Latest Entries »

Nama gw bobby, usia gw masih 17 tahun, gw adalah anak tunggal dari keluarga yang ada, sebenernya sih bukan anak tunggal karena dulu gw sempet punya saudara kembar tapi malang saudara kembar gw meninggal dunia saat kami masih berumur 8 tahun. Gw keturunan blesteran, nyokap gw asli jawa sedangkan ayah gw keturunan German.

Gw mau berbagi cerita tentang pengalaman hidup gw, ini adalah kisah nyata gw yang masuk keduia bisex , untuk semua pembaca boleh percaya ataupun nggak percaya tentang cerita gw ini,,,whatever deh.

 

Kisah ini gw alami saat gw baru masuk sekolah dibangku SMA swasta yang terkenal didaerah Jakarta. Saat itu usia gw masih 15 tahun, awal gw masuk sekolah SMA rasanya sangat membosankan, apalagi saat mengikuti kegiatan demi kegiatan saat Masa Orientasi Siswa ( MOS ), senioritas di SMA sangat dijunjung tinggi. Lepas dari MOS selama 3 hari, gw resmi jadi siswa di SMA itu, gw sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti layaknya pelajar SMA yang lain. Dikelas gw duduk sebangku bareng temen baru gw—namanya Yogi, dia anaknya asyik, baik, bahkan dia gw akuin dia tampan banget.. Seminggu sudah gw sekolah di SMA, sekolah di SMA emang beda banget dibandingkan dengan SD, SMP. Gw udah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru gw, gw merasa betah banget dengan semua yang ada di SMA, tapi disisi lain rasa seneng dan betah yang gw rasain, terselip pula rasa yang kurang enak bagi gw. Gw sama Yogi adalah musuh berat bagi cowok-cowok senior di sekolah, tak sedikit para senior mendatangi gw sama Yogi, hampir semuanya mereka mengancam kami.. Yupz,,,, sudah barang tentu gw jadi musuh bagi kakak-kakak senior gw di sekolah, mereka tidak terima dengan kehadiran gw dengan Yogi di sekolah, karena hampir semua cewek-cewek disekolah suka caper dan berusaha untuk mendekati gw sama Yogi. Bukannya gw mau bersombong ria disini, gw dengan Yogi merupakan cowok idaman bagi cewek-cewek di sekolah, kita berdua merupakan deretan cowok keren dan tampan di sekolah. Jadi tak heren jika banyak cewek-cewek di sekolah yang selalu kecentilan dan caper di depan gw dan Yogi, hal ini membuat para cowok-cowok senior gw marah karena sebagian besar pacar mereka juga sering mencoba untuk merayu gw dan Yogi.

 

Gw adalah keturunan Jawa dan Jerman, nyokap gw asli jawa sedangkan bokap gw Jerman. Jadi muka gw lebih cenderung terlihat blesteran. Dalam seumur hidup gw, gw cuma baru 2 kali berlibur ke kampung bokap gw disana. Sedangkan Yogi juga merupakan cowok blesteran dia keturunan Bali dan Canada. Lengkaplah sudah para cewek-cewek di sekolah pada kecentilan saat liat gw dan Yogi, apalagi gw dan Yogi adalah teman baik, selalu kemana-mana berdua, bahkan kita-pun duduk satu bangku.

 

 

Awalnya gw adalah cowok yang normal, gw suka dengan lawan jenis, tapi gw belum pernah merasakan pacaran , karena gw termasuk cowok yang kurang PD. Namun seiring berjalannya waktu semua menjadi berubah, kesempatan demi kesempatan, kejadian demi kejadian merubahka gw menjadi cowok yang penyuka sesama jenis.

Kejadian itu berawal dari kedekatan dan persahabatan gw dengan Yogi, lama kelamaan gw merasa nyaman, bahkan gw merasakan ingin disayang dan menyayangi Yogi, ya mungkin itu adalah perasaan seorang sahabat sejati, tapi….bukan, perasaan gw lebih dari rasa seorang sahabat atu bisa jadi itu adalah rasa ingin menjadi seorang saudara, tapi … rasa saudara juga kayaknya lebih dari itu . Namun Gw selalu menganggap Yogi sebagai saudara gw, bahkan kemanapun kita selalu berdua, entah jalan, belajar, atau sekedar makan ke kantin, tak jarang pula gw menginap dirumah Yogi, begitu juga sebaliknya. Mungkin ini disebabkan karena gw yang hidup tanpa saudara, begitu juga dengan Yogi yang selalu ditinggal oleh keluarganya, jadi kita berdua selalu merasa sepi. Yogi tinggal di Jakarta hanya seorang diri dan ditemani oleh pembantunya Mang Bari, itu juga jika siang hari, karena ketika malam tiba Mang Bari pulang kerumahnya. Bokap, nyokap serta kaka cowok Yogi tinggal di California.

 

Pagi itu adalah hari Jum’at, saat gw dengan Yogi asyik mengobrol dan bercanda didalam kelas, datanglah 2 cowok menghapiri gw dengan Yogi. Ya dia adalah Tomy dan Raka, anggota pengurus OSIS.

“ Heiy,,, sorry ganggu nih “, Tomy memotong pembicaraan gw dengan Yogi

“ Ya,,, ada apa ka ??? “, jawab Yogi

“ Gini lho,,, lo kan udah 1 bulan sekolah disini, nah kita mau ngadain acara latihan dasar kepemimpinan dengan kegiatan camping sekaligus pelantikan semua Ekskull “, papar Tomy yang menjelaskan maksud kedatangannya,

“ Emang kapan ka ?“, Yogi kembali bertanya.

“ Besok, hari sabtu, minggu sampai hari senin, lo ikutkan ? Karena cuma lo ber-2 doang yang belum kedata”,

“ Wah, mendadak banget ka infonya”

“ Infonya udah dari hari senin kemaren kali, lo berdua ajah yang dicari susah”

“ Yaudah kita berdua ikut ka “

“ OK, nih formulirnya sama buku panduan kita, disitu juga ada catetan apa ajah yang harus lo bawa “ Tomy menyodorkan 1 buku bersampul hijau yang disertai formulir.

“ Ya,,, kita pasti ikut kok ka”, Yogi antusias menjawab dengan semangat.

“ thanks,,, ya… nanti formulirnya lo kasih ke ruang OSIS ajah “, Tommy dan Raka keluar dari kelas kami.

 

Yogi merasa semangat sekali, dan dia memberikan gw satu buku beserta formulir yang tadi. Dan dia langsung mengisi formulir miliknya.

“ Lo kok kayanya semangat banget Yog ?”, gw memulai pembicaraan sambil mengisi formulir

“ ya jelas lah semangat secara camping gitu,,,di hutan pula, asyik kan ?” Yogi mejawab tanpa mengalihkan pandangannya dari kegiatan mengisi formulir tersebut,

“ Ya sih asyik pastinya yah…”

“ Ya ialah, ngisi liburan dengan camping pasti seru, lo se-tenda sama gw ajah yah Bob “

“ Pasti itu, ntar balik sekolah langsung belanja perlengkapan yah”,

“ ia…”

 

Bel sekolah bedering, jam menunjukan pukul 15:00 itu tanda jam kegiatan belajar mengajar selesai, Kami langsung pergi ke parkiran dan masuk ke mobil Yogi menuju mall untuk belanjaan perlengkapan. Setelah 3 jam berkeliling mall dan selesai belanja akhirnya kita bermaksud pulang.

“ Bob, lo nginep dirumah gw ajah yah, kita siapin semuanya bareng-bareng”, Cetus Yogi saat di dalam Mobil sambil menyetir

“ Yaudah ke rumah gw dulu yah, gw mau pamitan sama nyokap”,

Setelah gw dan Yogi ber-pamitan dari nyokap gw, kita langsung menuju rumah Yogi.

