi menyukai Sharif meskipun tadi aku disakiti olehnyac tetapi bagaimana dengan Arifin? Rasa cintaku masih tertinggal padanya..

Namaku Adiet umur 18 belas tahun, ini pengalamanku sebagai murid SMU kelas 2. Sejak dulu aku menyadari bahwa aku ini seorang gay. Aku mempunyai 4 orang teman cowo yang dekat denganku. Arifin, cowo berkulit bersih berwajah tampan dan manis, aku sangat menyukai dia karena dia sangat tampan. Rifandi, cowo tinggi pemain basket idola para cewe sekolah kami. Sharif, cowo berdarah campuran Arab berwajah tampan dan mempunyai mata yang dalam dan sangat tajam sekali, dia juga sangat tinggi seperti Rifandi. George, sahabat terdekatku, satu-satunya cowo indo belanda yang mempunyai wajah yang sangat imut dan senyumannya manis, putih dan agak kurus seperti Arifin. Dan sedangkan aku sendiri, tergolong cowo sedang saja yang mempunyai prestasi yang cukup lumayan bagus. Kami ber lima saling mengetahui bahwa kami berbeda dari yang lainnya, yaitu kami tertarik dengan sesama jenis, tapi kami tidak pernah mengumbarnya dan bertingkah laku biasa saja, tetapi satu hal yang terpenting adalah, aku sama sekali tidak bisa mengatakan pada Arifin bahwa aku begitu menyukainya, kami semua berteman dekat dan sulit sekali untuk menyatakan bahwa aku suka padanya.

Pada suatu hari, kami habis menjalani ujian dan mendekati hari libur kami, Sharif bersama yang lainnya mendatangi mejaku ketika aku sedang mengobrol dengan George, geh liburan mo pada kemana nih?h Tanya Arifin, gkita bikin acara bareng aja.h Kata Sharif. George tersenyum dan berbicara gaku sih mau kemping di daerah pergunungan, kalian mo ikut?h, gwah kemping asyik juga tuch!h seru Sharif, giya udah kita kemping aja bareng-bareng, kita mulai besok kan berangkatnya?h Tanya Rifandi. gceh Adiet kok diem aja dari tadi, napa loe?h aku sedikit terhenyak ketika ditanya oleh Sharif, gah, ga napa-napa kok.h Kataku. gkamu ikut ngga?h Tanya George padaku, gikut kokh. Pada masa itu, kami tidak akan pernah menyangka bahwa perkemahan itu akan telah terjadi sesuatu yang tidak pernah kusangka akan terjadi pada hidup kami.

Setiba di daerah pergunungan, kami mengarungi hutan yang cukup sepi dan cukup asri. Kami pun sampai di dekat sungai, disanalah kami mendirikan tenda kami untuk berkemah, Arifin dan Sharif sedang mendirikan tenda untuk tempat tinggal kami, Rifandi sedang mengorek-ngorek tasnya mencari sesuatu untuk dimakan karena dia sangat kelaparan setelah perjalanan jauh, sedangkan George dan aku mengumpulkan kayu-kayu untuk membuat api unggun untuk nanti malam. Dan tak terasa malam pun tiba dan kami berkumpul untuk menyantap makan malam kami sambil mengobrol. gEh tau gak, 3 hari kemaren gue waktu ke WC mo kencing ketemu ama Pak Teddy.h Kata Sharif. Aku pun membayangkan wajah guru olah raga yang lumayan ganteng itu, gmasa?

Lagi ngapain dia?h Tanya Arifin, gdia lagi kencing, gue sapa aja dia, terus gue kencing aja di sebelah dia, kesempatan tu gue ngintip kontol dia punya.h Kata Sharif nyengir, gwah gila loe! Nekad juga! Ketauan ga?h kata Arifin sambil senyum-senyum, Rifandi yang dekat Sharif pun mendekati Sharif karena tertarik,gngga dong, gue kalo lirik-lirik ke sebelah ga bakalan ada yang nyadar.h, geh kontolnya gede gak?h Tanya Rifandi sambil menelan ludahnya terlihat dari jakunnya yang bergerak, ggede juga tuh, dia kencing sambil celananya dibuka lebar sih, ampe bulu-bulu ama bijinya aja keliatan, gue liatnya aja udah horny, gue lagi kencing kontol gue ngaceng ampe air kencingnya naek ke atas.h, semua pun tertawa mendengar cerita Sharif, gbego lu Rif, bisa-bisa lu ketauan lagi ama Pak teddy.h Seru George sambil menahan tawanya, gga lah, gue sengaja masukin lebih dalem lagi kontol gue ke tempat kencing biar ga keliatan gue lagi ngaceng ngecengin kontolnya dia, sehabis dia beres kencing dia pergi duluan sambil nyapa gue, gile deh, taunya baju gue dah basah kena kencing gue gara-gara kontol gue ngaceng.h. Kami semua meledakan tawa karena tidak tahan mendengar cerita Sharif.

gDasar arab gila lu, pantesan lu balik ke kelas udah pake jaket lagi!h kata Rifandi yang sekelas dengan Sharif. gEh ngomong-ngomong, lu kan arab Rif.h Kata Arifin, gmang napa?h Tanya Sharif. gkontol loe gede gak? Katanya kontol orang arab gede-gede.h Tanya Arifin sambil tersenyum penuh arti, gIya dong, kontol gue super gede lah, ga kalah gedenya ama punya si Pak Teddy.h Kata Sharif dengan bangga. gMasa sih?

Gue ga percaya, kayanya itu cuma gossip doang.h Kata Arifin memancing, gyah gak percaya, mo gue buktiin?h, giya dong, perlu bukti!h seru Arifin, gnihch Sharif membuka resleting jaketnya dan menarik celana trainingnya itu, ternyata Sharif tidak memakai celana dalam, Rifandi dan Arifin menelan ludahnya ketika sesuatu muncul dari balik trainingnya Sharif, kontol Sharif terlihat sangat besar sekali dan panjang sekitar 21 cm dan bulu-bulunya yang keriting sangat lebat menyambung ke arah pusarnya, kedua biji kontolnya pun sangat besar hampir sebesar kepalan tanganku, aku merasakan libidoku menaik dan kontolku mulai mengeras melihat kontol Sharif yang besar itu. ggila, gede banget!h kata Arifin, Rifandi sudah mulai berkeringat ditambah panasnya dari api ungun, dia sudah menelan ludah beberapa kali. gnah sekarang percaya kan? Blom kalian liat kontol gue kalo lagi ngacengnya.h kata Sharif bangga, aku merasa tidak percaya kalau aku bisa menyaksikan Sharif arab yang tampan itu akhirnya memperlihatkan kejantanannya.

gAh ini bohongan ya?h dengan cueknya Arifin menarik kontol Sharif, Sharif kaget karena kontolnya ditarik Arifin dan sejenak terlihat kontol Sharif bergerak bereaksi karena dipegang Arifin gEH!! Kurang ajar loe!h Sharif menepis tangan Arifin, Arifin tertawa kemudian Sharif pun menyerang Arifin, dia melorotkan celana training Arifin yang ternyata Arifin juga tidak memakai celana dalam, dibalik celananya itu, ternyata kontol Arifin sudah berdiri tegak dengan hanya sedikit bulu di sekitar bijinya dibandingkan dengan milik Sharif. Aku sedikit deg-degan melihat Arifin yang tampan dan aku sukai itu dengan celana melorotnya memperlihatkan kontolnya sudah mengeras, Arifin terlihat malu karena kontolnya berdiri cepat-cepat dia menutupnya dengan tangannya, gHaha!! Loe pasti ngaceng liat kontol gue!! Ayo ngaku aja loe!h Sharif tertawa puas. gAh diem loe! Sapa mo gak ngaceng lagi liat kontol orang lain!h kata Arifin menahan rasa malunya, gliat aja tuh si Rifandi! Dia aja ngaceng ampe celananya aja udah keliatan basah gitu!h Arifin nunjuk celana training Rifandi yang kelihatan agak basah, Rifandi pun kaget dan baru menyadarinya, gHah!?

Gila lu fan! Ampe basah gitu!! Coba liat!!h Sharif narik-narik celana Rifandi, gHEH! JANGAN GILA LOE!!h Rifandi narik kembali celananya karena malu, kemudian Arifin berdiri melupakan celananya yang masih melorot itu dan menahan tangan Rifandi dari belakang, gAyo Rif! Tarik aja! Hahaha!h Arifin tertawa sambil menahan Rifandi, kemudian Sharif melorotkan celana training dan celana dalam Rifandi, dari balik celana dalamnya, kontol Rifandi sudah terlihat sangat basah dan bergerak-gerak sedikit mengeluarkan cairan dari lubang kontolnya, Rifandi sangat malu sekali gAih, loe lebih horny dari gue Fan!h seru Arifin. aku merasa kejadian hari ini terlihat seperti mimpi, ketiga temanku yang tadinya terlihat biasa saja sekarang seperti orang yang saling mempermalukan dirinya dengan cueknya kontol mereka terlihat sangat jelas sekali karena ini pertama kalinya kejantanan mereka terlihat sangat jelas. Sharif memakai celana Trainingnya kembali, gkalo loe gimana Dit?h aku kaget karena Sharif bertanya padaku geh apa?h, gloe ngaceng juga kan liat kontol gue?h, aku terdiam sesaat karena malu, tapi dengan lancangnya Arifin menarik celanaku gAh malu-malu amat sih loe!h aku kaget karena kontolku kini terpampang dengan jelas sedang berdiri dihadapan mereka

gHEI!!h aku malu sekali cepat-cepat aku menutup kontolku dengan menarik bajuku. Arifin tertawa, jantungku berdetak kencang melihat Arifin tertawa karena dia terlihat sangat manis sekali kalau tertawa dan aku tidak bisa bertahan melihat kontolnya yang berjarak sangat dekat dariku. George yang dari tadi hanya senyum dan tertawa kini tersenyum menahan tawa melihat aku. gNah loe sendiri gimana?h Sharif kemudian bertanya pada George, George agak terkejut gGue..ya gue horny-horny aja sich liat loech kata George singkat, gpelorotin dong celana loe.h Kata Sharif sambil tersenyum karena tertarik dengan cowo indo yang cakep ini. giya dong, loe kan turunan bule, bule punya pasti gede-gede kaya punya si Sharif!h seru Arifin bersemangat, gNggak!h George menolak, gayo jangan malu-malu.h Sharif mendekati George, George mundur sedikit-sedikit, ketika George tersudut, dia hendak melarikan diri, tapi dengan cepat Arifin dan Rifandi narik tangan George, gLepasin gue!!h George berontak, dan dia pun terjatuh, Arifin dan Rifandi menahan tangan George, gDit! Bantuin gue! Tahan kakinya!h tanpa sadar pun aku menuruti perintah Sharif dan menahan kaki George, karena libidoku sudah mulai naik.

George berusaha berontak, tapi kami menahannya, Sharif pun tersenyum, kemudian dia menarik celana training George, aku menelan ludahku melihat kontol George yang tidak beda jauh besarnya dari milik Sharif, memang milik George lebih kecil tetapi ukurannya lebih panjang dari milik Sharif, kontol George hampir 30 cm!! Sharif terpaku melihatnya, dia menelan ludahnya dan terlihat sangat bergairah sekali, Sharif mengelus-ngelus kontol George yang sangat putih bersih itu, dan mengelus bulunya yang tidak begitu lebat, kemudian Sharif meremas-remas biji kontol George, gjangan…h george merasa sedikit terangsang, tetapi dia masih berusaha menahan dan berusaha melepaskan diri. Sharif masih meremas-remas karena dia merasa sangat gemas dengan bijinya George, kemudian dia menarik kontol George, aku yang jaraknya sangat dekat dengan Sharif dapat mendengar dengan jelas deru nafas Sharif yang memberat, aku melihat air liur Sharif pun sudah semakin banyak dan sedikit menetes dari bibirnya, Sharif pun menelan ludahnya dan tidak disangka-sangka, Sharif menjilati kontol George dan mengigit-gigit biji milik George, George sedikit mengerang karena terangsang. Sekilas aku merasa jijik sekali melihat perbuatan Sharif. Nafsu George pun tidak tertahankan, kontolnya mengeras dan berdiri tegak di depan mataku, wajah Sharif sudah mulai berkeringat, dia memegang dan mulai mengulumnya, gaahc.aaahch George merasa mulai lemas, aku melihat Arifin yang masih memegang tangan George, wajah Arifin pun sudah mulai berkeringat, wajahnya terlihat jelas wajah dengan birahi yang tinggi, dia hanya meremas-remas tangan George, kemudian Arifin menatap wajah George. George terlihat mengerutkan dahinya dan dia mendesah-desah karena perlakuan Sharif dan air liur George mulai mengucur dari mulutnya. keringat Arifin mulai menetes-netes, kemudian dia mendekatkan wajahnya pada George, tanpa aku sangka, Arifin menjilat air liur George dari pipi George naik pada bibir George, dan Arifin pun mulai mengulum bibir George, aku sedikit merasa sakit hati melihat Arifin yang kusukai sedang menjamah sahabatku George.