Dirumah Yogi, kita berdua langsung ke kamar dan sibuk mempersiapkan semua perlengkapan yang akan digunakan untuk Camping esok harinya, kita berdua selesai mempersiapkan perlengkapan, Yogi langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi, sedangkan gw sambil menunggu untuk gantian gw tiduran di ranjang yang sangat luas dan sambil menonton TV. Selang beberapa saat Yogi keluar dari kamar mandi dengan menggiba-gibaskan rambutnya yang gondrong dan basah, ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup kemaluannya. Kemudian ia duduk diranjang disebelahku dan sambil menonton TV acara favourite kita. Terlihat badan Yogi yang tak kalah bagusnya dari gw Akhirnya gw pun mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi yang berada didalam kamar. Saat dikamar mandi tak sengaja mata gw melihat sebuah majalah, ternyata tak lain itu adalah majalah porno milik Yogi, penasarn gw pun melihat-lihat, halaman demi halaman tak gw lewatkan utuk melihat gambar-gambar porno, kemudian gw pun langsung mandi.

 

“ Eh, nih majalah porno lo ketinggalan di kamar mandi “, gw melempar majalah tersebut kepangkuan Yogi yang masih menggunakan handuk, sama seperti yang sedang gw kenakan,

“ Gak, emang sengaja gw taruh di kamar mandi kok,” jawab Yogi yang masih sibuk matanya memelototi acara di TV.

“ Gila lo… , belom ganti baju ? “ gw duduk disebelah Yogi, sesaat gw mencuri pandangan melihat dan membandingkan bentuk serta lekukan tubuh Yogi dengan tubuh gw.

“ Ntar ah…. masih seru nih acaranya..

Kini kami berdua sibuk menonton TV dan belum memakai pakian, kami masih menggunakan handuk saja.

Jam menunjukan pukul 21:30 dan acara di TV-pun selesai. Saat itulah keisengan diantara kami mulai terjadi, saat gw akan berdiri untuk memakai pakaian tiba-tiba Yogi menarik handuk yang sedang gw kenakan dan dilemperkannya ke atas lemari, otomatis gw bugil dan tanpa penutup apapun termasuk kontol gw. Sambil cengengesan dia berlari ke seberang ranjang. Seketika gw malu saat gw bugil, dan gw langsung mengejar Yogi dan langsung menarik handuk yang dikenakannya lalu gw lemparkan ke atas lemari juga, kini kami berdua bugil tanpa sehelai kain pun.

“ Gila kontol lo gede juga yah Bob, pasti suka coli nih hahahaaa “, Yogi tertawa

“ Ya dong, kontol lo juga gede tuh,,,” gw langsung balik entah memujinya apa mengejeknya.

“ Udah ngapain sih pake selimut segala ?”, Yogi menarik selimut yang akan gw kenakan untuk menutupi kemaluan gw, dan seketika gw kembali bugil.

“ Malu goblok…”,

“ Yailah,,,, malu sama siapa ?, cuma ada gw doang ini, gak ada cewek juga “,

“ Tapi risih tolol.., udah ah jangan bercanda kelewatan ”

 

Gw berdiri menghadap ke arah TV, tiba-tiba dari belakang Yogi memeluk gw dan seketika kontolnya menyentuh pantat gw, awalnya gw kaget dan mau berontak, tapi entah kenapa gw hanya dapat menutup mata dan mencoba menikmati.

“ YEH… KEENAKAN LO…”, tiba-tiba Yogi mendorong gw dan langsung tertawa.

“ Siapa yang keenakan, jijik banget lo dasar homo “, gw mencoba untuk menge-les

“ Anjrit enak ajah gw homo,,,lo tuh”

 

Gw duduk diranjang dengan masih tanpa menggunakan pakaian begitu juga dengan Yogi. Rasa risih gw sudah mulai hilang, lagipula untuk apa gw harus risih, gw dan yogi udah seperti saudara.

“ Bob, kontol lo panjangnya berapa ?”, Yogi kembali mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan isengnya.

“ Gak tahu, nggak pernah diukur,” jawab gw dengan BT

“ Kita ukur yuk, panjang-panjangan “

“ Gak ah, gak minat.

Tiba-tiba Yogi berjalan menuju meja yang ada disebelah ranjang, diambilnya lotion dengan merk ternama di Indonesia, kemudian ia langsung menuangkan ke tangannya dan tanpa malu-malu ia mengocok kontolnya. Gw hanya bisa melihat dan lama-lama kontol gw menegang, karena gw juga merasa terangsang melihat perilaku Yogi , gw pun melakukan apa yang seperti Yogi lakukan, akhirnya kita berdua pun coli bersama saling bertatapan dan memperlihatkan keahlian masing-masing.

“ Bob jangan diekularin dulu, kita ukur yah ?”, Yogi mengambil penggaris di meja belajar, dan diukurnya kontol milik gw. Gw sedikit risih dan deg-degan saat kontol gw dipegang dan diukur oleh Yogi.

“ Berapa Yog panjangnya ?”

“panjangnya 18,5 cm “,

“ Diameternya ?”

“ 5 cm , ukuran kontol lo tuh, nih sekarang lo ukur punya gw yah “.

Gw pun langsung mengukur kontol Yogi, dengan iseng gw tarik-tarik kontol Yogi hingga yogi kaget.

“ Punya lo panjangnya 20 cm, diameternya 5,3 cm”.

“ Gedean punya gw kan bob?”,

“ Ya… ya…”.

Gw langsung tiduran disebelah Yogi, kini kami berdua dengan terlentang saling melanjutkan mengocok kontol masing-masing. Keisengan terus berlanjut saat Yogi menuju klimaks ia mengeluarkan spermanya di badan gw, terasa hangat dan begitu banyak. Ia hanya dapat tersenyum-senyum, gw terus melanjutkan mengocok untuk menuju klimaks pula.

“ Lama dah lo,,,” Yogi langsung mengocok kontol gw

gw hanya dapat terpejam menikmati kocokan Yogi, dan akhirnya gw pun mengeluarkan sperma crot…crot..crot…

Setelah semua sampai klimaksnya, kita berdua pun tertidur tanpa menggenakan pakaian. Dalam tidur saat gw terjaga, gw berfikir jika Yogi adalah seorang Gay atau bukan ?..

 

Pagi pun datang, gw langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi Camping, saat gw asyik mengguyur badan dengan air dari shower tiba-tiba Yogi datang.

“ Mao ngapain lo ?, cetus gw

“ Mandi lah,,,”, Yogi menjawab dengan mata terasa berat untuk dibuka

“ Ntar gantian,”

Yogi tidak menggubris apa yang gw katakan, ia pun langsung mandi bersama gw..

Ia memeluk gw dari belakang dibawah guyuran air, kemudian ia menarik badan gw untuk saling berhadapan, digesek-gesekannya kontol Yogi ke kontol gw, kini kontol gw saling bertemu, dengan adanya busa sabun di daerah kontol gw, membuatnya gampang mengesek-gesekan kontolnya ke kontol gw. Gw hanya diam, karena pada dasarnya gw juga sangat menikmati ini semua, namun gw juga berfikir ini hanya bercanda atau memang…???? biarlah. Gesekan itu semakin kencang, pelukan Yogi juga semakin erat, kontol kami berduapun sudah tegang sekali. Desahan diantara kamipun mulai berbunyi, guyuran air dari shower mengiringi kegiatan gw dengan Yogi. Kita berdua merasa terangsang, Yogi menarik gw menjauh dari shower, disenderkannya gw pada tembok, ia pun mulai berani mengulum bibir gw, dan gw membalasnya dengan penuh semangat pula. Semua terus berlanjut, mungkin karena Yogi merasa capek dengan posisi berdiri, kini ia membawa gw menuju battle, tanpa berhenti ia terus mengulum bibir gw dan terus menggesekan kontolnya ke kontol gw.

 

“ Bob, balik badan deh,…”, Yogi melepaskan dekapan dan kuluman bibirnya dari gw

“ Ya, “, gw hanya menurutinya saja, gw pun berbaring dengan muka menghadap ke bawah

kini Yogi mendekap gw lagi, kontolnya ia gesek-gesekan dipantatku, setelah beberapa lama, gw kembali keposisi semula, dikulumnya kontol gw oleh Yogi dengan ganas, gw hanya bisa mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa, lalu kami melakukan posisi 69 , kita saling kulum.

“ Lo mau gw fuck gak ???” Yogi meminta gw untuk mau difuck

“ Gw belum pernah, gw takut sakit Yog ?”,

“ Sama gw juga belum pernah difuck ataupun ngefuck, mau yah ? Nanti kita gantian ?”,

“ Yaudah pelan-pelan ajah yah, “.

Yogi meyuruh gw untuk berposisi seperti anjing, ia menggesek-gesekan kontolnya yang panas diareal dubur gw, gw merasakan kenikmatan yang tiada duanya, perlahan Yogi memasukan kontolnya ke dalan dubur gw, CLEB,,, AHH!!!, gw hanya bisa teriak kesakitan saat kepala kontol Yogi masuk kedalam dubur gw..

“ sakit yah bob, ?” tanya Yogi saat gw teriak

“ Ya, Yog sakit, udah nggak usah dimasukin lagi sakit gw “,

Yogi pun menarik kontolnya yang baru masuk bagian kepalanya dari dubur gw.

“ Lo mau coba juga Bob ?”, tanya Yogi

“ Yaudah gw mau coba,”, kita akhirnya bertukar posisi, dengan dogy style gw perlahan memasukan kontol gw, sama seperti apa yang gw rasakan. Seketika Yogi menjerit saat bagian kepala kontol gw masuk ke duburnya, tapi gw langsung merasakan kenimatan yang belum pernah gw rasakan, setelah gw meminta izin kepada Yogi untuk meneruskan memasukan kontol gw kedalam duburnya, Yogi mengizinkannya hanya dengan perlahan saja. Gw pun melanjutkannya, secara perlahan kontol gw mulai masuk kedalam dubur Yogi, semakin gw berusaha memasukan kontol gw sepenuhnya kedalam dubur Yogi seiring itu pula lah suara desahan kesakitan Yogi mengisi ruangan. Saat sudah setengah bagian kontol gw masuk, Yogi meminta gw untuk menghentikannya, tapi karena kehangatan dan pijatan didalan dubur Yogi yang begitu nikmat, gw tak memperdulikan instruksi Yogi. Saat Yogi hendak berontak, spontan gw langsung mendorong kontol gw kedalam dubur Yogi dengan sepenuh kekuatan. Dan gw langsung menahan kontol gw saat semua bagian kontol gw masuk kedalam dubur Yogi, gw terus mendekap Yogi dengan penuh kenikmatan. Yogi hanya dapat menjerit dan hingga akhirnya ia terdiam, lalu perlahan gw mainkan kontol gw didalam dubur Yogi, maju mundur tapi yogi masih merasakan sakit. Saat Yogi berteriak gw hentikan goyangan kontol gw sejenak tanpa mencabutnya. Keringat mulai membasahi tubuh gw dan Yogi, dan gw langsung melakukan goyangan maju mundur lagi, sepertinya Yogi sudah tidak merasakan rasa sakit, dan gw-pun terus menambah kecepatan permainan kontol gw, gw terus menembus dubur Yogi hingga akhirnya kita berdua merncapai klimaks, CROT…CROT..CROT… gw mengeluarkan sperma didalam dubur Yogi dan gw mencabutnya, lalu diikuti Yogi memuntahkan spermanya dimuka gw CROT..CROT..CROT…rasa hangat mengguyur wajah gw. Dan gw dengan Yogi merasa lelah, kita saling beradu pandang dalam lelah dan heningnya diantara kami, gw dan Yogi merasa bingung apa yang telah kami lakukan berdua ???. Gw pun langsung memulai pembicaraan .

“ Yog… apa lo homo ?”, gw bertanya dengan sedikit takut menyakiti perasaan Yogi

“ Nggak tahu gw Bob ?”, Yogi menjawab dengan bingung sambil menyentuh duburnya yang sedikit berdarah

“ Tapi tadi lo sama gw melakukannya, kita tadi ML yog ?”,

“ Mungkin kareana ini terbawa oleh keadaan, Bob… gw sayang sama lo, gw… gw sayang banget sama lo, tapi bukan sayang seperti temen atau saudara “.

“ Gw juga sayang sama lo, perasaan gw sama seperti lo, gw sulit menggambarkan rasa sayang gw ke lo itu sebagai apa ?”

“ Yaudah, anggap ajah kejadian yang kita lakukan ini tidak pernah terjadi “

“ Ya”, gw pun menundukan kepala.

Akhirnya kami berdua mandi, dan berganti pakaian. Lalu memasukan semua perlengkapan ke dalam mobil dengan di bantu mang Bari, setelah siap Yogi memberikan kunci rumah kepada mang Bari, lalu kita pergi menuju sekolah untuk berkumpul.

Perkenalkan nama gw Rio umur gw 18 Tahun, gw sekolah di SMU Negeri di Jakarta Selatan sekarang gw udah kelas 3 dan dikit lagi pengen menempuh Ujian Nasional tapi itu masih lama, masih ada 4 bulan lagi ngehadapin UN. Sekarang lagi liburan sekolah karena abis Ujian Akhir Semester dan gw liburan hanya dirumah aja karena bokap dan nyokap gw sibuk dengan pekerjaan mereka yang padet banget paling kalo ada waktu luang saat libur nasional aja, itu aja kalo mereka gak ada janji sama rekan kerja mereka jadi lah gw sendiri trus di rumah.

Kalo dirumah paling cuman maen Basket juga Berenang dan ngajak temen temen gw maen Futsal di Senayan. Kalo udah bosen paling ngenet dirumah trus tidur deh.Dasar anak SMU banget, gw paling males jalan ke Mall kalo alasannya cuman mau nongkrong soalnya gw paling gak suka sama kegiatan yang bikin bosen itu. Pagi hari pas pertama kali libur sekolah gw udah bt karena nyokap dan bokap gak ngijinin gw tuk jalan jalan sama temen sekolah gw ke BALI tuk tahun baruan. ”Mam… Rio mau jalan sama temen ke BALI lusa tinggal beli tiket doang ma, bolehnya?” ”Duh.. Rio kamu mau ngapain di BALI disana juga lagi ada musibah kan!Kamu tahu kan Gelombang di pantai lagi tinggi tingginya jadi mama gak setuju kamu ke BALI mendingan kamu disini aja sama temen temen kamu, kamu boleh deh bakar bakaran kaya tahun lalu.” ”Mam… disini udah gak ada temen lagi mam.., meraka udah pada ke BALI hari ini makanya Rio mau nyusul mereka ma!bolehnya?”

”Duh… kamu Rio kamu kan sudah besar kamu harus turut kata Mama dong!Papa sama Mama sibuk banget ne kejar target tuk akhir tahun” seru bokap gw sambil ngotak-atik Laptop kerja dan tangannya sambil mau nelpon. ”Tuh kamu dengar kan nak!Papa aja gak setuju kalo kamu mau ke BALI!Pokoknya setelah Mama dan Papa selesain kerja ini semua kita akan berlibur di BALI dan kamu mau apa aja mama dan papa akan beliin deh asal kamu tahan nafsu kamu untuk Ke BALI sekarang gimna!” Seru nyokap gw sambil ngelus kepala gw ”Em…. oke deh!” Seru gw seneng tapi dihati cembetut juga kesel banget ”Good!Nice Boy!”Seru bokap gw sambil nutup laptop dan jalan keluar rumah tuk berangkat kerja.

”Oh… iya Rio bilang sama Bibi nanti masaknya agak lebih banyak soalnya nanti ada client Papa mau nginep disini dan bilang juga sama Bibi makanannya yang enak enaknya!” ”Ok bos!” ”Pa… tunggu Mama dong!”Seru nyokap sambil mencium kening gw dan keluar menuju mobil. Setelah nyokap dan bokap pergi kekantor gw langsung ke dapur dan kasih tahu pesen Bokap ke Bibi. ”Bi!Kata Papa nanti masaknya yang enak juga spesial soalnya ada tamu Papa!