Aku melihat lidah Arifin yang menari-nari di atas bibir George dan dia mengulum bibir George yang sedang mendesah itu. Aku berusaha memalingkan wajahku, aku melihat Rifandi, sekilas aku melihat dia hanya memegang erat tangan George dan mendesah-desah melihat Sharif yang sedang mengulum kontol George, ternyata tangan Rifandi yang satunya lagi dia masukan kedalam celananya, dia sedang melakukan onani. Aku sudah berpikir semua temanku menjadi gila, mereka sudah memperkosa George, tapi aku sendiri tidak bisa menahan hawa nafsuku, aku berusaha untuk tidak melihat Arifin dan George saling berciuman, aku kembali memperhatikan Sharif yang air liurnya suda membasahi kontol George. Kemudian Sharif melihat kepadaku, aku terpaku dan merasa gelisah, kemudian dia menarik tanganku dan menyuruh aku memegang kontol George, aku kebingungan apa yang harus kulakukan, baru kali ini aku memegang kontol orang lain, kontol George terasa agak panas dan sangat basah, Sharif menarik lagi celana George sampai lepas, lalu dia melepaskan celana trainingnya sendiri. Rifandi, Arifin dan aku terpaku melihat kontol Sharif yang tiga kali lipat membesar dari ukuran aslinya. Sharif terlihat sangat bernafsu sekali, dia menaikan kedua kaki George pada pundaknya dan akan memasukan kontolnya yang besar itu ke dalam pantat George. gAaa! Aaaaaah!!h George kesakitan, aku merasa kasihan melihatnya, Sharif meringis terlihat kesakitan juga karena dia memaksakan memasukan kontolnya tanpa memberi krim terdahulu pada pantat George. Sharif mendorongnya pelan-pelan, keringatnya bercucuran dan dia sangat bersusah payah. Rifandi bernafas semakin memberat melihat Sharif, dia semakin bersemangat melakukan onaninya.

George mulai menangis karena kesakitan, tangannya meremas baju Arifin yang berada di dekatnya g..sudahcsakitc.sharifc sakitch George memelas karena kesakitan, Arifin menciumi wajah George dan berbisik padanya gshhhctahan aja yach Arifin membelai rambut George dan kembali menciumi bibir George. Kini Sharif sudah membiasakan diri, meskipun terasa perih, dia terus-terusan mendorong keluar masuk kontolnya kedalam pantat George. Aku tidak bisa berbuat banyak melihat George di lakukan seperti itu, aku tidak bisa melawan hawa nafsuku, aku mulai memejamkan mataku dan mulai mengulum kontol George. Rasanya sangat aneh, tetapi aku sangat menikmatinya, bau keringat dan kejantanan George tercium dengan jelas di hidungku. Pikiranku sudah mulai kacau, aku semakin bersemangat mendengar desahan dan erangan Sharif yang sedang melampiaskan nafsunya, celana dalamku mulai terasa basah. Malam terasa sangat panjang, kami berempat telah menjamah George cowo indo yang malang itu. gaaacaaaah..h George kembali mengerang, aku melihat padanya, wajahnya terlihat seperti kesakitan gaaah.. aaahc Aaaah!!

h George semakin kesakitan, lalu tiba-tiba kontol George menyemburkan sesuatu yang sangat panas dan menembak kerongkonganku gUHUK!! UHUK!!h aku terbatuk-batuk, sebagian sperma George tertelan olehku dan sebagian mengalir keluar dari mulutku bersama air liurku, eSrrt!f kontol George kembali menembakan spermanya beberapa kali dan kali ini terkena wajahku, aku terkejut dan masih terbatuk-batuk karena agak sulit bernafas. gAaah!! Aaah! AAAaaah!!..h kini Sharif yang mengerang kesakitan, dia berhenti mendorong dan dia meremas keras pundakku gNggghhh.. Ngggggggh!!h Sharif gemetaran menahan sakit sampai air mata dan air liurnya keluar g..aahcsakitcsakit..

h Sharif mengeluh karena ini pertama kalinya dia melakukan sex, dan sepertinya Sharif telah menyemburkan spermanya di dalam pantat George, gngggghc aah, hah..hah..hah..h akhirnya Sharif berhenti meremas pundakku dan terlihat sangat kecapaian, aku juga merasa sedikit kasihan kepada Sharif yang memaksakan diri sampai kesakitan begitu, malam ini adalah malam pengalaman gila kami yang pertama. Perlahan-lahan Sharif menarik kontolnya dari pantat George, kulihat kontol Sharif sudah melemas, di sekitar kontol Sharif terlihat banyak sekali lendir sperma Sharif dan beberapa bercak-bercak darah dari pantat George karena lubang pantat George luka lecet-lecet akibat paksaan Sharif. Sharif agak kaget karena ini pengalaman pertama dia dan tidak akan mengira jika George akan terluka seperti itu. Kami melihat wajah George yang putih itu memerah, dia terlihat menitikan air matanya, kami merasa bersalah padanya, Arifin yang dekat dengan dia mengelus-ngelus rambut George gmaafkan kamich Arifin membisik padanya, kami ber empat pun memeluk George dan meminta maaf pada George. Aku pun menangis menyesali perbuatanku, dan dalam hatiku pun menangis karena aku sakit hati dan cemburu melihat Arifin terlihat seperti seorang kekasih bagi George. Aku berharap suatu hari nanti aku dapat menyatakan jika aku suka padanya dan berharap aku menjadi miliknya.

(Cerita ini hanya fiktif dan bila ada kecocokan dalam kehidupan sebenarnya hanya merupakan suatu ketidak-sengajaan !)

Halo nama gue Tom, tinggi gue 180 body gue boleh dibilang cukup padat dengan berat +/-75kg . Cerita akan mulai waktu gue masih di SMA tempat gue pertama kali menemukan cinta .

Sejak SMA gue udah tau kalo gue itu gay, dan waktu itu gue lagi jatuh cinta berat sama teman karib gue si Arman . Tinggi dan bodynya hampir sama dengan gue, itulah yang membuat gue penasaran untuk melihat kontolnya nanti, gue penasaran . Kesempatan akhirnya datang juga, hari itu ada kegiatan sekolah sampai sore dan kita berdua pulangnya telat sampai sekolahan sudah sepi . Kita lagi duduk disuatu kelas kosong yang letaknya terpencil .

“Sekarang ngapain ya … kita udah kesorean, pulang males dan besok libur ?” si Arman nanya .

“Ngewe gih sama cewe, loe bukannya udah biasa ?!” gue jawab sambil becanda .

“Ngewe, tapi ngak sama cewe !” Arman ngejawab balik tapi ekspresinya terlihat serius yang gimana yang bikin orang bertanya-tanya .

Arman bangkit dari tempat duduk dan berdiri di depan gue, dengan tonjolan organnya didepan muka gue .

“Gue … cinta loe, Tom .” sambil terbata2x

Gue sempet terdiam sebentar tapi sadar inilah yang gue inginkan

“Gue tau itu Man, gue sebenernya juga sayang sama loe .”

Ngak tau musti jawab apa lagi .

Ternyata selama ini kita memang saling menyukai dan inilah yang membuat kita berteman selama ini.

Arman membukakan zipper celananya dan memperlihatkan kontolnya setengah tegang dibalik cd putihnya . Bau khas cowo mulai tercium, membuat gue ngak sabar untuk melihat isinya .Celana panjangnya dijatuhkan kelantai sekarang dia hanya memakai kemeja putih dan cd, pantatnya yang gembul membulat tercetak oleh cd-nya . Sebelum kontolnya gue pengen menikmati pentilnya, kemejanya gue buka kancing demi kancing . Arman hanya memandang diam melihat kemejanya ditanggalkan dia menurut saja . Otot dadanya yang kekar membulat dihiasi pentilnya yang besar nan tegang sekali berwarna coklat tua . Pentilnya gue kocok, hingga makin keras . Jari telunjuk kumasukkan ke mulutnya untuk membuatnya basah dan licin, dia sempat memainkan jari gue dengan lidahnya . Lalu pentilnya yang tegang dan keras itu gue usap2x dengan ujung jari telunjuk gue yang basah itu dan menekan2x ujung pentilnya . Arman melenguh kegelian nikmat matanya – terpejam2x .

Arman terlihat mulai ngak sabar … “Coliin gue Tom, gue udah ngak tahan !” . Arman menurunkan cd-nya dan kaki2x kekar yang berbulu lebat itu membantu melepaskannya . Kontol Arman mencuat keluar, kontol gemuk berurat banyak dengan panjang 15 senti sudah disunat, kantong pelernya sudah mengetat tersedot masuk ke dalam . Jembutnya lebat sekali hingga merayap bertemu dengan bulu2x halus di selangkangannya dan bulu2x halus di pusarnya . Kontol inilah yang gue tunggu2x selama ini,mulut sudah berair ingin mencicipi kontol pujaan . Pentilnya tetap gue mainin dan lubang pipisnya yang sudah penuh dengan cairan2x kenikmatan gue mainin dengan lidah gue . Rasa asin dan bau samar2x kencing tercium . Lubang pipisnya membelah dalam sangat nikmat dijilati . Terdengar nafas Arman makin menggila, dadanya naek turun tak berirama sedang perutnya kencang menahan deraan kenikmatan .

Akhirnya …

“Achhhh … eeeegh … sssssssshh … Ah … A …”

Crot-crot, krim panas menyembur keluar dari lubang pipisnya mengenai wajah dan bibir gue . Jari masih memainkan pentilnya yang mulai melembek hingga akhirnya terhenti karena Arman menunduk, wajahnya menghampiri wajah gue yang penuh peju kental .

Dengan nafas panas terengah2x lidahnya menjilati seluruh pejunya sendiri di wajah gue hingga bersih, lalu dia mencium bibir gue membagi pejunya dengan gue . Lidah kita saling bertemu dan bertukar peju sambil menggelitiki langit2x mulut .

Hasrat bejat kita selama ini akhirnya keluar, saling memberikan kenikmatan dan saling menikmati tubuh pria idaman kami .

“Tom, loe cinta gue yang pertama .” Sambil terengah2x Arman memeluk gue . Dan gue membalasnya dengan ciuman .

Arman adalah ciuman dan peju pertama gue yang tidak akan gue lupakan, pria idaman gue paling pertama .

Setelah berpakaian lengkap dan nafas kembali normal, dia mengajakku ke rumahnya yang lagi sepi karena ortunya sedang pergi selama sehari ke luar kota . Baiklah permintaannya gue turuti setelah gue ijin dengan orang rumah kita berangkat kerumahnya dengan mobilnya . Di mobil gue mulai ngak sabar lagi merasakan kontol gue diisep dan gue pengen merasakan kontol Arman memasuki bool perawan gue, selama perjalanan 20 menit kita saling berpandangan tanpa kata2x . Rumahnya terbilang besar di daerah Jakarta Timur, pagernya tinggi tertutup rimbunan tumbuhan pagar . Mobilnya di masukkannya setelah pintu pager tertutup rapat, Arman langsung melepas seluruh pakaiannya .

“Gila loe Man, ntar ada orang ngeliat !”

“Percaya gue Tom, ngak mungkin ada orang bisa ngeliat kita bedua, pager gue paling tinggi rumah sebelah2x ngak ada yang tingkat !”

Gue menjadi yakin dan langsung mengikuti Arman, melepas semua pakean gue luar-dalam, kita mulai berciuman kontol gue yang udah sangat sensitif menegang cepat setelah bersentuhan dengan organ kejantanan Arman yang masih lemas . Sambil menciumku tangannya mengelus2x pinggul gue memberikan rasa kegelian yang nikmat terus menuju ke bawah menghampiri pantat gue yang berisi meremas2xnya dan menggerayangi bool gue, mengusap2x lubang tubuh gue dengan kedua jarinya nikmat sekali rasanya gesekan antara bulu2x bool dan jarinya membuat otot bool gue kontraksi .

“Man isepin kontol gue, gue pengen loe nikmati peju gue !”

Arman berlutut tangannya masih dibelakang merangsang bool gue dan kontol dimasukkannya ke mulutnya sepanjang 13 senti, bisa gue rasakan bibirnya mengenai jembut gue menyentuh bagian kulit diantara kontol dan kantong peler . Secara bergantian dia mengisap kontol gue keluar masuk lalu ganti mengulum biji peler gue, ditarik2xnya dan dikunyah lembut . Tangan gue juga gue kerahkan untuk memainkan pentil gue yang mulai tegang ngaceng . Rasa nikmat membanjiri tubuh gue mulai dari bool gue, pentil gue dan kontol gue . Dengan sensualnya gue menjilati bibir gue sendiri . Tubuh serasa lunglai tidak tahan menahan terpaan gairah sex Arman, sehingga gue harus bersandar di mobil . Pinggul gue dorong maju-mundur memasukkan kontol gue lebih dalam lagi ke mulut Arman sehingga terasa tenggorokkannya, sudah berkali2x Arman manahan rasa ingin muntah .

Angin sore yang sejuk dimusim panas menerpa tubuh kita menyejukkan gairah tubuh . Tanpa terasa kontol gue sudah tidak dapat lagi menahan semua cairan kenikmatan . Nafas udah mulai berantakan dan otot perut mengejang tidak kuat menahan .

Crot-crot, air mani kental yang panas masuk kekerongkongan Arman dan sebagian lagi keluar mengalir lewat pinggir bibirnya yang seksi menuju dagunya . Arman berdiri wajahnya menghampiri wajah gue yang masih mengejar nafas, dengan bernafsu dia mencium gue dalam sekali sambil mengeluarkan sisa peju gue ke mulut gue sendiri, lidahnya mengaduk2x ludah dan peju . Gue langsung duduk kecapaian di pinggir mobilnya, tapi sepertinya Arman masih mempunyai banyak tenaga .

“Kita mandi disini saja .” Arman dengan sigapnya mengambil selang kebun dan kedalam mengambil sabun . Mandi diudara terbuka diterangi cahaya lampu taman diantara rerimbunan tumbuhan bersama cowo gue .

Dia mulai mengguyur tubuhnya dengan air dari selang tadi dan menyabuni dirinya . Erotis sekali bagaimana caranya dia menyabuni tubuhnya, Arman mencoba merangsang dan membangkitkan gue . Air selang tadi disemprotkan ke tubuhku, air dingin benar2x membangunkan gue . Tanpa sadar gue ngomong kalo gue ingin bool gue dientotin . Gue tengkurap, pantat gue tinggikan dan kaki gue lebarkan . Arman dapat melihat kantong peler gue menggantung dan kepala kontol gue yang sudah di sunat lemas berjuntai diantara bola peler .

Arman menyabuni kontolnya hingga berbuih banyak . Jarinya yang licin karena sabun dimasukkan ke dalam bool gue dengan lembut . Tambah dalam terasa nikmat, lalu dua jari, bool gue yang masih sempit terasa sakit pertama kali kedua jarinya masuk secara tiba2x . Setelah dia yakin licin jarinya ditariknya keluar dan dia menyabuni daerah bool gue . Sebentar kemudian kepala kontol Arman yang gemuk mulai masuk ke dalam bool disertai rintihan dari kita berdua, untuk beberapa lama dia hanya mengeluar-masukkan kepala kontolnya . Setelah beberapa lama dia mulai mendorong lebih dalam tiap tusukkannya membiarkan otot2x gue rileks dan menerima dengan sendirinya . 15 senti kontol Arman sudah masuk ke dalam bool gue, jembutnya terasa dipantat dan kantong pelernya menepak2x . Bunyi nafas Arman yang berat dan bunyi spak-spak dari tamparan kantong peler Arman dengan pantat gue merangsang kontol gue untuk bangun lagi . Gesekkan antara kulit kontol dan usus sangat nikmat, sesekali kepala kontolnya dapat menyentuh dinding usus gue yang dalam .

Mengantar Arman diambang klimaksnya, pantat gue dorong maju-mundur membantu penetrasi kontol Arman dan otot2x bool sesekali gue kencangkan menjepit kontol Arman yang mulai berdenyut keras, getarannya terasa sekali . Akhirnya Arman menarik nafas panjang dan dia ngecret, tapi pantat tetap gue gerakkan dan otot2x bool makin gue kencangkan, terasa ada cairan panas merayapi dinding usus . Seraya kontol Arman melemas dan lepas dengan sendirinya krim hangat itu keluar mengalir membasahi kantong peler dan kaki gue . Arman membersihkan semua pejunya dari kaki sampai bool gue sampai tidak tersisa . Gerakan lidah Arman memberikan rangsangan yang membuat kontol gue ikut memuncratkan krim kenikmatan ke tanah, Batang kontonl gue yang tidak dipegang memuncratkan peju secara liarnya .

Setelah kami berdua mandi dalam keadaan lemas dan puas, kami berdua masuk ke dalam rumah mencari handuk untuk mengeringkan tubuh dan makan malam . Setelah semua beres kami tertidur di atas karpet ruang keluarga berdempetan dan kontol kami saling menempel berbagi kehangatan .

Pagi2x gue terbangun, tenggorokan rasanya kering ingin minum, tapi bukan sembarangan air yang gue inginkan . Sementara ini Arman masih tertidur bertumpu pada sisi samping badannya, kontolnya yang setengah tegang (masih bermimpi kejadian kemarin kali ya) tergeletak lunglai diantara kakinya pelernya menggantung bebas . Ingin sekali rasanya meminum peju cowo idaman gue di pagi hari . katkan wajah gue ke alat kejantanan Arman, tercium bau keringat, sisa2x peju kemaren dan pipis . Kontol kecil itu gue masukkan dan gue kulum, soft dan kenyal namun lama2x mulai memanjang diameternya tumbuh . Kontol kecil tadi akhirnya bangun dan semuanya ada di dalam mulut gue . Arman masih tertidur namun expresi wajahnya memperlihatkan dia sedang menikmati semua ini . Kontol Arman gue kenyot tarik dan kunyah melampiaskan kegemasan gue pada kontol indah cowo pujaan gue . Cairan precum sudah keluar rasanya asin sekali diwaktu pagi dengan sedikit rasa urin . Denyutan2x makin cepat kontol itu seperti bergerak2x sendiri di dalam mulut gue . Akhirnya air yang ingin gue minum keluar juga, kali ini keluar kental sekali terasa kuat sekali aromanya, semua yang dikeluarkan kontol Arman dapat diatasi dengan mudah . Setelah puas gue duduk bertumpu tangan dibelakang badan gue, muka mengadah keatas mencoba menikmati peju Arman di pagi hari, kontol Armanpun kembali normal seraya dia bangun .

“Oh jadi loe yang nyedot kontol gue, pantesan mimpi gue enak banget ! Gimana say suka peju gue ?”

Arman bertanya dengan suara orang bangun tidur dengan expresi santai dan puas .

“Loe pria idaman pertama gue Arman, selalu !”

Gue jawab balik .

Arman mengelus rambut gue dengan lembut lalu mengajak gue ke tingkat atas menuju balkon . Balkonnya luas dan terlindung, kita dapat mengamati semuanya namun tanpa ada yang sadar kalau sedang diamati .

Udara pagi membuat gue pengen kencing, cepat2x gue pamit ke WC tapi Arman melarangnya . Arman rebahan dilantai balkon yang dingin dan meminta gue untuk memandikan dia dengan kencing gue yang hangat . Gue berdiri di atas Arman lalu mengencingi seluruh badannya depan belakang .

Arman terlihat bahagia sekali, lantai yang dingin menjadi hangat oleh kencing, aromanya membuat orang laen jijik tapi tidak untuk Arman dia tidak memperdulikan baunya tapi dia membayangkan betapa seksinya adegan ini . Setelah selesai Arman berdiri dan beralih kebalakang gue, kontol lemasnya di tempelkan di pantat gue . Ternyata dia sedang mengencingi pantat gue, air kencing hangat mengaliri pantat dan kaki gue, pelan2x Arman berputar mengelilingi gue mengencingi seluruh bagian pinggang kebawah diri gue, terutama alat kelamin gue .

Arman rebahan lagi di lantai yang telah terbanjiri kencing kami seraya mengajak gue untuk ikut rebahan menindih badannya .

“Tom fuck me Tom please …” Dengan nada memelas Arman minta gue ngentottin pantatnya yang basah.

Kontol gue langsung ngaceng berdiri, air kencing tadi dan sex yang kemaren membuat bool Arman lebih mudah ditusuk . Gue menciduk sedikit air kencing dengan tangan lalu gue tuangkan di bool Arman dan sebagian di kontol gue, membuat perasaan seksi yang besar membuat nafsu sex meledak2x . Bool Arman terasa licin kali ini apa karena bekas peju kemaren tapi tusukkan gue menjadi lebih nikmat dan lancar kantong peler gue yang tegang tergencet diantara gue dan pantat Arman memberikan kenikmatan sendiri . Kami berdua melenguh dan berdesis kenikmatan . Gue ingin membagi peju gue dengan Arman sewaktu gue mencapai klimaks kontol gue tarik keluar dan ngecret di dekat bodong Arman agar bisa di jilat semuanya . Sewaktu bodongnya sedang dibersihkan dari peju gue, Arman menggelinjang kegelian tertawa2x kecil . Setelah itu mulut gue melumuri seluruh dada dan leher Arman dengan peju dan ludah gue, dari kuping ke pipi baru ke mulutnya, dengan tidak sabaran Arman menyambar mulut gue menghisap semua peju yang tersisa dengan sedikit aroma pipis . Kita sudah kelar dengan sarapan sex dan sekarang waktunya membereskan balkon Arman karena sebentar lagi ortunya akan balik .

Setelah balkon bersih kembali kami menuju kamar mandi dalam di kamar tidur Arman . Kami saling menyabuni membersihkan seluruh organ2x favorit kami, termasuk sampai ke dalam bool kami bersihkan dengan jari2x kami yang penuh sabun .Setelah selesai kita berpakaian dan gue harus pulang karena ortu Arman sudah hampir sampai di rumah . Sayang sekali kami harus buru2x mandinya dengan terpaksa kami harus menyimpan hasrat sex kami .

Setelah hari itu gue dan Arman makin akrab di sekolah, mesra dan liar di ranjang . Kami sering nonton BF bersama dan kemudia mempraktekkannya, tiap malam minggu check-in Hotel mewah di sekitar Menteng (uang bukan masalah buat Arman) . Kami selalu bersama tapi Arman harus segera pergi keluar negri untuk sekolah mengikuti kemauan ortunya . Kesendirian gue adalah kesempatan mencari petualangan baru .

(bersambung pada petualangan berikutnya)

Komen / kritik ??? atau pujian ???!

bee_ge@hotmail.com

Gue tau kalo gue ini suka kontol semenjak duduk di smp dan sejak saat itu gue sering ngimpi dengan lelaki ganteng dan jantan yang gue kenyot kontolnya sampe keluar dalam mulut gue. kadang-kadang gue juga sering ngimpi ada lelaki dengan kontol yang gede memasukannya ke dalam lobang pantat gue.

sampai akhirnya gue sma gue belom pernah sekalipun menikmati kontol yang sudah lama gue idam-idamkan. ini dikarenakan sifat gue yang pemalu dan tertutup.

dan sekarang yang menjadi obyek seksual gue kalo lagi horny adalah abang gue. abang gue, Nick, adalah anggota tim basket di kampusnya. tubuhnya tinggi dengan berat yang proposional dan yang pasti bodynya oke banget. jika sedang ada di rumah dia lebih sering bertelanjang dada dan hanya memakai celana basketnya. aku sering mencuri pandang memandang dadanya yang kekar dan perutnya yang kencang dan yang pemandangan yang paling aku suka adalah kalo papa menyuruhnya mencuci mobil. aku suka sekali melihat tubuhnya yang bagus bermandi keringat dan ini membuatnya tambah macho.

sayangnya sampe sekarang gue belom sekalipun melihat kontolnya lagi. sebenarnya gue pernah ngeliat, tapi wakti itu gue baru 7 taon dan dia baru 12 taon dan waktu itu kontolnya belum bisa membuat gue napsu. tapi sekarang (dan gue yakin sudah bertambah besar) sangat ingin sekali ngeliat lagi dan mungkin kalo dia ijinkan, gue boleh memainkannya. tapi akhirnya kesempatan itu akan tiba dengan cepat.

sore itu weekend dan ortu gue pergi ke acara kantor bokap gue. gue sebenarnya mau diajak, tapi karena tau Nick ngak ikut maka dengan berbagai alasan gue nolak ajakan ortu gue dan setelah gue bilang kalo gue ada acara klub inggris sama temen-temen gue, akhirnya mereka percaya dan sebelom pergi mereka mengingatkan abang gue supaya menjaga gue dan nganterin gue pegi ke acara klub bahasa inggris. Nick menjawab dengan ogah-ogahan.

gue baru pulang dari rumah temen gue dan pas gue masuk ke ruang tamu, gue ngeliat Nick seperti biasa dengan hanya celana basketnya sedang nonton bokep dan dia sempet kaget pas gue masuk dan langsung nyengir begitu ngeliat gue.

“Ngagetin ajah lu,” katanya.

“Hm, ngak ada ortu ajah, nontonnya yang macem-macem lu ya,” kata gue lalu duduk disebelahnya. gue sama abang gue emang deket dan gue selalu diajak kalo abang gue pergi sama temen-temennya dan terus terang gue juga naksir salah seorang temen abang gue yang juga satu team basket (but that’s another story).

“Emang kenapa? lu juga pengen nonton kan,” katanya lagi.

gue sekilas ngelirik kearah selangkangan Nick dan gue liat kalo udah ada tonjolan gede ditengah-tengahnya. Nick ngeliat arah pandangan gue dan nyengir lagi.

“Kenapa? pengen liat kontol gue?” tanyanya langsung yang membuat gue gugup.

“kalo lu mau ngasih liat,” jawab gue dengan suara yang gue buat santai. Nick lalu berdiri dan lalu menurunkan celana basketnya dan langsung telihat kontolnya yang udah nganceng. rupanya dia ngak pake cd dan ini yang membuat tonjolannya terlihat jelas. oh my god, dalam hati aku berteriak kegirangan melihat kontol abangku yang panjangnya hampir 19cm dan kepalanya yang menkilat.

“Gila Nick, gede banget kontol lu,” kata gue dengan nafas tertahan. Nick cuman nyengir lalu duduk lagi sambil mengocok kontolnya itu.

“Mm..bole ngak…gue pegang?” tanya gue pelan.