Oh iya Bi jangan lupa beres beres tuk kamar tamu soalnya,tamu papa mau nginep Bi!Jangan lupanya Bi!” ”Oke den Rio!Sekarang Bibi kepasar dulu!” ”Ya udah, oh iya Bi!ada Mas Herri gak?” ”Ada den!Herry lagi cuci Mobil aden!” ”Ya udah!” Seru gw ke bibi dan gw langsung pergi ke halaman depan mau bilang ke Mas Herri kalo kolam renang harus dibersihin soalnya nanti ada tamu, kan gak enak kalo ada tamu rumah kotor!hehehe. Oh iya Bibi dirumah gw itu namanya Bi Hasnah dan Mas Herri itu dirumah sebagai satpam,tukang kebun juga semua semua yang berat deh. Bi Hasnah itu umurnya udah 50an lah dan Bibi Hasnah itu udah kerja sama keluarga gw udah sejak Nyokap dan Bokap Nikah dan Kalo Mas Herri ini kira kira masuk kerja pas gw kelas 3 SMP deh dan umurnya Mas Herri ini 27 Tahun masih muda tapi belum mau kawin, nyokap udah nyuruh Mas Herri kawin tapi dia bilang. ”Tunggu Tahun depan Nyonya uangnya belum terkumpul banyak!” Kata mas Herri ke nyokap dan nyokap gw ketawa aja, pokoknya di rumah gw itu semua udah jadi satu keluarga. ”Mas nanti kolam renang tolong bersihinnya soalnya nanti ada tamu Papa mau nginep disini, kan kolam udah kotor tuh!tolong dibersihinnya Mas!Oh iya Mas Her pas mas bersihin Mobil Saya ada CD Judulnya X2 gak di dalam mobil?” ”Wah den!Saya baru ngebersihin luarnya aja tuh!Nanti den saya cari CDnya deh, emang isi CDnya apa den?”seru Mas Herri sambil senyum kearah gw! ”Isi CDnya juga belum tahu mas soalnya itu punya temen yang ketinggalan di mobil!Mang Mas Herri pikir apa?Je… kotor pikirannya!Udah mas kawin deh cepet!” Seru gw sambil ketawa dan kedalem rumah ”Duh aden ngeledek ne!” seru Mas Herri sambil nyipratin busa kearah gw dan gw cepet kabur….. Setelah gw ngeledek Mas Herry gw kebelakang rumah mau olah raga dan gw ambil bola basket dan langsung kebelakang maen basket. Lagi asik asiknya maen basket mas Herri dateng dan nepak bola basket gw yang lagi gw shut ke arah ring dan bolanya kelempar ke kolam renang! ”Ya bolanya masuk kekolam renang deh!”ledek mas herri sambil ketawa ”Wah sialan loe mas!gw lagi asik maen basket ne!” ”Ya siapa suruh tadi ledekin Mas!” ”Oh bales dendam ne!Ok kalo gtu!” Seru gw dan Mas Herri senyum senyum doang sambil kedua telapak tangannya ngasih salam kaya orang sunda gtu!susah ngejelasinya pokonya kay gtu deh!. ”Mas ambil dong bolanya!gw mau maen ni!” ”Loh katanya musuh ambil sendiri dong!Kan bisa berenang!”ledek Mas Herri ke gw ”Ya udah awas aja loe nanti Mas gw bales!”seru gw sambil ngepal ke arah dia dan mas herri berlagak nangkis dan tersenyum. Akhirnya gw lepas baju gw yang udah keringatan dan gw langsung lompat ke kolam yang kotor banyak daun daunan dan Byur… suara badan gw menghantam air kolam dan langsung gw ambil bola basket gw dan gw berenang ke bibir kolam renang pas gw naik, Mas Herri nyeletuk sambil ketawa ke arah gw, ”Emang kalo pagi bawaanya nafsunya tinggi pangilan pagi aja belum kelar kelar” ”Maksudnya apa sih mas!” ”Tuh den punya aden lagi bangun gede banget tuh!” gw denger kaya gtu kaget dan pas gw liat gw lagi telanjang bulet dan kontol gw lagi konak gara gara bawaan pagi hari dan gw cepet nutupin kontol gw yang gede dengan bola, pas gw liat ke kolam celana gw lagi pengen tengelam didasar kolam.

Gw emang gak pernah pake celana dalam kalo dirumah apalagi kalo mau tidur itu adalah kesuakaan gw. ”Ye… seneng banget loe mas!awas loe bener bener gw bales semua ne gara gara loe mas!coba gka loe buang bolanya pasti gak bakal gini” ”Ye… kok salahin mas sih!salah aden dong kenapa celananya gak dikencengin dulu dan salah aden kenapa gak pake celana dalem!” ”Seterah gw dong hak gw!”seru gw sambil natap mas Herri kesel dan muka gw memerah karena malu, untung aja dirumah cuman ada gw sama mas herri aja soalnya bibi lagi kepasar. Setelah gw kesel keselan sama Mas Herri gw langsung masuk kedalam rumah sambil telanjang bulet sambil nutupin kontol gw dengan bola basket dan pantat gw gw tutupin pake tangan gw malu gila! ”Mas malu dong!hehehe”seru Mas Herri nyamperin gw yang lagi jalan ke dalam rumah sambil basah basahan, gw langsung ke belakang ambil handuk gw dan gw langsung handukan. Setelah gw handukan bola basket yang gw pegang gw lempar kearah mas herri dan dia langsung nangkep ”Je…. masih ngambek!” ”Diem agh Mas!” seru gw kesel sambil jalan ke arah kamar gw dan pas gw naik tangga tangan mas Herri narik handuk gw dan handuk gw pun lepas dengan keadaan gw telanjang gw jatuh dibadan mas herri dan muka gw dan muka dia berhadapan dan paling gw kaget bibir gw dan bibir mas Herri saling nempel. Gw diem sejenak sampai gw terasa kalau kontol gw konak dan gw langsung bangun dari tubuh mas herri dan ngedumel ”Ngapain sih mas ngelakuin kaya gini nyari bahaya aja tau gak sih!”seru gw kesel sambil ngambil handuk gw dan gw handukan ”maff den saya cuman becanda!” seru mas herri sambil menyeluput lidah dibibirnya ”becanda loe mas gak lucu!”seru gw sambil naik ke kamar gw dan mas herri nyusul ke kamar gw sambil mohon maaf karena bercandaanya bikin gw kesel.

”Den rio maffin saya den!saya cuman becanda doang!”seru mas herri sambil narik tangan gw dan berlutut kaya mau sungekman, tindakan mas Herri ne gak wajar buat gw dengan sungkeman kaya gini biasanya mas herri tahu kalo gw cuman boongan doang kalo marah ke dia tapi ne kaya beneran. ”Mas Her… apa apaan sih, awas agh..” “Maffin Mas herri dulu den!” Seru mas herri sambil megang paha gw yang terselimuti handuk dan tiba tiba aja handuk gw melorot dan kontol gw yang konak ada didepan muka Mas Herri. Mas herri yang ngeliat keadaan kontol gw yang konak tanpa gw kira kontol gw dipegang dan disepong sama Mas herri dengan cepat dan seluruh batang juga kepala kontol gw juga biji peler gw juga.

Gw kaget, ”Mas jangan, apa apa sih agh… agh…. mas!” seru gw tapi gw menikmati apa yang dikasih mas Herri saat itu sampai akhirnya gw menikmati sepongan Mas herri ke kontol gw dan ini pertama kali gw disepong dan ngelakuan seks sejenis dan saat mas Herri menikmati komtol gw, gw langsung ngelepas kontol gw dari mulut Mas herri ”kenapa den?aden suka kan!” ”egh…”anguk gw ”trus kenapa aden lepas, aden gak mau!” ”Kunci kamarmnya mas!” Seru gw dan mas herri kaya nerima perintah dan langsung dilakukan dan tubuh gw langsung ditindih oleh tubuh mas herri yang cukup atletis dengan otot tangan yang mulai terbetuk dan muka mas herri berhadapan dengan muka gw ”Ini yang mas Herri tunggu dari dulu!” ”Apa mas?” ”Mau menikmati tubuh aden yang bersih ini!” ”Nah mas sekarang Rio udah ada di depan mas herri sekarang lakuin lah!” seru gw mancing mas herri sambil memejam kan mata. Langsung mas herri mencium bibir merah gw dengan nafsu dan gw pun menikmati ciuman sejenis ini dan gw juga binggung kenapa gw dapet menikmati ciuman ini padahal gw lagi suka sama temen cewek di sekolah gw, tapi gw buang rasa itu dan gw menikmati permainan ciuman mas herri.