“Terserah degh, loe mau isep juga boleh, gue lagi horny berat nih, nonton bokep ngak ada pelampiasan,” kata Nick.

gue lalu bangun dan jongkok diantara kedua kaki abang gue yang terbuka memamerkan kontolnya yang siap gue lahap.

gue kocok-kocok sebentar tuh kontol dan lalu langsung gue masukin kedalam mulut gue dan gue isep tuh kontol dengan nafsu. Nick kembali nonton bokepnya sementara tangannya membelai rambut gue dan gue sendiri dengan sepenuh hati terus memuluti benda jantan itu. kadang-kadang gue jilat kepala kontolnya dan gue kocok batangnya sementara gue mengulum buah pelernya. Nick mendesah nikmat dan sekarang matanya terpejam. kontolnya masih terus keluar masuk lobang mulut gue dan akhirnya gue merasa kalo benda jantan itu mulai berdenyut dan lalu gue merasakan cairak kelaki-lakiannya menyemprot kedalam kerongkongan. gue terus mengisap kontolnya sementara pejunya memenuhi mulut gue. gue ingin memastikan kalo gue mendapatkan seluruh cairan kelaki-lakiannya. setelah gue yakin pejunya keluar semua gue bangun dan duduk disebelahnya.

“lu pinter isep kontol. lu homo ya?” tanya Nick yang masih merasakan kenikmatan. gue ngangguk pelan.

“Pantes lu suka ngintip kalo gue lagi mandiin mobil,” katanya dan aku kaget mendengarnya.

“gimana lu tau?” tanya gue

“ya, gue suka liat lu ngintip dari balik tirai kamar lu,” katanya nyantai.

“jadi lo ngak keberatan kalo gue isep lagi kontol lu yang gede itu?” tanya gue. Nick nyengir kuda lalu menjawab,”kalo bisa bikin gue enak kenapa musti gue tolak. asal lo ngak minta isep balik ya gue mau ajah.”

“kalo gue minta dientot?” tanya gue lagi.

“buset, banyak maunya lu!”

“lu bilang asal bikin lu enak dan gue ngak minta service balik, lo mau ajah. tenang degh, gue ngak bakalan minta lu isep kontol gue atau ngentotin lu. yang gue mau cuman isep kontol dan kalo lu mau ya entot gue.”

Gue perhatiin kontol Nick kembali mulai bangun.

“Lu bener mau gue entot?” tanyanya.

“Mau banget!” kata gue semangat.

“ya udah, lu telanjang juga dong, masa cuma gue doang yang naked gini,” kata abang gue.

gue langsung berdiri dan dengan cepat melepaskan semua benda yang melekat di badan gue. dan setelah gue telanjang gue kembali berlutut di antara kaki Nick dan mulai lagi mengocok kontolnya yang mulai nganceng lagi dan perlahan-lahan gue mulai mengulum kepala kontolnya dengan lidah gue menjilati kepalanya itu. sambil mengulum kepala kontolnya, tangan gue mulai menjelajah membelai dadanya yang bidang.

gue lalu mengocok batang kontolnya dan memandang menikmati kontol yang bagus itu. kepalanya yang berwarna pink dan panjangnya hampir 19cm. membuat jantung gue berdetak keras. gue kembali mengisap kontolnya itu sampai akhirnya Nick menyuruh gue bangun dan menyuruh gue nungging di atas karpet. gue langsung nungging diatas karpet dan lalu Nick berlutut dibelakang gue sambil mengocok kontolnya dan lalu dengan perlahan-lahan mulai memasukan kedalam lobang pantat gue.

“Oghh, easy big brother! I’m still virgin,” kata gue setengah berteriak.

“Hmmm, no wonder your ass is very tight,” kata Nick masih terus dengan perlahan-lahan memasukan kontolnya kedalam pantat gue. setelah masuk dan gue merasakan bulunya di pantat gue, Nick mendiamkan sebentar untuk membuat gue terbiasa lalu dengan pelan mulai menarik keluar sampai hanya tinggal kepala kontolnya yang ada di dalam pantat gue dan kemudian mendorong kembali seluruh kontolnya masuk kedalam pantat gue.

Setelah terbiasa dengan kontol gede abangku itu, aku mulai merasakan kenikmatan dan dia juga mulai mepercepat gerakannya memompakan kontolnya keluar masuk lobang pantatku.

kami lalu gonta-ganti posisi, pertama aku terlentang dan mengankat kedua kakiku ke pundak Nick sementara dia menindihku dengan kontolnya yang betah didalam pantatku. dan lalu kami ganti posisi lagi dengan aku diatas dan bergerak naik turun diatas kontol abangku yang jantat itu.

Nick sementara itu berbaring terlentang dengan enak sementara aku terus bergerak naik turun sampai akhirya Nick mendesah keras dan untuk kedua kalinya kembali kontol itu mengeluarkan cairan jantannya, kali ini didalam pantatku yang mengalir keluar setelah aku mencabut kontol abangku itu dari dalam pantatku.

akhirnya weekend itu aku habiskan waktuku dengan kontol abangku keluar masuk mulutku atau pantatku. Nick juga membatalkan acara bersama teman-temannya dan bahkan untuk pertama kalinya mangkir dari latihan basketnya minggu pagi hanya untuk menikmati hisapanku lagi.

weekend itu menjadi awal yang indah bagi hubungan kami dan kami baru berhenti ketika abangku akan menikah.

story by aku

spirits_99@yahoo.com

Mas Andi Sepupuku

Malem tahun baruan kemaren beberapa sepupu gue pada nginep di rumah, karena mereka lagi nggak ada acara keluar.Waah, gue girang banget karena mereka rata-rata cakep semua. Tapi gue nggak yakin salah satu dari mereka ada yang gay, soalnya gue tau banget mereka semua udah pada punya pacar.Dari semua sepupu gue itu ada yang selalu bikin gue horny tiap kali gue ngeliat dia, namanya Mas Andi, sumpah, badannya seksi banget, biar baru 17 tahun, tapi six packs bikin nggak nahan, gue selalu merhatiin kalo dia abis mandi, makanya gue tau kalo dia punya packs.

Mukanya juga cakep, pokoknya kalo loe ngeliat dia, you’ll get down on your knees begging for his love!

Sehari sebelum tahun baru gue hampir aja kepergok lagi merhatiin badannya Mas Andi.

” Cha kamu lagi ngeliat apa, ada yang aneh sama Mas ?” katanya sambil ngeliat badannya keheranan.” Oh, nggak, tadi sangkain Ucha ada binatang di handuk Mas Andi tapi Ucha salah liat…” Hampir aja dia curiga, tapi soal ngeles, Ucha jagonya.

Jam 11 malem kita lagi pada nonton film yang tadi sore kita sewa, karena yang ada di rumah cuma sepupu-sepupu gue yang cowo’ plus gue kita sewa vcd bokep, kebetulan bokap nyokap pergi ngerayain tahun baru di tempat temen lamanya.Film yang disewa sepupu gue bikin gue jijik, jadi gue nonton sekilsas aja, malah gue jadi merhatiin Mas Andi terus, gue perhatiin dari tadi kok kayanya dia nggak nikmatin filmnya, nggak kaya yang lain pada mupeng ( muka pengen) semua.

Gue liatin dia selama beberapa menit matanya nggak merhatiin tv, kalaupun matanya ke tv, itupun nggak sampe 2 menit.Pas gue lagi ngeliatin dia, tiba-tiba dia ngeliat gue, gue kaget dan cuma bisa senyum trus sambil pura-pura ngeliat tv lagi, dia juga ngebales senyum gue dan ngelakuin hal yang sama.

Setelah count down dan minum champagne bo’ongan, satu-satu udah pada tidur.Semua kamr tamu adanya di atas jadi mereka semua pada tidur di atas. Dibawah tinggal aku yang belom tidur karena belom ngantuk, dalam hati gue kecewa banget karena Mas Andi udah tidur.Tapi pas gue lagi nonton tv ( posisi gue tidur telentang ), kok kaya’ ada orang di belakang gue , pas gue ngeliat ke belakang tau-tau Mas Andi lagi berdiri dengan tangan kanannya lagi ngelus kontolnya.

Gue langsung duduk terus nanya ke dia , “ belom tidur Mas?” , “belom ngantuk Cha”.

“ Kok kontolnya dielus-elus Mas, gatel ya, apa pengen ngeluarin, emang udah lama ya nggak ngeluarin?”

“Iya nich emang udah sebulan lebih, khan puasa, ya terpaksa cuti dulu”.

“Kalo mau ngeluarin, keluarin aja Mas, Ucha nggak apa-apa kok” “ Bener nich ngggak apa-apa”

“ Iya, tapi jangan disini nggak enak kalo ada yang turun , gimana kalo dikamar mama Ucha aja , jadi bisa lebih tenang, tapi Ucha juga ikutan ya.”,

“ boleh”.

Terus kita masuk ke kamar nyokap gue dan gue kunci pintunya.Pas gue balik badan ternyata Mas Andi udah mulai ngebuka celananya, terus cd-nya, cd-nya G-string putih ketat bikin kontol gue mulai berontak waktu ngeliatnya.

Pas di buka cd-nya kontolnya udah setengah tegang warnanya nggak terlalu cokelat dan bulunya tercukur rapi, waaah, tipe gue banget dech, lagi asyik-asyiknya mandangin kontolnya dia ngomong ke gue

“ Ayo, katanya mau joinan kok malah bengong?’’

Dengan jantung berdebar gue mulai naik ke tempat tidur dan mulai ngebuka celana dan cd gue, yang gue heran, waktu gue lagi ngebuka cd gue matanya nggak pernah lepas merhatiin kontol gue.Ya udah gue mulai dech ngikutin Mas Andi yang asyik ngocok kontolnya.Tau tau dia nawarin buat ngebantuin gue

“Cha, mau Mas bantuin?”, belom sempet ngomong apa apa, dia udah mulai ngocokin gue, aduh, enak banget, trus tiba tiba gue ngerasain ada yang aneh, kok kontol gue jadi anget, ternyata Mas Andi lagi lahapnya ngemut kontol gue, trus dia ngeliat ke muka gue dan bilang

“Mas tau, ini yang kamu mau khan?”, gue cuma bisa ngangguk pasrah, abis dia jago banget maenin lidahnya apalagi di bagian buah peler gue, astaga, bikin gue melayang.

“Aaaahhhhhh……Mmmmmhhhhh….ssshhh…..Maaas…..”, sebelum gue keburu ngeluarin, dia cepet cepet nyabut mulutnya darikontol gue.

“Sekarang giliran loe ngemut kontol gue!”, ya udah dengan hati hati kuelus barang berharga milik sepupuku itu lalu perlahan lahan gue masukin kemulut gue, dan akhirnya semuanya bisa masuk kemulut gue, trus mulai gue maju mundurin, tapi sebelumnya gue jilatin dulu mulai dari pangkal sampe ke lobang kencingnya, pas gue lagi maenin lidah gue di lobangnya gue ngerasa badannya mengejang kegelian.

“Harder…..harder you bitch….harder…..!!!”, makin kuat gue emut tuh kontol lenguhannya jadi makin buat gue terangsang , tapi tiba tiba dia narik mulut gue dari kontolnya dan mulai melumat bibir gue, gue bales ciumannya, dalem banget sampe gigit gigitan lagi.

Terus dia nyuruh gue telentang dan kaki gue di sandarin ke pundaknya trus dia make kondom yang gue ambil dari laci rahasia nyokap ( I prefer safe sex ), trus dia olesin baby oil ke kontolnya dan ke lobang pantat gue dan dia mulai masukin kontolnya ke dalem lobang pantat gue.

Emang awalnya sich rada sakit, tapi langsung berganti dengan nikmat yang amat sangat.

“Oooohhhh …….fuck…..yes …..yes…..mmmmhhhh!!!”, lenguhan keluar bergantian dari mulut gue dan dia, terkadang keluar bersamaan kalo dia masukin kontolnya dengan hentakan yang kuat.

“Oooohh…nooo….yess….aaahh….aah…..!!”, dia keluar, keluar di pantat gue, abis itu gue juga keluar, banyak banget, sampe kena muka gue.

Setelah itu kami berpelukan dan saling mengulum bibir, “Aku sayang kamu Cha, kamu nggak marah sama Mas khan?”

“Aku nggak marah Mas, aku juga sayang Mas Andi”

Kami tidur berpelukan, keesokan paginya kita mandi dan bersih bersih sebelum yang lain pada bangun, selama hari itu gue nggak pernah ngelepas mata gue dari matanya, begitu juga dia, mungkin dia lagi nginget kejadian semalem.

-The End-

Hari sabtu seperti biasa pulang sekolah aku langsung pergi ke tempat les bahasa jerman aku dan baru jam empat sore aku tiba dirumahku. dan diruang tamu aku mendapati sepupuku Erwin sedang nonton siaran HBO. Erwin is my hot cousin. dia tiga tahun lebih tua dariku dan tubuhnya tinggi 178cm dan berat yang ideal dan dia adalah anggota tim voli dikampusnya. orang tua Erwin tinggal di Romania dan sepupuku itu memilih tinggal di Indonesia untuk menyelesaikan kuliahnya. dan jadinya sekarang dia tinggal bersama keluargaku yang mama Erwin adalah kakak dari papaku. sudah lama aku tertarik dengan Erwin, wajahnya tampan dan dia memakai kacamata dan membuatnya tampak lebih menarik.

“kok tumben udah pulang win? ngak latihan lagi?” tanyaku setelah menaruh tas dan berganti pakaian.

“Ngak. banyak yang ngak bisa dateng gara-gara banjir,” jawabnya sambil bergeser mempersilakan aku duduk disebelahnya.

“Lagi nonton pelem apa lo?” tanyaku.

“Ngak tau nih, gue ngak ngerti jalan ceritanya. ngomong mulu dari tadi,” katanya dengan muka bete.

“Ya udah, main counter strike ajah yu,” ajakku.