Bekas kumis yang dicukur menyentuh kulit pipi gw dan gw bertambah nafsu dan gw peluk erat tubuh mas herri yang masih pake kaos dan celana. Tubuh gw dicium sama Mas herri mulai dari kepala, leher, pentil gw, ketek, perut, sampe ke kontol gw dan biji gw sampai dubur gw pun dijilatin sama Mas Herri. ”Mas kenapa mas jilatin ketek dan dubur Rio, agh…. agh…” ”Enak banget den!Mas suka sama bau badan den Rio!” ”agh… mas… herr!!agh… trus mas Rio suka!”seru gw ke mas Herri yang lagi nyepong kontol gw yang cukup panjang sekitar 17 cm dan gedenya tiga jari tangan gw. ”sluprs… sluprs… sluprs…”suara sepongan mulut Mas herri yang didalamnya ada kontol gw ”Mas buka bajunya dan celananya dong agh…. agh…. Rio juga mau liat!agh… agh…” akhirnya Mas herri buka baju dan celana yang dipakai sambil nyepong gw dan mas Herri langsung ngasih kontolnya ke arah gw dan gw sama Mas Herri main 69 dan saat gw liat kontol Mas Herri yang gedenya kaya botol coca cola dan panjangnya kira kira 20 cm hal itu bikin gw panik dan takut karena ini pertama kali gw nyepong kontol.

” Kok diliatin aja den!isep aja nanti juga suka malah nambah!”seru Mas Herri sambil nyepong lagi ”Iya mas…agh… agh…!!” gw beraniin diri nyepong kontol gede ini saat gw jilat ada rasa asin diujung lobang mungkin itu namanya percum dan gw menikmati aroma jantan Mas Herri dan langsung gw embat kontol gede itu ”Sluprs… Slurps…. sluprs…. ” suara mulut gw ngejilat kontol gede Mas Herri dimulut gw tapi gak masuk semua soalnya gede banget gw gak tahan banget akhirnya gw emut kepala yang merah keunguuan dengan nafsu dan Mas herri semakin cepat nyepong kontol gw terkadang emut biji peler gw dengan rakus, ”mas… agh… egh…. Rio… agh… gak tahan mau keluar agh… mas…. Rio keluar….!Agh… agh….” Air mani gw masuk kedalam mulut Mas Herri dan masuk kedalam tubuh Mas Herri semua. Mas herri masih aja nyepong kontol gw yang mulai lemes dan masih ngeluarain air kenikmatan gw masih nyepong kontol Mas Herri yang gede itu didalam mulut gw dan Setelah kontol gw lemes Mas herri maksain kontol gw trus bangun dengan nyepong dan nyedot nyedot sampai akhirnya kontol gw bangkit lagi dan lebih kenceng dan Mas Herri semakin beringas nyepongnya dan Saat gw nyepong kontol Mas Herri tiba tiba aja kontol Mas Herri berdenyut kecang dan panas. Crot.. crot.. crot… crot… air mani Mas Herri masuk kedalam mulut gw dan banyak banget sampe gw kesedek dan gw lepasin kontol Mas Herri yang lagi ngeluarin air mani yang masih banyak dikasur gw namun langsung gw buru buru gw sepong kontol Mas Herri dan air mani yang asin sedikit manis masuk kedalam mulut gw dan gw telen semua, awal rasa yang aneh muncul tapi itu gw buang jauh jauh dengan terus menikmati kontol Mas Herri yang masih konak aja padahal udah keluar. “Mas udah agh… agh… Rio mau pergi agh.. agh… mas lepasin kontol gw agh…!” seru gw ke Mas Herri dan Mas Herri begitu kecewa disuruh ngelepasin kontol gw dar mulut dia. ”kenapa Den?aden gak mau!”

”Gak mas, gw udah ada janji sama Abi juga sama temen temen gw mau jalan!kalo mau nanti aja kalo gak kapan deh lagi!”seru gw sambil bangun dan duduk disamping Mas Herri dan memeluk tubuhnya sambil megang kontol yang masih tegak berdiri dan sambil mencium leher Mas herri. ”Ya udah den, tapi aden harus ngeluarin dulu air kenikmatan punya aden di badan Mas sambil aden ngocok!boleh kan den!” seru Mas Herri ke gw dan gw menganggukkan kepala berarti setuju dan gw coli didepan muka Mas Herri terkadang gw masukin kedalam mulut Mas Herri dan Mas Herri gak mau ngelepasin dan malah coli pake mulut hot Mas Herri dengan beringas Mas Herri nyoliin kontol gw dengan mulutnya dan Crot… crot… crot… crot…. semburan air kenikmatan kedua gw semua ditelan sama Mas Herri dan gw langsung ninggalin Mas Herri sambil coli sendiri ditempat tidur dan gw mandi bersihin badan. Sekitar 10 menit gw didalam kamar mandi dan udah wangi gw keluar kamar mandi dan gw masih ngeliat Mas Herri masih menikmati air mani yang masih ketinggalan di seprai gw. ”Den udah selesai!wangi banget den, bikin tambah nafsu!”seru Mas Herri sambil mendekat dan mencium aroma tubuh gw ”Eit… Gw udah bersih jangan loe kotorin lagi ntar malah bau kenikmatan!”seru gw sambil megang kontol mas Herri dan langsung menuju lemari dan gw berpakaian lalu gw ngambil hp.

”Mas kunci mobil dimana?”Seru gw sambil ngaca, dan jawab Mas Herri ”Ini disini ambil dong!”Kata mas Herri sambil nunjuk kearah kontol gede yang ada gantungan kunci mobil gw, dan gw dateng sambil jongkok dan ngemut kontol mas Herri dan gw dapetin kunci mobil gw ”Dasar Mas Herri!Mas tolong bersihinnya jangan sampe ada bau kenikmatan yang tertinggal nanti Mama dan Papa tahu apa yang kita lakuin!” ”Oke deh!” Setelah semua yang gw dapetin udah ada ditangan gw langsung caou pergi ketempat temen gw yang entah siapa yang akan gw datengin,sebenernya gw boong sama Mas herri mau pergi sama temen tapi karena gw takut ada kejadian yang bikin gw tambah kacau dan malah bikin gw tambah parah gw langsung ngejauh dari rumah.

Gw keluar cuman dengan celana jeans kaos juga jaket yang gak pernah gw tinggalin, gw langsung ketempat temen gw yang didaerah depok yang rumahnya diperumahan yang cukup wah untuk didaerah depok.Setelah gw pikir pikir kenapa gak ketempat Abi aja kan rumahnya di perumahan itu juga akhirnya gw ketempat Abi. Jarak dari rumah gw kedepok sekitar satu jam karena daerah depok dengan rumah gw begitu jauh dan macet pula, dalam perjalanan gw nonton tv dimobil saking bosennya gw nonton akhirnya gw buka album film gw dimobil pas gw bongkar bongkar kaset X2 itu ada ditempat album lagu. CD X2 itu punya Abi temen Tim Basket gw, Abi itu idola cewek disekolah selain gw!hehehehe Saat gw inget Abi gw inget dengan lekuk tubuh atletis yang udah berbentuk dan aroma tubuhnya yang hot banget bikin gw horny dan tambah nafsu lagi.

Awal Mula Valent Gay…..!

Namaqu Valent,sbtulnya aq it cwo yg normal dan ngak gay.
kisahqu dimulai saat liburan kenainan kelas (saat itu aq mw naik ke kelas 3 smp)
karena bosan dan ga ad acara sma sekali,aqpun memutuskan utk menginap di rumah
kk spupu aq,dya Michael 25th (indo – chinese gtu) biasa qu pnggil kak Mike,waktu itu aq nggak kepikiran
sma sekali klo kk spupu aq itu GAY.

Aq mulai curiga mw tw knapa?
suatu pagi kami bangun terlalu siang,shg kak Mike terlambat pergi kerja
karena aq memang klo mandi itu lama,jdi dy bilank “Udah barenk aj dah telat nie sma2 cwo ini”
sambil ketuk2 pintu kmr mandi.dgn menggunakan handuk yg diikatkan ke pinggang aq bka pintu
kmr mandinya dan berkata,”yaudah tpi cpet gw mw berendem”
aq langsung merasa heran karena kak Mike ngeliatin aq dri atas ke bwah,

Valent bilang ke kak Mike “Pain kak ga msuk?”
Mike ”Oh iya smpe lupa”.stelah itu kita mandi bareng,sebatas mndi bareng aj sie ga pain2.
semenjak itu setiap aq tertidur lelap,seperti ada yg memegang kontolqu,
satu malam aq pura2 klo aq dah tertidur,dan kak Mike mulai beraksi.
ternyata slama ini dya yg pegang2 kontolqu klo lgi tidur.

Aqupun langsung dan bangun,dan berkata “kk pain?”
kak Mike pun terkejut karena tertangkap basah sedang pegang2 kontolqu,
kak Mike bertanya pdaku. “valent syng khan ma kak mike?”
aq hnya bsa terdiam tanpa mengeluarkan kta2.
seperti yg sering aq dengar di film2 dy berkata ”klo diam berarti iy”
kak Mike meneruskan permainannya,bahkan kak mike memasukkan kontolqu yg
lumayan besar itu ke mulutnya.

Aqu tidak menolak karena rsanya itu enk skali.
dan keesokan harinya kami mandi bareng lagi,kali ini beda krena kak Mike
mulai ngak ragu memainkan kontolku.aq pun bertanya “kak Mike GAY?”
dy hnya diam dan meneruskan permainannya.
kak Mike melakukan itu hampir setiap malam selama aq menginap di rumahnya.
ketika malam terakhir aq menginap karena lusa haruz sekolah.

Kak Mike menyuruh agar main ke rumahnya kalau ada waktu,
klo bisa sie nginep.aq hnya mennganguk,
malam terakhir ini beda dari malam2 lainnya,
kak Mike tdk canggung sama sekali dan langsung membuka pakaiannya
di depan mataku,untuk sekian aklinya aq terpaku dan diam.
aq melihat kontol yg ukurannya sedikit lbih besar dri pnyaqu,

Kak Mike pun membuka pakaianqu satu persatu,
dar baju,celana jeansqu yg sulit dibuka (karena ujungnya sngat sempit),boxer dan terakhir
celana dalamqu.dlam hati ku berkata “koq kontol gw berdiri karena ngeliat cwo bugil?”
sambil menonton film BIRU kak MIke memainkan kontolku,
hingga kluar peju dan ditelan habis,
dan lagi2 berkata “valent syng khan ma kk”
kali ini aq mengangguk diam.kak Mike pun melumat bibirqu.

“Hah gw ciuman ma cwo”
dlam hatiqu berkata,kami berciuman agak lama,
karena pda saat itu aq langsung merespon ap yg dilakuan kak Mike,
kami pun ngobrol msh dlam keadaan telanjang bulat
Mike ; tdi valent dah bilank klo valent syg ma kk
Valent ; siapa yg bilank bgitu org valent cma mengangguk doank.
Mike ; itu kahn artinya iya
Valent ; truz knapa?
Mike ; kk minta tolong boleh?
Valent ; mita tolong ap?
Mike ; khan kk lgi ga pnya pacar,jdi kk ga ad tmen ML.
Valent ; pcar kk cwo?
Mike : iy, knapa?
Valent ; gpp.
Mike ; Valent mw kan masukin kontol Valent ke anus kk?
Valent ; klo Valent terserah kk aj.

Mikepun ngambil baby oil yg ada di meja komputer,
Valent ; kk nyimpen baby oil wat ap?
Mike ; ya buat kya gini.
kak Mike membalurkan baby oil itu ke kontolqu,dan membalukan ke lubang anusnya,
karena aq bingung mw pain,kak Mike memulai dgn mendukuki kontolqu yg sdn berdiri
tegak itu

Ah….kak Mike menjetit pelan,
dan kontolqupun masuk ke dalam anus kak Mike
Mike ; Valent gerakin maju-mundur yach,nnti kk nungging
lagi2 aq hnya mengangguk,
sumpah rasanya itu enk bgt,blum pernah qu rsakan sbelumnya

Aq merasa kalau sbentar lagi aq akn mengeluarkan peju.
Valent ; kak mw kluar
Mike ; dah kluarin aja.
dan pejuqupun kluar di dalam anus kak Mike.
stelah itu kami langsung mandi bareng lagi,
kak Mike memasukan lagi kontolqu ke dalam mulutnya,dan setelah agk lama
pejuqupun kluar lagi.

Dan kami tidur ber2 tanpa menngunakan pakaian sehelaipun.
sejak saat itu entah knapa setian aq melihat cwo cakep dikit aj
langsung membayangkan klo dy sedang ML dgnqu sma kya aq ML dgn kak Mike.
aq selalu main ke rumah kak Mike dan melakukan hal yg sma sekitar 1 bulan sekali,
sampai kak Mike pindah ke Thailand,aq sendiri dan beberapa kali mendapat
cwo baru dari www.gayindo.net.

mw knal aq add fb aq yach ; xxvalentxx@yahoo.com.
wat yg pnya blog ini,
AKU SYNG KAMU….!
^^

Sekedar Kisah Porno III (Tamat)

Sekedar Kisah Porno III

“ Ma… aku ikut ya..? “
“ Mana bisa sayang, masa Fei mesti bolos sekolah sih. “

Jawab Mama sambil memasukan tumpukan baju kedalam kopor.

“ Lagian mama juga ga bakalan lama di Jakarta nya, paling lama tiga hari, Minggu juga udah pulang lagi.”
“ Tapi aku ga mau sendirian Ma…”
“ Lha…!? Kan ada Koko yang nemenin.”
“ Iya fei tau, tapi fei pengen ikut….”
“ Ya Tuhan … Ferry, kamu ini jangan kaya anak kecil ya! Mama sama Papa itu ke Jakarta bukan buat maen, tapi nengok Bibi kamu yang lagi sakit !! “
“ Tapi … aku ga mau ditemenin sama Koko… “
“ Ferry !! Jangan bikin pusing Mama deh, pokoknya Fei dirumah sama Koko, titik! “

Mama kembali memasukan baju kedalam kopor, Ferry hanya bisa menundukan kepala lalu pergi masuk kekamarnya. Ia tahu, percuma melawan keputusan Mama bila sudah seperti itu. Tidak lama kemudian Mama masuk kedalam kamar Ferry.

“ Fei… Mama berangkat dulu ya, jangan nakal dirumah.”

Ferry berdiri dan mengantarkan kedua orangtuanya hingga kehalaman, disana Koko sudah berdiri dekat mobil, ikut mengantar kepergian orangtua Ferry. Setelah keduanya masuk, mobilpun berangkat, Ferry melambaikan tangan. Setelah menutup pagar Koko menghampiri Ferry dan mengajaknya masuk kedalam rumah…

……….

……….

……….

……….

Ferry merasa bahunya diguncang-guncang perlahan.

“Fei… Bangun, dah siang nih, mandi sana, nanti kesiangan.”

Dengan enggan ia membuka matanya, sambil menggeliat…

“ Uuh… Jam berapa sekarang? “
“ Masih jam enam lewat lima, mandi gih, tuh sarapan udah Koko bikinin. “

Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi Ferry  menyantap sarapan paginya.

“ Jam berapa pulang sekolah hari ini? “ Tanya Koko pada ferry yang tengah asik mengunyah makanan.

“ Jam setengah satu.”
“ Jangan maen dulu, langsung pulang yah. “
“ Ok. “

Setelah selesai sarapan, Ferry langsung berangkat sekolah…

……….

……….

……….

……….

Siang itu cuaca panas menyengat, Ferry melangkah gontai menuju pintu rumahnya. Sesampainya didalam, ia buka sepatu, kaos kaki dan langsung menuju kamar  untuk mengganti baju. Saat hendak menuju kamar, ia lihat Koko tengah menonton tv diruang tengah.

“ Dah pulang Fei… “ tanya Koko.
“ Yup. “ balas Ferry singkat sambil tersenyum, lalu melangkah menuju kamar.
“ Abis ganti baju makan dulu Fei.”
“ Iyaa..” Jawab  ferry dari dalam kamar.

……….

……….