“Dari tadi gue mau maen itu, tapi kamar lu di kunci yang terpaksa gue nonton teve,” katanya.

kami lalu menuju ke kamarku untuk bermain counter strike yang komputernya aku letakan didalam kamarku.

Erwin sangat jago dalam memainkan game itu. beda denganku yang lebih banyak kalahnya. selama Erwin memainkan game itu aku terus mencuri pandang kepadanya. saat itu dia memakai kemeja dengan tiga kancing atasnya dibuka dan celana basketnya. aku bisa melihat dadanya yang berbulu halus dan ini membuatku tak dapat menahan gairahku dan kontolku yang tadinya lemas kini mulai bereaksi.

“Kenapa de, ngeliatin gue terus? ada yang salah sama gue?” tanya Erwin yang merasa terus diperhatikan sama aku.

“Ngak. gue cuman heran, cowok sekeren lu belom pernah gue liat pacaran?” kataku agak bingung.

“Males de, kalo pacaran kan musih banyak modal. gue sendiri hemat-hematan entar kalo pacaran gue musti bayarin cewek gue ini itu. males gue. lagian menurut lo gue keren?” tanya Erwin sambil nyengir jail.

“emang lo ngak merasa ya?”

“Gue merasa biasa ajah,” jawab Erwin.

“menurut gue lo keren dan pasti kalo orang keren barangnya juga keren,” kataku dengan upaya memancing dia untuk memperlihatkan kontolnya.

“Emang lo udah pernah liat kontol gue?” tanya Erwin dan nadanya aku tau kalo dia agak heran.

“belom pernah, tapi kalo lo mau kasih liat gue segh oke oke ajah,” kataku dengan tenang padahal dalam hatiku berharap dia langsung berdiri dan menurunkan celananya.

“kalo gue kasih liat, lo mau apain kontol gue?” tanya Erwin lagi dan kini ada nada nakal dan jail dalam suaranya.

“apapun yang lo suka pasti gue lakuin,” kataku.

Erwin lalu langsung berdiri dan tanpa bicara lagi langsung melepaskan celana basketnya dan masih memakai celana dalam warna putih naik ke ranjang dan berbaring terlentang.

“sekarang gue mau lo isepin kontol gue sampe nganceng dan kalo udah nganceng lo harus mau gue entot,” kata Erwin nyengir.

aku ngak ngomong apa-apa lagi langsung naik keranjang, ngelepasin cd Erwin dan langsung mengulum kontolnya yang mulai nganceng itu. kontol Erwin tidak terlalu besar. pas udah nganceng aku perkirakan kalo kontolnya panjangnya 15cm. tapi tetep ajah aku demen dan aku terus mengisapi kontol jantan itu. Erwin mendesah nikmat selama aku terus mengisapi kontolnya. kadang aku jilatin batang kontolnya dan aku kulum kepala kontolnya.

“mmm…enak de…..terus isep….aghh…yeah….loe pinter ya isep kontol…..mmmhh…..i like ur hot mouth…yeah,” Erwin terus mendesah sementara aku mulai bergerak naik dan aku melepaskan sisa kancing kemeja Erwin dan menyibakan kesamping. aku lalu berdiri diatasnya dan mulai melepaskan seluruh pakianku termasuk juga cd ku. lalu aku kembali dan mulai menjelajahi tubuh sepupuku. aku kembali mengulum kepala kontolnya dan lalu dengan lidahku aku mulai bergerak naik dan menjilati perutnya yang kencang dan dadanya yang bidang. dan akhirnya aku mengecup bibirnya dan kontol kami saling beradu.

“Sekarang gue rasa lo udah siap ngentotin gue. kontol lo udah nganceng banget,” kata gue pelan ditelinganya.

Erwin hanya mengangguk dan lalu aku mulai bangkit dan dengan pelan mulai memasukan kontol Erwin yang udah nganceng keras kedalam lobang pantatku. terus terang agak susah karena baru pertama kali ini aku dientot. tapi akhirnya setelah kepala kontolnya menerobos masuk aku dengan perlahan mulai menuruni kontol Erwin. rasanya sakit tapi setelah aku bergerak naik turun aku mulai melenguh keenakan.

“Yeah…enak win….kontol lo gede banget….” kataku nikmat. Erwin memejamkan matanya kenikmatan dan sambil bergerak turun naik aku menciumi bibir sepupuku itu.

setelah tiga puluh menit akhirnya aku merasakan kalau kontol Erwin mulai berdenyut dan diiringi dengan teriakan Erwin mengeluarkan air maninya. aku lalu terjatuh diatas tubuhnya dan menyandarkan kepalaku ke dadanya.

“Lo pinter ngisep ya de, mau ngak lo isepin kontol gue seharian ini,” kata Erwin pelan.

“entar ketauan mama sama papa gawat lo,” kataku.

“Tenang. mereka lagi ada acara di puncak ingat? besok sore baru pulang,” kata Erwin.

aku mengangkat kepalaku tersenyum dan lalu dengan pelan mulai kembali turun ke arah kontol Erwin yang sudah mulai mengeras lagi. dan aku kembali mengulum kontol Erwin sampai kali ini keluar daalam mulutku.

malam minggu ini akhirnya aku habiskan dengan memuluti kejantanan sepupuku itu, bahkan jika dia sedang main game dikamarku, aku selalu berlutut didepannya dengan kontolnya menyumbat mulutku.

dan semenjak saat itu aku dan Erwin selalu bercinta jika ada kesempatan. dan Erwin juga tambah jauh lagi dalam urusan cewek.

kami terus melakukan sex sampai akhirnya Erwin married di usianya yang 28tahun. aku agak kehilangan tapi sebagai gantinya aku mendapatkan cowok bule yang ganteng dan oke banget. tapi pengalaman ku dengan sepupuku adalah yang terbaik dan dia lah yang pertama kali memasukan kontolnya kedalamku.

oh Erwin, you’re my studly cousin dan my studly lover.

kalo ada yang mau kenal silakan e-mail ke disk81@yahoo.com atau spirits_97@yahoo.com

My First Experience (bagian 2) By : Tommy

Sambil merangkulku dia membuka pintu kamarku, membaringkanku di ranjang dan kembali untuk menutup dan mengunci pintu. Aku hanya tergeletak pasrah saat dia melucuti bajuku sambil terus menciumiku, kali ini daun telingaku yang menjadi sasarannya, dilumatnya dengan pelan sambil lidahnya menari-nari berusaha masuk ke dalam telingaku, tahu-tahu bajuku sudah lepas tanpa aku sadari, kali ini giliran putingku yang menjadi sasarannya, dia kelomoti sambil melakukan gigitan kecil disana-sini, aku yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa mengerang dan melengkungkan badanku ke atas, menyambutnya, tangannya yang kasar terasa berusaha untuk membuka kancing celanaku. “ Dik Tommy, kamu mulus sekali, putih banget, mas suka…..” Celanaku diperosotkannya beserta celana dalamku dengan sekali sentak, untuk itu dia harus melepaskan gigitannya di putingku, dan sebagai gantinya pusarku yang jadi sasaran lumatannya. Aku tersentak menggeliat saat wajahnya yang bekas cukuran merambati perutku, batangku yang tegang diraihnya dalam genggamannya “ Hm….gede juga lho….ganteng kayak yang punya “ Aku mengharap dia melumatnya juga, tapi ternyata dia bangkit, sambil berlutut dia memandangiku, ganteng, gagah dan jantan sekali…… Sambil tersenyum dia membuka resleting celananya dan sekaligus melepaskannya Dibalik kerimbunan jembutnya yang super lebat melebar sampai kepahanya, tersembul senjata pamungkasnya yang tegak berdiri menantang… Aku terkejut sekali, panjangnya mencapai pusarnya, dan diameternya hampir 2 kali diameter milikku, gemuk berurat besar, hampir sebesar pergelangan tanganku. “ Gimana ?” katanya “ Mas….” Aku hanya bisa berdesah sambil tetap terpaku menatap pusakanya, antara takjub dan ngeri Dia tersenyum melihat ekspresiku, sepertinya dia sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu dari orang2 yang pernah melihatnya. Sambil berjalan diatas lututnya dia mendekat kearahku, tangannya dilingkarkannya di bawah leherku dan kepalaku diangkatnya kearah kemaluannya, sambil memangku kepalaku disodorkannya batangnya kearahku, kepala kemaluannya berwarna merah kecoklatan dan besar sekali, karena masih terpaku megamatinya, dengan tak sabar disodorkannya hingga menyentuh bibirku…. “Hisap…” katanya berbisik Kupegang batangnya, telapak tanganku penuh, batangnya terasa panas dan ber-denyut2, baunya yang khas lelaki amat sangat kusukai, kumasukkan batangnya kemulutku, aku harus menganga selebar2nya untuk bisa memasukkan kepalanya tanpa mengenai gigiku, baru pertama ini aku merasakan batang seorang laki2 benar2 memasuki mulutku, selama ini hanya membayangkan saja seperti di film2 yang sering aku tonton, setelah masuk setengahnya dan itupun sudah terasa sangat penuh di rongga mulutku, aku mulai menghisapnya, sensasinya sungguh luar biasa, aku menikmatinya, sementara mas Tono mengerang panjang “ Yach…..ssssshhhhh…..enakkkkkkh …dik Tommy….” Dia berbaring rebah telentang diranjangku, sementara tanpa melepaskan hisapanku aku jadi ikutan rebah menindih tubuhnya, kedua tangannya diangkatnya sebagai bantal, sehingga menampakkan rambut2 diketiaknya yang sangat lebat dan tumbuh memanjang, rupanya dia nggak pernah mencukur rambut ketiaknya, melihatnya tumbuh riap2an dan basah oleh keringatnya, aku jadi ingin melumatnya juga, kulepaskan hisapanku, keciumi bulu2 disekitar pusarnya, terus kedadanya dan akhirnya kebenamkan wajahku dikerimbunan rambut diketiaknya, kuhirup napas dalam2, keringatnya berbau tapi bukan bau yang tidak sedap, justru bau yang jelas2 memancarkan aura kelaki-lakiannya, mas Tono menggeliat kegelian sewaktu kujilati rambut2 ketiaknya sehingga makin basah saja. “ Geli..Tom…kamu lebih pintar dari istriku lho….aaakh…..sssshhhh……sssshhhhh……! kepalaku diraihnya oleh lengan satunya, didekapnya dan diciumnya kepalaku, lidahnya mencari-cari dan sekali lagi dilumatnya bibirku dengan beringas dan sedikit kasar yang justru menambah gairahku. Setelah puas melumat bibirku, kali ini dia yang mengambil alih kendali, dibalikkannya badanku, kini dia diatasku, dilumatnya leherku, putingku, terus menurun keperutku, kali ini tanpa segan2 diraihnya batangku yang telah mengeras dan dimasukkannya ke mulutnya, dengan lidahnya dijalarinya batangku membuatku mengerang sejadi-jadinya, badanku meliuk dan meronta, tapi dengan badannya ditekannya badanku sehingga terjepit erat dibawahnya, tangannya ditekannya pada tanganku yang terangkat keatas kepala sehingga aku tak bisa bergerak meronta lagi, dilanjutkannya lumatannya yang kali ini aku hanya bisa mengerang dan menggelinjang tanpa mampu berbuat banyak, tubuhku seakan dijalari aliran listrik dari ujung kaki sampai kepala dan akhirnya tanpa mampu kutahan lagi….batangku berdenyut-denyut dengan keras dan Srr…..srrrrr…..ssrrrrr…ssrrrr…..aku memuncaratkan air maniku tanpa henti2nya kedalam mulutnya, belum pernah aku mengeluarkan air mani sebanyak itu kalau sedang onani, sejenak aku seperti melayang tanpa merasakan apa2 lagi, tanpa memperdulikanku dengan beringas mas Tono menyedot semua air maniku sampai tetes terakhir, baru dilepaskannya setelah aku meronta-ronta karena terasa ngilu sekali dibagian kepala penisku yang terus dijilatinya. Akhirnya dia bangkit berlutut sambil mengusap bibirnya, sambil tersenyum dia memandangiku, batangnya masih tegak kokoh berdiri dengan pongahnya dikerimbunan rambut2 kemaluannya. Aku hanya memandangnya pasrah ketika dia mengambil body lotion dari meja disamping tempat tidurku, dilumurkannya banyak2 disekujur batangnya dan juga disekitar lubang kemaluanku, setelah dirasanya cukup, ditariknya badanku kearahnya, kedua kakiku diangkat dan diletakkannya diatas kedua pundaknya, sambil tetap berlutut disentuhkannya kepala kemaluannya yang seperti jamur itu ke lubang pantatku, terasa sesuatu mencoba menyeruak masuk, sepertinya dia agak kesulitan sehingga dia mencari possisi yang lebih enak, tahu tahu “AAAAkkkhhhhhhh………” aku merasa kesakitan sekali sehingga aku berontak, lubangku terasa nyeri yang amat sangat tak tertanggungkan sehingga air mataku mengalir tanpa aku sadari, kepala kemaluannya lepas dari lubangku karena rontaanku tadi, aku bergelung miring merasakan nyeri yang tak terkira, kudekap kedua lututku kearah dadaku untuk meredam rasa sakit tersebut, terasa badanku dipeluk oleh mas Tono dari belakang, diciuminya tengkukku sambil dibelainya pinggulku “ Sakit ya dik ?” “ Sakit sekali mas…..nyeri sekali….aku nggak kuat.. “ “ Sorry mungkin aku tadi terlalu memaksanya…..kita coba lagi ya ? kali ini mas pelan-pelan aja….” “ Jangan mas… masih sakit sekali….mungkin nggak muat mas, punya mas terlalu besar…, sekarangpun pasti udah luka mas karena nyeri sekali…” “ Emang pertama agak sakit dik, nggak luka kok, mas coba lagi pelan2 ya ?, ntar kalau udah masuk semua, sakitnya pasti hilang, ntar tinggal enaknya, percaya mas deh “ Aku diam saja. ,memang rasa nyeri mulai berangsur angsur hilang Tanpa merubah posisi tubuhku aku merasakan sesuatu yang dingin diusapkan kelubangku, rupanya mas Tono menambahkan body lotion lagi, dan tak lama batang mas Tono terasa mencoba menyeruak masuk lagi dari belakang, aku menggigit bibir bawahku untuk mencegahku berteriak ketika rasa nyeri mendera lagi sekujur tubuhku, aku mulai meronta saat tangan mas Tono terjulur dari belakang dan memeluk dadaku, aku berhenti meronta kupeluk lengannya erat2 ketika terasa kepala kemaluan mas Tono sedikit demi sedikit mulai masuk membelah tubuhku, dengan menambah tenaganya mas Tono menekan sedikit lebih keras sehingga batangnya mulai memasuki tubuhku, ternyata mas Tono benar, rasa sakitnya sedikit berkurang setelah kepalanya berhasil masuk seluruhnya, dan ada sensasi lain yang mengalahkan rasa sakit tersebut, batangku kembali menegang setegang-tegangnya yang rupanya juga dirasakan oleh mas Tono sehingga salah satu tangannya menjulur kebawah untuk meremas-remas batangku, sementara kepalanya dibenamkan ditengkukku dan diciuminya, sambil berbisik mengerang “ Aduh…..enak sekali dik….benar2 masih perawan….sempit sekali…..! Dengan sekali sentak didorongkannya badannya dalam2 sehingga aku merasa rambut kemaluannya yang kasar menyentuh pantatku. Sejenak didiamkannya dan kemudian mulai ditariknya pelan2, aku kembali merasakan sensasi yang tak terlukiskan saat merasa batangnya menelusuri bagian dalam tubuhku, seakan tak rela kehilangan sensasi itu, dengan mengerang aku memundurkan pantatku sehingga batang mas Tono kembali menyeruak memasukiku, mas Tono mengerang dan kali ini dengan batangnya tetap tertancap ditubuhku, diturunkannya lututku dan dibalikkannya badanku sehingga tertelungkup ditindih oleh seluruh berat tubuh mas Tono, posisi ini membuat batang mas Tono lebih terasa mengganjal didalamku dan mungkin juga membuatnya lebih menjepitnya sehingga mas Tono kembali mengerang. Ditariknya sedikit batangnya, dibenamkannya lagi dalam2, dan terus menerus dilakukannya dengan ritme yang semakin cepat dan menghentak dan akhirnya dengan menggeram keras dia memeluk tubuhku erat sekali, tulangku terasa remuk redam dan terasa denyutan2 keras dianusku, air mani mas Tono menyembur didalam tubuhku, terasa hangat….., tanpa kusadari sekali lagi aku mengalami ejakulasi, pada saat yang sama batangku juga menyemburkan cairan hangat yang terasa tak habis-habisnya dan membasahi sprei tempat tidurku. Aku merasa bahagia sekali dapat memuaskan mas Tono saat dia membalikkan badanku, memelukku erat2 dan menciumiku.