Ferry yang tengah berbaring disofa melirik jam dinding, jam tiga…. Ia lirik Koko yang tengah duduk dilantai berkarpet masih asik menonton acara tv. Ia menghela nafas panjang berusaha menutupi kebosanannya.

“ Fei… “
“ uh.. iya ? “
“ Disini tiduran nya “ Ajak Koko.

Ferry beranjak dari sofa lalu pindah berbaring di karpet dengan kepala bersandar di paha Koko. Dengan lembut Koko membelai rambut Ferry.

“ Fei, tau ga…?”
“ Tau apa ? “
“ Koko tuh sayang banget ama Fei. “

Ferry hanya diam saja, berusaha berkonsentrai melihat acara tv, Koko membungkukan badannya lalu mencium kening Ferry, Ferry melirik.

“ Kok nyium.. ?”
“ Kan tandanya Koko sayang ama Fei, bolehkan sayang… ? “

Koko tidak menunggu jawaban Ferry, ia kembali mencium kening dan kedua pipi anak itu, Ferry hanya diam saja, dalam hatinya ia kebingungan harus bersikap dan bertindak apa, maka itu dia diam saja. Ia juga diam saat bibir Koko menyentuh bibirnya, tapi jantungnya berdebar semakin kencang…

Koko bergeser, dan membaringkan kepala ferry dilantai, lalu ia merebahkan dirinya sejajar dengan Ferry, lalu kemudian kembali menciumi Ferry. Bibirnya melumat bibir Ferry yang mungil dan berwarna merah muda, ia hisap satu persatu, lalu perlahan ia selipkan lidahnya kedalam mulut Ferry.

Ferry hanya diam dan membiarkan lidah koko menelurusuri setiap relung-relung rongga mulutnya, ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa, disatu sisi ia merasa ketakutan yang amat sangat, disisi yang lain ia menikmati kelembutan perlakuan Koko terhadap dirinya. Tak berapa lama kemudian…

“ Fei… kita pindah dikamar yuk.. disinikan ubin, keras, nanti punggung Fei sakit. “ ucap Koko sambil berdiri dan mengulurkan tangan pada ferry, mengajaknya untuk bangun.

Ferry meraih tangan Koko lalu bengkit berdiri, Koko meraih kedua tangan Ferry dan menyimpan mereka dipundaknya lalu ia membungkuk dan memangku Ferry seperti seorang anak kecil. Ferry mulanya menolak, tapi ahirnya mengikuti kemauan Koko. Ia merebahkan kepalanya dibahu koko saat mereka berjalan menuju kamar, dan Koko  mengusap-usap punggung ferry dengan tangan yang satunya.

Didalam kamar koko menutup tirai jendela membuat suasana kamar menjadi remang-remang ditimpa cahaya matahari yang tembus lewat tirai jendela. Lalu ia menurunkan Ferry disisi ranjang, dan ia duduk ditepinya, perlahan tangan koko menarik badan Ferry agar menjadi lebih dekat, Fery melangkah sedikit, lalu tangan Koko mendorong kepalanya agar membungkuk dan mencium Koko.

Dengann sedikit bingung Ferry berusaha membungkukan badan dan mencium Koko, ia lakukan hal yang sama seperti saat Koko menciumnya tadi dan Koko pun membalas ciuman Ferry. Sambil Koko menciumi Ferry, tangan nya perlahan menarik baju Ferry. Ciuman mereka terhenti sesaat saat Koko menarik kaos melalui kepala Ferry, setelah itu ia memberi tanda agar Ferry menciumnya lagi dan Ferry pun kembali mendekat dan mencium Koko.

Tak berapa lama Koko melepas ciumannya, dan dengan lembut ia mulai menciumi muka Ferry… menjilati kupingnya… lehernya… pundaknya … Koko memberi tanda agar Ferry mengangkat kedua tangannya keatas, perlahan ia jilati tangan Ferry lalu turun diketiaknya. Ferry menggeliat dan agak terkikik saat Koko mejilati ketiaknya yang masih belum berbulu…

Koko merosot turun berjongkok dilantai, perlahan kedua tangan Koko memeluknya, dan Koko kini menjilat dan menghisapi puting susu Ferry, terasa geli, tapi masih lebih geli saat ketiaknya dihisap dan dijilat, ia hanya sesekali menggeliatkan badannya saat puting susunya Koko hisap satu persatu, terkadang Koko menggigit perlahan putting susu Ferry yang menonjol keras…

Perlahan jilatan Koko turun kearah perut, perlahan ia jilati pusar ferry sambil terkadang menghisap nya kuat-kuat, Ferry tergelak menahan tawa saat  Koko melakukan itu. Sekarang tangan Koko mulai menarik celana Ferry, Herry hanya terdiam, tak tahu apa yang harus ia perbuat. Kesempatan itu Koko manfaatkan untuk terus menarik turun celana sekaligus celana dalam Ferry, hingga lepas, menampakan kemaluan ferry yang masih lemas terkulai…

Sesaat Koko terdiam, memperhatikan bentuk penis anak kelas lima sd yang masih mulus tak ada bulu selembarpun, warnanya masih sewarna dengan kulit Ferry yang putih, kantung zakarnya menggantung berisikan dua pelir yang kecil dan masih belum turun yang terkadang bergerak naik turun terkena udara luar. Kaki Ferry gemetar, saat tangan kiri Koko mengusap pantatnya yang bundar dan tangan kanannya menyentuh kantung zakarnya….

Koko mendongakan kepalnya menatap Ferry, sementara ferry tidak berani melihat mata Koko, ia hanya melihat kearah lain. Ia agak terkejut saat Koko mengesekan pipinya di penis Ferry, yang kemudian mulai menghisap penis nya yang lemas…

Kehangatan menyelimuti penisnya, pelahan-lahan penis itu kini mengeras dan mulai berdenyut-denyut. Bibir Koko menekan dengan lembut kulit kulup yang menyelimuti kepala penis itu, dan dengan perlahan lidahnya ia gesekan dikepala penis itu, membuat kaki ferry seakan lemas tak bertenaga menahan rasa linu diujung kemaluannya yang menjalari sekujur tubuh.

Setelah beberapa lama,Koko melepaskan hisapannya lalu membuka bajunya dan ia membimbing ferry agar rebah ditepi ranjang, Ferry menurut. Setelah ia membaringkan diri diranjang dengan kedua kaki menjuntai ditepinya, Koko mulai melepaskan celananya lalu menyimpannya dekat ranjang, dan ia mulai menjilati satu persatu paha Ferry.

Sambil ia menjilati kedua paha Ferry, satu persatu kaki ferry ia naikan keatas ranjang hingga sekarang kedua kaki Ferry melipat diatas. Setelah itu ia mulai menjilati kantung zakar Ferry yang berwarna coklat muda. Ferry hanya mendesah kecil saat lidah koko bergesekan dengan kulit kantung zakarnya, sementara satu tangan koko memainkan kulit kulupnya turun naik mengesek kepala penisnya yang sudah menjadi basah oleh air liur koko dan berwarna kemerahan.

Jilatan Koko kini turun kearah belahan pantat Ferry yang kini merekah menampakan anus ferry yang berwarna merah muda, dengan lembut ia usapkan lidahnya dianus itu, setiap jilatan Koko membuat Ferry menggeliat menahan rasa geli dan satu rasa baru yang ia dapatkan. Kemudian Koko menempelkan bibirnya dianus Ferry yang sudah basah dan menghisapnya perlahan, seluruh badan ferry mengejang dan gemetaran jadinya.

“ Uu..h… aa..hh.. “ tanpa sadar Ferry merintih.

Mendengar rintihan ferry, Koko memperkuat hisapannya, dan tangan nya menggenggam erat penis ferry yang kecil mungil namun keras…

“ Hhhppp…! “ Ferry menarik nafas saat ia merasakan sesuatu memasuki anusnya dengan paksa…

Ia menggeliatkan badan berusaha melepaskan diri, namun tangan koko dengan kuat menahan kedua kakinya yang terlipat, ia pun pasrah… hisapan demi hisapan ia terima dengan gelinjangan badannya…

Mata ferry masih terpejam saat koko mengakhiri hisapan dianusnya, nafasnya tersengal sengal, butiran keringat keluar dari seluruh pori-pori di sekujur badannya. Kini ia hanya terdiam saja saat Koko menyelipkan jarinya disela-sela lipatan pantatnya, yang terkadang jari itu diputar-putar dipermukaan anusnya. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh permukaan anusnya, dan jari Koko berusaha menekan masuk kedalam lobang anusnya.