Kami masih sempat melakukannya beberapa kali lagi selama beberapa hari mas Tono menyelesaikan pekerjaan mengecatnya di rumahku, dan alangkah kecewanya diriku saat tahun berikutnya aku menemukan orang lain yang mengecat rumahku, yang jauh dibawah standar seleraku, waktu aku tanya pada mama kenapa tidak memakai jasa mas Tono lagi, beliau mengatakan bahwa mas Tono sudah bekerja sebagai TKI di Malaysia. Aku kangen ama kamu mas Tonoku…..kapan bisa ketemu lagi ?

Namaku Bumi. Saat itu usiaku 16 tahun duduk di bangku kelas satu SMU terfavorit di Jakarta. Aku tinggal bersama kakak perempuanku mbak Mega dan suaminya yang sangat ganteng bernama Mas Guntur.Mereka hampir dua tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak karena saat itu Mbak Mega sedang menyelesaikan skripsi untuk mencapai gelar S1 di bidang disain interior. Sedangkan Mas Guntur adalah seorang insinyur yang memiliki usaha real estate sendiri. Orang tua Mas Guntur memang kaya raya. Sedangkan aku dan mbak Mega hanya anak seorang pensiunan guru yang hidup pas2 an.bak Mega memeang wanita yang bernasib baik, karena selain memiliki paras yang cantik dan budi pekerti yang baik,dia juga ememiliki mas Guntur yang tampan dan kaya.Aku diboyong Mbak Mega ke Jakarta setamat SMP dari kota Solo dimana kedua orang tuaku tinggal,untuk mendapat pendidikan yang lebih baik, katanya. Nah, cerita ini dimulai saat aku sedang libur seminggu karena siswa kelas tiga sedang menghadapi ujian akhir.Mbak mega sedang cuti ke Solo menjaga Ibu yang sedang sakit.Aku dan Mbak Mega hanya dua bersaudara.Begitu pula mas Guruh hanya mempunyai satu adik laki-laki, mas Bayu yang saat itu sedang belajar di Sydney, Australia.Pagi itu. Aku terbangun karena kedinginan. Ternyata AC kupasang pada suhu terendah. Apalagi sejak aku tinfggal di rumah Mas Guntur yang mewah aku selalu tidur telanjang bulat di kamarku yang luas dan nyaman. kun=turunkan suhu Ac dengan remote tanpa beranjak dari tempat tidur.aku coba untuk tidur kembali,tapi sia-sia karena rasa kantuk sudah lenyap.tanpa sengaja tanganku meraba ke kontolku ysng masih ngaceng sangat keras. Ku elus-elus kepala kontolku dengan lembut terasa nikmat.Beberapa menit melakukan itu, aku hentikan usapan nikmat itu karena semalam aku baru coli dengan membayangkan mas Guntur yang diam-diam telah membuatku jatuh cinta.Tapi birahiku masih menjalar di dalam benak.Akhirnya kuputuskan untuk turun ke lantai bawah.Di halaman belakanr rumah yang agak tertututp ada kolam renang.Memang rumah Mas Guntutr luar biasa bsar dan mewah.aku ingin berenang telanjang bulat. Tidak ada siapa2 di rumah selain aku.Mbak Mega sedang berada di Solo selama beberapa hari Mas guntur seperti biasanya sudah berangkat ke kantor pagp-pagi sekali.Mas Guntur hanya mempekerjakan dua pelayan laki-laki.Budi, kira2 berusia i8 tahun tugasnya merawat dan membersihkan rumah dan kebun.Tapi ia tidak tinggal di rumah ini karena tinggalnya di sekitar rumah mas Guntur.dan dia biasanya baru datang jam 10 pagi.saat itu baru jam 7 pagi.Pelayan satunya pak Asep. yang bertugas menjaga rumah.Dia dibuatkan pondok kecil di halaman depan, yang lengkap dengan seagala fasilitasnya.Dia jarang masuk baik kedalam rumah ataupun halaman belakang dimana aku akan berenang telanjang bulat. jadi posisiku aman,bukan?Aku berjalan menuruni tangga.Kontolku yang sudah tidak tegang lagi bergoyang kekiri dan kekanan mengikuti gerakan kedua bili kontolku yang setia menyertai batang kontolku sejak aku lahir.Untuk emenuju kolam renang aku harus melalui dapur dimana kami biasa makan. Meja makan tepan menghadap halama belakang yang asri di tumbuhi pohon yang terawat rapi berkat tangan si Budi.di temok kanan dapur ada kaca besar.Sekilas kulihat pantulan diriku di cermin itu. Aku berhenti sebentar.Ternyata dalam usiaku yang baru 16 tahun ,tubuhku cukup bagus, berkat latihan2 teratur yang kulakukan di bawah pengawasan ma Guntur yang memiliki tubuh aduhai.Mas Guntur memiliki peralatan gymnasium yang cukup komplit di rang bawah di belakang garasi.Mas guntur mengajariku cara penggunaan setiap alat.Dalam situasi itu Mas Guntur selalu memakai celana dari bahan kaos yang ketat sehingga bentuk kontolnya tergambar jelas.Kaos singletnya seksi bahkan lebih sering bertelanjang dada.Dalam keadaan hampir telamjang seperti itu, siapa yang tahan melihatnya?Puas mengagumi tubuhku,aku bergegas ke kolam renang dan mulai berenang.Airnya yang dingin menyegarkan tubuhku.Setengah jam setelah puas berenang telanjang, aku kebali ke kamarku di lantai atas. Mandi denagan shower hangat.Aku tidak mengunci pintu kamar dan juga pintu kamar mandi karena kupikir tidak ada yang akan masuk ke kamarku. Ternyata dugaanku salah.Begitu aku kekluar kamar mandi dengan tubuh telanjang bulat,ternyata mas Guntur telah berdidi di depan pintu kamar mandi dengan hanya mengenakan celamna boxer. Aku sangat terkejut sehingga lupa meraih handuk ataupoun menutupi kontol dengan kedua tangan. ” engak apa-apa.Enggak usah malu,Bumi…aku dari tadi sudah melihat kamu tlanjang waktu berenang tadi,kok” kata mas Guntur yang emembaca kegugupanku. “kok enggak kerja, Mas?”sapaku menutupi kegugupanku.Tanpa sengaja aku menunduk sehingga kelihatan kontolnya di balik boxernya telah membesar bahkan kepala kontolnya telah mencuat keluar dari boxernya. Rupanya mas Guntur menyadari kalau mataku tidak bisa lepas dari kepala kontolnya yang menyembul keluar. Tapi bukannya dia memasukkan kepala kontolnya kembali, mas guntur malah memelorotkan celananya hingga ke lutut sehingga batang kontol berikut kedua bijinya bebas dari himpitan celananya.Aku semakin terbelalak melihat kontolnya yang sangat besat itu. Tanpa dikomano lagi, kontolku ikut ngaceng dengan spontan.Aku tak tahu harus berbuat apa. Kami sama-sama telanjang bulat berhadapan sangat dekat dengan kontol yang ngaceng keras. ” Mas…..”aku gugup. “kenapa, Bum?Jangan malu-malu.Aku tahu kamu suka ini, kan?”kata mas Guntur sambil menggenggam kontolnya dan menempelkannya ke kontolku.Perasaanku tak memenetu antara takut, senang,bingung dan …ah entahlah.apa jadinya kalau mbak Mega melihat ini? “sudahlah,Bumi…jangan takut,Mas juga senang kok sama kamu.”kata mas Guntur lembut. “Sejak kamu tinggal disini aku selalu menginginka memeluk dan bersex ria dengan kamu” katanya lagi. “Mas agak siang mau berangkat ke kantor, tapi dari dapur Mas lihat kamu telanjang bulat sambil berenang, sehingga Mas mengurungkan pergi ke kantor.enggak apa,kok” katanya lagi. Belum habis rasa takutku, mas Guntur membopongku ke tempat tidur dan emenindih tubuhku.Terasa hangat dan nikmat Dia menciumi mulutku dengan permainan lidah yang luar biasa/Tentu saja aku balas dengan tidak kalah hotnya. karena aku memang memimpikan kejadian ini sejak aku mengenak mas Guntur saat masih pacaran dengan mbak Mega. Krdua kontol kami saling beradu di atas perutku.Oh…alangkah indah hidup ini.Puas melalap bibirku,mas guntur menjilati kedua putingku lalu turun ke perut dan akhirnya melahat kepala kontolku sampai ke bayangnya.Aku sudah tidk tahan lagi. Aku putar arah membuat posisi 69 dan mulai melahap kontolnya dengan sangat rakus.Terus terang ini bukan kontol pertama yang aku isap. Lain waktu akan kuceritakan kontol2 siapa saja yang pernah kunikmati. Tapi kontol ini adalah kontol idamanku sejak beberapa tahun yang lalu.aaabiasanya kontol ini hanya ada dalam khayalan atu mimpiki.Dan.Kini kontol impian ini telah benar2 berada dalam mulutku. maka tak kusia2siakan.Mulut mas Guntur terasa begitu hangat dan lembut.Entah bagaimana dia bisa begitu lihainya mengolom kontolku sehingga memmberikan kenikmatan yang tiada taranya.Apakah Mas guntur memang dudah terbiasa? ah, entahlah.Yang penting akau akan menikmati kesempata ini sebaikbaiknya.Badan kami telah berpeluh basah .Geraan kami semakin menggairahkan seiring dengan menyemburnya sperma dari kontol kami nasing2. Yah…kami mencapai orgasme berbarengan.suatu kenikmatan luar biasa. Dia menelan spermaku,kuikuti pula menelan seluruh tetes spermanya.Aku yak pernah menyianyiakan sperma yang muncrat di mulutku.Mas guntur bengun merubah posisinys.Dia meraih tubuhku dan memeluknya era. kubalas pelukannya . Kami kembali berciuman sambil qakhirnya kami berdu tertidur dalam kenikmatan. Itulah awal hubungan asmaraku dengan mas Gunturku tersayang,meski aku meras bersalah kepada mbak Mega.Tapi Mas Guntur meyakinkan kalau kehidupan sexnya dengan Mbak Mega berjalan baik dan saling ememuaskan. Ini membuat perasaanku lega.Untuk cerita lain,aku akan menceritakan pengalamanku dengan laki-laki lain.menyenangkan.

My First Experience (bagian 1) By : Tommy

Para pembaca motnes, aku menjadi pembaca setia motnes dan sering tidak sabar jika menunggu lama untuk masuknya cerita2 baru, jadi aku memutuskan untuk ikut mencoba menyumbangkan sebagian pengalamanku dan mungkin nantinya juga cerita fiksiku dengan harapan teman2 yang saat ini juga sebagai pembaca setia namun pasif ikutan andil menyumbangkan pengalamannya sehingga situs ini menjadi aktif.

Namaku Tommy (samaran donk!), body biasa2 aja, sedikit kurus malah, kulit putih, banyak teman2ku yang bilang aku ini ganteng, walaupun menurutku sich biasa2 aja. Entah sejak kapan, tapi dari remaja orientasi sexku mengarah ke sesama jenis, terutama ke pria yang berwajah maskulin dan banyak bulunya, kalau aku betemu denagn seseorang yang berwajah maskulin, memiliki garis wajah yang tegas dengan bulu2 dipipi yang membiru bekas cukuran, jantungku langsung berdetak kencang dan mulai berimaginasi yang macam2. Tapi hanya sebatas itu saja, paling paling sampai di rumah beronani sambil membayangkan wajah orang tersebut. Sampai suatu ketika…….

Waktu itu aku masih SMP kelas 3, saat pulang sekolah, kudapati rumahku kosong, hanya ada pembantu dan seorang pekerja bangunan yang sedang mengecat tembok, aku tanya ke bibi, rupanya seperti biasa orangtuaku sibuk dengan urusan masing2. Setelah makan siang, nggak ada acara iseng2 aku mendekati dan mengajak ngobrol pekerja tersebut, namanya Tono, usianya sekitar 30 tahunan (setelah ngobrol ternyata 28), dari jarak dekat baru aku sadar ternyata walaupun pekerja bangunan, si Tono ini ternyata ganteng juga, garis wajahnya tegas, jantan, dengan alis tebal dan hidung yang mancung, dan yang paling mendebarkan ternyata ada bekas2 cukuran yang membiru bahkan sampai lehernya, yang baru terlihat dari jarak dekat begini, entah karena tadi memang tidak mengamati karena memang aku cuman memandangnya sekilas atau karena tertutup oleh bayang2 topinya.

Aku jadi berniat lama2 mengajaknya ngobrol, tanya ini itu, sekedar bisa menikmati wajah dan postur tubuhnya lebih lama, ternyata dia sudah beristri dan mempunyai seorang anak, sambil ngobrol aku pandangi sekujur tubuhnya, dia mengenakan kaos oblong dan celana pendek dari bahan jeans yang ujung2nya dibuat belel, dari balik kaos oblongnya yang agak basah oleh keringat, tercetak sesosok tubuh yang liat dan jantan, lengannya kokoh penuh dengan bulu2 halus yang lumayan lebat tapi tidak kentara kalau dipandang dari jauh, mungkin karena tersamar kulitnya yang agak gelap, pahanya juga rata ditumbuhi bulu2 lebat panjang terus sampai ke tungkai kakinya yang membuat detak jantungku makin berdebar tak beraturan.

Ternyata Tono ini orangnya ramah juga, karena dia menjawab semua pertanyaanku dengan sabar, bahkan balas tanya2 juga tentang aku, sekolahku dll, tak terasa sambil menemaninya bekerja, kita ngobrol hampir sejam-an, dan mulai akrab. Tak lama kemudian, dia meletakkan roll catnya dan meraih sebungkus rokok, “ Ngaso dulu sebentar “ katanya, setelah menyalakan rokoknya, dia menghampiri secangkir kopi yang sudah disediakan bibi di meja. Setelah menghirup kopinya, dia duduk bersandar di pilar teras kamar yang mengahadap kebun belakang, dengan santai dia mengangkat ujung kaos oblongnya untuk melap wajahnya yang basah keringat. Alamak !!! saat itu terlihat bagian perutnya yang ternyata ditumbuhi bulu yang sangat lebat melebar disekitar pusarnya bahkan hampir memenuhi selebar perutnya, karena basah oleh keringat maka terlihat acak2an dan liar menghilang dibalik celana jeans bututnya, karena dia sedikit membungkuk maka hanya bagian perutnya yang tersingkap, tapi melihat bulu2 di perutnya yang selebat itu, aku berani bertaruh pasti dadanya dipenuhi dengan bulu juga. Sayang hanya sekejap, kembali perutnya tertutup kaos setelah dia selesai melap keringat di wajahnya, “ Panas….” katanya berkomentar, mungkin karena meliat reaksiku yang terpana memandanginya. Aku cuman bisa menelan ludah, “ Bulunya banyak ya pak Tono ?” “ he..he..iya…jangan panggil pak ah, tua banget, panggil mas aja, emangnya dik Tommy nggak punya bulu ya ?, masih kecil sich ! umur berapa sich ?” “ Lima belas” “ Baru juga lima belas, ntar kalau udah gedean pasti banyak juga bulunya, emangnya pingin punya bulu banyak ?” “ Iya, mas umur berapa sich mulai tumbuh bulu2nya ?” ” Umur berapa ya…., lupa, tapi kayaknya seumuran kamu udah mulai banyak bulunya, turunan kali !” “ Orang tua mas Tono banyak bulunya ? “ “ Bapak sich nggak, mungkin dari kakek kali, kakek saya khan ada campuran Arabnya, jadi banyak bulunya” “ Oh pantes…omong2 bener nggak sich mas kalau orang Arab selain banyak bulunya, itunya juga gede ?” “ He..he.he..ada2 aja sich kamu ini ?” “ Bener nggak ?” “ Nggak tahu lah, iya kali” “ Lha, punya mas Tono sendiri ?” “ ya lumayan lah “ Pembicaraan terhenti, aku kehabisan kata2 mau nanya apalagi, mau ngomoing to the point pingin liat, ya saat itu jelas nggak punya nyali, takut dianya marah. Sesaat hanya ada keheningan, dia memandangiku sambil menghisap rokoknya dalam2 dan bersandar di pilar teras. Tahu2 dia melepaskan sandarannya, sambil tetap duduk kali ini dia malah melepaskan kaosnya untuk melap sekali lagi wajahnya, dan benar dugaanku, seluruh dadanya tertutup oleh semak belukar kehitaman bahkan putingnya hampir tidak kelihatan saking lebatnya Tak terasa dudukku yang juga bersandar di pilar satunya yang bersebrangan dengan tempatnya duduk menjadi tidak nyaman karena terganjal oleh batangku yang mengeras sekeras-kerasnya sehingga menekan perutku. Merasa diperhatikan, dan mungkin mau pamer, setelah mengelap wajahnya dia tidak lagi memakai kaosnya tapi diletakkan begitu saja dilantai, dia kembali bersandar santai dipilar sambil menghisap rokoknya dan tetap mengawasiku. “ Udah punya pacar ? “ kali ini dia yang mulai memecah keheningan “ Belum…..” “ Kenapa ?” “ Ya nggak kenapa kenapa “ “ Nyari donk !” Aku diam aja “ Udah pernah gituan ?” “ Belum…” mungkin wajahku memerah karena dia mendadak tertawa “ Kalau mas Tono…..sering ?” ” La iyalah orang udah punya istri, ya tiap hari” “Tiap hari ?” “ Tiap hari….kalau nggak tiap hari kepala bisa pusing” “ Emangnya bisa gitu ?” “Maksudnya ?” “ Emang kalau nggak tiap hari gituan bisa pusing ?” Ha..ha..ha..dia tertawa, mungkin geli ngliat aku yang waktu itu memang bloon. “ Kalau sering dipakai bisa gede..” katanya sambil tersenyum memandangiku. “ Iya ?” “ Gak percaya ?, punyamu pasti kecil ya ?, belum pernah dipake sich , udah banyak bulunya ?” “ Gak begitu sich “ “ Gak begitu apa ? gak begitu kecil apa gak begitu banyak bulunya ?” “ Dua-duanya…” hi..hi..hi..aku jadi ikutan geli mengikuti pembicaraan yang menjurus dan sepotong-potong begitu. “ Tapi dua duanya pasti kalah deh ama mas Tono” kataku melanjutkan “ Kok yakin…? Emangnya udah tahu punyaku ?” “ Ya belum…kapan tahunya ?…ngebayangin aja…..khan katanya mas Tono ada turunan arabnya !” ” He..he..pinter juga kamu….pingin liat punyaku? “ Beneran nich ?” “ Boleh….asal ada upahnya !” ” Wah…kok pakai upah segala sich ?….lagi bokek nich !” “ Emang siapa yang mau minta duit ?” ” Katanya minta upah…..?” Mendadak dia bangkit berdiri dan mendekat kearahku, setelah melihat kanan kiri dan yakin bibi nggak ada disekitar kita, dia mendekatkan kepalanya ke telingaku sambil berbisik ” Upahnya asal kamu mau aku gituin !” Walaupun belum pernah melakukan tapi aku pernah sekali dua nonton blue film dan ngerti yang diminta dia pasti lobang pantatku Jantungku semakin berdebar debar antara pingin dan takut (pingin ngliat barangnya, takut sakit kalau digituin) “ Aku belum pernah….pasti sakit sekali ya ? aku hisap aja ya ?” “ Emang pernah…? Ngisep…? “ “ Nggak, tapi khan sering nonton blue film “ “ Nggak jijik ?” “ Nggak, aku pingin nyoba, mas pernah diisep nggak ?” “ Ha..ha..ya tiap hari dik, itu mah hobbynya istriku , tapi diisep ama cowok sich belum pernah“ “ Mau coba ?” “ Ha..ha..nantang nich…boleh….boleh…itung2 buat variasi, tapi setelah itu aku pakai kamu ya ? kalau cuman diisep kurang afdol, sakitnya cuman sebentar kok …setelah itu enak, percaya deh…istriku aja dulu juga begitu, pertama katanya ngeri setelah itu minta tiap hari….kamu punya body lotion ? kalau ama body lotion nggak sakit..” Melihat aku yang terdiam, dia memegang tanganku dan membimbingnya untuk menyentuh dadanya yang lebat berbulu, bulu kudukku merinding, dengan tetap memandangiku dia mengarahkan tanganku untuk mengelus perutnya, kebulu-bulu lebat disekitar pusarnya “ Gimana ? “ katanya, “ Mumpung aku lagi pingin lho, aku juga belum pernah ama cowok, tapi karena aku liat kamu manis, putih dan mulus apalagi masih perawan, mas jadi pingin, ayo …kamu kasih buat mas ya….kalau udah ngrasain punya mas kamu pasti ketagihan deh !” Sambil tetap memegang tanganku, kali ini tanganku dibimbingnya untuk menelusuri hutan belukar di bawah pusarnya yang menghilang dibalik celana pendeknya, dengan tangan lainnya dia membuka kancing celana pendeknya dan membuka separo resletingnya, sepertinya dia tidak memakai celana dalam karena yang telihat adalah rambut kemaluannya yang super lebat dan menyeruak keluar, tanganku dibimbingnya untuk masuk kecelananya, karena masih separo tertutup reslting hanya ujung jariku yang bisa masuk, dan aku menyentuh sesuatu yang hangat berdenyut-denyut keras….. Saat itu mendadak aku jadi lemas seakan tulang belulangku lepas….aku hampir merosot kalau dia tidak dengan sigap merangkulku, aku bersandar pada dadanya yang hitam sambil menengadah melihatnya….. Kulihat kepalanya semakin dekat dan tiba2 bibirku sudah dilumatnya, ludahnya terasa manis, bulu2 yang kasar dan tajam menusuk dagu dan leherku ketika dia menurunkan ciumannya keleherku, perasanku melayang entah kemana ketika dia menggigit leherku, aku hanya bisa melenguh dan mengerang. Sambil tetap memelukku dia berbisik ketelingaku : “Ayo, kekamarmu !, yang mana ? ” Aku hanya menunjuk arah kekamarku tanpa mampu berkata apa2

(Bersambung)

NGESEKS????….MUDAH AJA….

Bagi sementara orang, untuk ngeseks itu sulit…tapi gak tuh untuk aku…Untuk nyari kontol untuk diemut sih gampang banget… Yang sulit di dunia hombreng begini adalah nyari hati yang setia…itu sulit cing..!!! Aku kenal anak itu sebagai loper koran yang biasa mengantar koran ke tempatku tiap hari. Namanya Parman, anak desa, wajahnya cakep sih, apalagi kalau tersenyum nampak cute banget. Rambutnya dipotong pendek kayak mirip army gitu….ditunjang dengan tubuhnya yang emang kekar jadi deh kayak perwira-perwira gitu. Usianya masih brondong, masih 18 tahun, dia baru aja lulus dari madrasah, dan gak ada duit untuk nerusin ke perguruan tinggi. Terkadang sembari mengantar koran dia main ke rumahku. Sering pula dia minta air minum karena seharian jalan mengantar koran ke pelanggannya. Nah karena lagi gatel nih kontol, maka kugunakan kesempatan itu untuk merayu dia, apalagi rumah dalam keadaan kosong. Ortu lagi pergi ke luar kota, pulang paling sore hari, sementara saudaraku berada di rumah yang lain. “Man, bawa tabloid esek-esek gak hari ini?” tanyaku. “ Ada nih kak, mau yang mana?” Parman balas bertanya. “ Coba aku lihat “ jawabku sambil menerima tabloid yang isinya paling hanya berita kriminal dan esek-esek doang. Kisah pemerkosaan pembantu rumah tangga oleh majikannya, pembunuhan tukang ojek…wah gak begitu minat aku…sampai aku melihat berita ini…Seorang guru menyodomi 7 orang muridnya… “ Wah..ini guru doyan kontol rupanya…!” komentarku. Parman jadi ikutan melihat berita yang kubaca. “ Emang apa sih kak?” tanyanya. “ Ini.. ada guru..cowok..menyodomi murid-murid cowoknya..sampai 7 orang lagi..!” Parman nampak ingin berkomentar..tapi bingung mo komentar apa.. “ Kamu ngerti gak Man?..Sodomi?” “ Ya ngerti dikit-dikit..” “ Coba apa kalo ngerti?” tantangku. “ Ya..gituan antara cowok sama cowok !” katanya polos. “ Gituan gimana?” kejarku. “ Ng..ya gitu..ngelakuin seks..antara cowok ama cowok “ jawab Parman, kebingungan menjelaskan kepadaku. Aku hanya nyengir aja…dasar masih polos nih anak… “ Masa bisa ngelakuin seks cowok ama cowok?” tanyaku, “ Gimana caranya dong?” pancingku. “ Ya..dikocok kontolnya..dua-duanya gitu..” jawab Parman. Kulihat wajahnya memerah, malu mungkin. Aku jadi geli, “ Kamu emang pernah dikocok?” “ Gak pernah “ “ Kalo ngocok sendiri?” pancingku. Parman nyengir, “ Ya pernah sih.” “ Sering?” kejarku. Parman tambah kikuk, “ Kadang-kadang…” “ Gede gak kontolmu?” tanyaku semakin berani. Parman jadi malu dan tidak bisa menjawab. “ Kalo sering dikocok, kontol jadi gede lho Man. Apalagi cowok yang masih imut kayak kamu gini, kontolmu bisa sampai 20 senti kalo sering dikocok. Malah kalo ada yang mau ngisap tuh kontol sampai ke mani kamu…wah ukuran kamu pasti syuur deh..” Parman jadi tertarik mendengar celotehanku. “ Masa sih kak?” Aku mengangguk. “ Aku gak bohong kok, itu yang diberitakan di koran-koran dan juga di buku pengetahuan kedokteran.” Aku makin aja ngelantur, asyik juga membuat brondong muda dan ganteng kayak Parman ini terbengong-bengong. “ Emang itu beneran?” tanyanya lagi. “ Kamu mau bukti?” tantangku. “ Ng…emang ada buktinya?” tanya Parman. Aku tersenyum dan melorotkan celana kolorku sehingga kontolku yang setengah tegang langsung nongol di hadapannya. Memang kontolku ini termasuk ukuran yang big size, tidak sampai 20 cm seperti yang kuomongkan tapi 17 cm dan itu sudah membuat Parman melotot takjub. “ Gede banget ya..!!” serunya. “ Aku gak bohong kan..!” kataku dengan bangga. Senang juga melihat Parman melotot melihat kontolku yang telah menjadi tegang sepenuhnya. Begitu panjang dan besar. Aku sendiri suka dengan kontolku ini dan selalu aku mainkan setiap ada kesempatan. “ Mau megang gak?” aku menawarkan pada Parman. Antara ragu dan ingin, Parman jadi serba kikuk. Daripada kelamaan, aku mengambil langkah reaktif. Kupegang tangannya dan kuletakkan ke kontolku yang ngaceng ini. Parman mulai berani. Dia meremas-remas batang kontolku yang serta merta membuat aku menggeliat nikmat. “ Kocokin gih..” kataku. Parman tanpa dikomando kedua kali segera mengocok kontolku naik turun. Dia nampak menikmati juga permainan ini. Kontolku yang besar dan panjang ini membuat ia minat banget. Hal ini tidak kusia-siakan. Tanganku segera meraih kontolnya yang masih ada di dalam celananya. Tegang juga tuh kontol! Parman menggelinjang juga ketika aku meremas kontolnya. “ Buka aja celanamu Man,” kataku. Parman menurut saja apa yang kuperintahkan. Segera saja aku melihat kontol anak muda yang ganteng ini. Tegang dan lumayan juga ukurannya, walau tidak sebanding dengan milikku, tapi aku suka banget dengan kontol ini, nampak bersih, disunat. Dengan nafsu kuremas kontolnya dan mulai kukocok dari pelan sampai cepat. Precumnya mulai menetes melumasi kepala kontolnya. Begitu juga dengan kontolku yang telah basah oleh precum. “Copot saja pakaiannya Man.” Tanpa berkata apapun Parman kembali menuruti omonganku. Aku sendiri juga melucuti pakaianku, sehingga kami berdua seperti orok baru lahir, bugil total berdua. Aku makin bernafsu melihat tubuh Parman yang nampak kekar dengan dada yang bidang, pectoral yang menonjol sungguh membuat aku nafsu banget. Perutnya six pack, betul-betul anatomi lelaki yang sempurna. Aku benar-benar sudah tidak dapat menahan nafsu birahiku lagi. Kubimbing Parman ke sofa ruang tamu dan kurebahkan di sana. Parman hanya menurut, sungguh aku semakin senang dengan sikapnya ini. Setelah ia telentang di sofaku yang lumayan besarnya, segera batang kontolnya kujilati. Parman menggeliat ketika lidahku beradu dengan kepala kontolnya yang licin oleh precum itu. “ Enak Man?” tanyaku sembari menyelomoti kontolnya. Parman mengangguk sambil tersenyum, “He-eh…enak.” Aku semakin suka dengan anak ini. Kontolnya semakin kuat kukenyot dan kumasukkan ke dalam mulutnya sedalam-dalamnya hingga Parman mendesah menahan nikmat yang berkepanjangan. “Oooohhh…aaahhggg…masss…!!!” desis Parman sembari berkelojotan menahan nikmat karena rangsangan di kontolnya. Semakin aku mendengar desahan nikmat itu, aku semakin ganas dalam melumat kontolnya. Di ruang tamu itu terdengar jelas bunyi kenyotanku pada batang kontol Parman, ditambah rintihan nikmat dari anak muda ini. Parman mendesah-desah terus seakan habis melahap makanan dari Padang yang pedas dan panas… “ Aaaah…mas…aouhhh…aaaahh……” Batang kontol segar itu kukocok sembari kuhisap dan kutahu pasti anak muda ini tidak akan mampu menahan lama-lama air maninya…. Parman semakin kuat menggeliat, tubuhnya meliuk-liuk keenakan…Nikmatnya persetubuhan antara cowok dengan cowok benar-benar diresapi olehnya. “Aaaaggghh…!” jerit Parman ketika bendungan maninya jebol juga… Tanpa sadar ia memegang kepalaku dan tubuhnya menegang hingga hampir mencapai posisi duduk ketika air maninya menyembur berulang kali di dalam mulutku dengan derasnya. Crrooottt..croottthh… Mulutku segera penuh dengan air peju yang terasa gurih…asin..tapi nikmat… Batang kontol itu masih tetap dalam genggamanku dan mulutku masih dengan giat menyelomoti batang kontol Parman. “Aahh..ampun mas…aduh…sudah..ahhhh…mas…sudah…,” desis Parman ketika batang kontolnya tetap saja kuhisap. Memang bagi yang tidak biasa, batang kontol yang telah menyemburkan air mani pasti terasa geli sekali bila dihisap. Aku mulai menurunkan aktifitas hisapanku sehingga Parman mulai terasa rileks, tapi batang kontol itu masih tetap dalam mulutku dan tetap kuaduk dengan pelan oleh lidahku. Dasar anak muda yang kuat birahi, walau telah menyemburkan air mani yang begitu banyak, batang kontolnya tetap tegak berdiri dan seakan-akan siap untuk menyemburkan lagi air kenikmatan kedua kalinya. “Gantian dong Man, hisap kontolku kayak aku tadi.” kataku sembari mengambil posisi dihadapannya. Kontolku kusorongkan ke wajahnya. Mulanya Parman agak ragu tapi dia mulai mencoba juga. Batang kontolku mulai masuk di mulutnya dan kurasakan hisapan demi hisapan pada urat keperkasaanku itu. “Terus Man…yah..gitu..yang kuat hisapnya…yah…yah..terus..terus…,” desisku memberi semangat pada Parman dalam menghisap kontolku. Parman nampaknya mulai menyukai permainan seks di antara kami ini. Kontolku mulai dihisapnya dengan hisapan yang kuat sehingga aku mendapatkan sensasi yang luar biasa nikmatnya dan tanpa kusanggup menahan desahan demi desahan…nikmat banget… Sambil menghisap Parman kusuruh meloco batang kontolku ini dan dituruti perintahku ini dan kembali aku menjerit nikmat…dan nikmat… Mulutku tiada hentinya mendesis-desis nikmat seperti yang terjadi pada Parman tadi. Sungguh nikmat bersenggama dengan cowok ganteng ini. Dan aku tidak ingin menyia-nyiakan batang kontolnya yang menganggur itu. Sebelum aku menyemburkan maniku ke mulut anak muda ini, aku ingin merasakan kembali sensasi batang kontolnya.. “ Man, kita main 69 aja,” kataku. Parman yang tidak mengerti maksudku hanya menurut saja ketika aku mengatur posisiku di atas tubuhnya. Batang kontolku segera kubenamkan ke mulutnya yang dengan segera menghisap dengan hisapan yang kuat. Aku menggigit bibirku menahan rasa nikmat itu dan segera kuraih batang kontol yang ada dihadapanku dan segera kuhisap kontol itu. Kontol Parman yang sedari tadi masih tegak itu kuhisap sembari kuloco habis-habisan. Air ludahku membuat batang kontol itu semakin lancar dalam setiap kocokanku. Tubuh Parman kembali menggeliat bagai cacing kena bara. Namun anak ini nampaknya benar-benar telah mengerti bagaimana caranya bersetubuh dengan sesama jenisnya. Batang kontolku sembari dihisap juga dikocok olehnya. Sekarang aku yang berkelojotan nikmat dengan hal ini. Nikmat..nikmat..dan nikmat rasanya. Batang kontolku mulai berdenyut-denyut…ahhh…maniku terasa sudah mulai ingin menerobos keluar…ohhh..nikmatnya….namun aku tidak ingin keluar begitu saja sementara batang kontol dihadapanku ini masih tetap tegar. Semampuku, dengan pengalamanku selama ini, batang kontol Parman kukocok dengan cepat dan lidahku memainkan kedua bolanya. Parman yang tidak menduga tindakanku ini sampai menjerit… “Aduh..ampun mas…enak banget…oouuhhh…enak…” Aku tidak menghentikan sama sekali kocokanku malah semakin kupercepat…dan benar saja batang kontol Parman mulai terasa berdenyut-denyut dengan kerasnya. “Man..kita keluarin bersama-sama…kocok dan hisap kontolku Man..!” Parman menuruti apa yang kukatakan. Batang kontolku kembali dilumat, dihisap dan dikocok habis-habisan… Kali ini aku benar-benar tidak dapat menahan lagi air maniku. Aku begitu terangsang habis oleh anak ini, tubuhnya yang indah dan sempurna, ditambah hisapan dan kocokannya pada batang kontolku…ohh…Man…nikmatnya menyetubuhimu… “ Aaaahhhh…Man…keluarrrr…..aaaaggg “ aku mengerang kenikmatan….dan aku tidak dapat lagi mengerang ketika batang kontol Parman menyemburkan air maninya dengan deras memenuhi rongga mulutku. Tubuhku dan tubuh Parman sama-sama berkelojotan bagai belut kena api, kami menggelepar-gelepar dalam kenikmatan yang panjang. Maniku tertumpah habis di mulut Parman sedangkan mani Parman yang memenuhi mulutku segera kuteguk…begitu segar.. Setelah badai kenikmatan itu mereda, aku mencabut batang kontolku dari mulut Parman dan mengambil posisi saling berhadapan. Kutindih tubuhnya yang kekar itu, kutatap wajahnya. Aku tersenyum… Parman balas tersenyum padaku. Aku menunduk dan mencium bibirnya. Parman membalasnya. Selama beberapa menit kami saling berciuman, saling melumat menghabiskan sisa-sisa birahi dalam diri. Kupeluk tubuhnya yang kekar dan bibirku menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya, puting susunya yang merah kecoklatan kuhisap dan kumainkan dengan ujung lidahku. Parman mendesah dan menggelinjang. “Kamu suka Man?” pertanyaan yang tidak perlu jawaban sebenarnya. Karena siapapun setelah mengalami persetubuhan yang demikian nikmat, malah sampai menyemburkan mani hingga dua kali pasti akan suka dan pasti ingin mengulangi lagi. Parman mengangguk, “ Iya mas..aku suka..mas pinter banget…” “Kamu mau lagi gak besok kita beginian lagi?” Parman tersenyum dan mengangguk. Tidak perlu kuajari lagi…sejak itu Parman siap menghadapi setiap serangan pada kontolnya dan membalas pada kontolku dengan sama ganasnya. Aku suka anak muda ini, semangat birahinya yang berkobar mampu mengimbangi dengan nafsuku yang selalu bergolak.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.