“ Koko!!” Ferry berusaha untuk bangun, namun Koko menahannya…
“ Shh.. ga apa-apa sayang, tiduran aja yah, nanti kerasa enak…”

Ferry kembali merebahkan kepalanya, sementara Koko sibuk mengoleskan sesuatu yang dingin dan kini terasa agak lengket di anusnya, sambil terkadang sedikit memasukan ujung jarinya kedalam lobang anus ferry.

“ Kaki sama pahanya di lemesin ya sayang….” Ucap koko sambil perlahan-lahan menekan jarinya di permukaan lobang anus ferry.

Ferry yang sudah pasrah, kini merasakan tekanan lembut dari jari koko di lobang anusnya, pelan-pelan jari itu sedikit measuk kedalam anusnya…. Ia menahan nafas… jari itu terus memasukin lobang anus Ferry yang sempit, terasa sekali gesekan kulit nya di dalam anus Ferry. Ia merasa sekarang lobang anusnya penuh sesak oleh jari Koko, lalu kini jari itu mulai Koko gerakan keluar masuk dalam anusnya…. Ferry hanya terdiam… gemetar.. menahan rasa takut…..

Entah berapa lama Koko melakukan hal itu dilobang anusnya, terkadang ia berhenti sesaat, lalu menambahkan benda dingin itu kedalam anus Ferry dan kembali memasukan jarinya lalu menggerakannya kembali. Ferry hanya diam saja….

Tak berapa lama kemudian Koko berdiri dengan dengkulnya di tepian ranjang dan memperbaiki posisis badan ferri lalu mengankat kaki ferry hingga dengkul kaki itu hampir menyentuh bahu ferry, …

Kini posisi koko berada bawah pantatnya, tak lama… Ferry merasakan satu benda yang lebih besar dari jari tangan koko menekan lobang anusnya, berusaha untuk masuk….

“Ah!! Ko… Ko… Jangan!!!! “

Koko tidak menjawab, ia hamnya meneruskan tekanannya di lobang anus ferry, Ferrry berusaha menahan benda itu agar tidak masuk kedalam anusnya, tapi ia tidak bisa sebab lobang anusnya kini jadi licin. Perlahan lahan benda itu mulai membuka lubang anus Ferry yang mungil.

“AH! AH! Sssakit!”

Ferry merasa lobang anusnya semakin melebar dan otot-otot nya terasa seperti ditarik, semakin berusaha ia menahan dorongan benda itu, semakin sakit lobang anusnya terasa…

“ Udah Ko… sakit… sakit..”

Tapi Koko tidak menggubris rengekan Ferry yang kini mulai meneteskan airmata, ia bahkan menambah tekanan pinggulnya.  Lobang anus Ferrry semakin melebar dan ferry merasakan bahawa sekarang anusnya sudah dimasuki dan di penuhi oleh benda itu… ia hanya bisa pasrah dan berusaha melemaskan otot-otot di pantatnya..

Beberapa menit berlalu, seakan-akan bertahun tahun lamanya bagi Ferry. Tiba-tiba koko menghentikan tekanannya… sesaat kemudian ia menarik sedikit pinggulnya kearah luar, dan benda didalam anus ferry pun ikut tertarik keluar hingga terlepas….

Sebentar ya sayang…. “
“ Ngga.. Aku ga mau lagi.. sakit “
“ Nanti ga sakit koq, tahan ya.. Koko kan sayang Ferry… apa Ferry ga sayang sama Koko..? “

Ferry terdiam, ia lalu melirik benda itu… ternyata penis koko yang hitam lanjang dan besar… Ia terhenyak. Penis koko yang panjang itu membesar dibagian tengah nya, kini berdenyut denyut turun naik.

“ Tahan ya sayang, tadi kepalanya baru setengah yang masuk….”

Ferry memalingkan muka sambil meneteskan air mata…. Koko kembali mengangkat kedua kaki ferry dan mengarahkan penisnya di lobang anus ferry. Pelahan ia menekankan penis itu kedalam anus ferry. Ferry kini merasakan kepala penis itu sekaran meluncur perlahan didalam anusnya lalu tiba-tiba otot anusnya terasa sakit, panas…

“A..H! “
“ Shh.. than sedikit ya sayang biar masuk semua kepalanya, sedeikit lagi.. “

Koko kembali menekan penis itu  ferry merasa tekanan yang amat kuat membuat anusnya terasa makin panas dan berdenyut-denyut, rasa sakit yang tajam mendera anusnya, ia menggigit bibirnya menahan rasa sakit, saat tiba tiba, anus nya teras sangat penuh lebih penuh dari pertama tadi.

“ Nah sekarang udah masuk semua kepalanya…. Tahan ya, lemesin pantatnya….” Ucap koko sambil dengan lembut menghapus airmata dari pipi Ferry. “ Tahan ya sayang… koko sayang sama Ferry”

Rasa penuh, otot yang meregang, panas, dan rasa sakit yang tajam menjalar disekujur badan ferry membuat ia gemetar. Perlahan lalu Koko muai mengerakan ppinggul nya kedepan dan kebelakang. Kepala penis koko bergerak keluar masuk dianus Ferry, gerakan itu lambat laun bertambah kecepatannya diikut desahan yang keluar dari mulut Koko, Butiran keringat pun kini membasahi tubuh mereka berdua.

Setiap dorongan, sedikit demi sedikit membuat penis Koko yang besar semakin melesak masuk kedalam anus kecil itu, membuat Ferry harus menahan rasa sakit yang mendera anusnya. Koko memberikan tanda pada Ferry agar melebarkan kedua kakinya dan menahan mereka dengan tangan nya, sementara itu ia tidak memperlambat gerakannya malah gerakan itu semakin cepat dan penis nya terasa semakin dalam, menusuk anus anak itu.

Detik demi detik berlalu, badan Ferry yang kecil ikut begerak keatas dan kebawah saat koko menggerakan pinggulnya. Makin lama makin cepat, lobang anus ferry semakin terasa perih walaupun kini ototnya sudah tidak setegang tadi, tapi tetap saja ukuran penis orang dewasa itu terasa sangat menyakitkan. Tiba-tiba Koko kecepatan goyangannya lalu mendorong dalam-dalam pinggulnya sehingga terasa penis itu melesak masuk semakin dalam.

“ Aaah….! “ Koko melenguh sambil melengkungkan badan.

Sementara penisnya melesak didalam anus Ferry masuk, hampir seperempat dari panjangnya, Ferry merasakan aliran hangat didalam anusnya. Semakin lama terasa semakin hangat dan menjalar kebagian terdalam dirongga anusnya. Setiap kali Koko menyemprotkan air mani semakin dalam koko berusaha menekan penisnya. Ferry hanya bisa menahan sakit dibagian selangkangannya.

“ aah… a..ah…” erangan koko seakan menggema memenuhi ruangan kamar. Nafasnya kini terengah engah. Kini Koko diam tak bergerak, sementara penisnya masih berdenyut denyut menyemprotkan sisa air mani didalam anus ferry, walau tidak sekencang awal tadi. Tangannya menumpu berat badannya  yang membungkuk diatas tubuh Ferry, matanya terpejam…

Ferry berusaha memperbaiki posisinya dan lalu menekan sikut nya agar ia bisa melihat apa yang telah terjadi diselangkangannya. Sekarang ia bisa melihat dengan jelas, seperempat penis Koko yang menancap dalam anusnya, bulu yang hitam dan lebat menyelimuti penis itu, urat-uratnya terlihat mengelembung dibalik kulit.

Perlahan Koko mencabut penisnya, seiring dengan keluarnya kepala penis itu, Ferry merasa ada cairan hangat mengalir dari anusnya. Lobang itu kini terasa lembut seperti busa basah, sementara air mani koko terus merembes keluar dari lobang itu tanpa ia bise hentikan. Koko lalu mengangkat badan Ferry ketengah ranjang, lalu mengganjal pinggul Ferry dengan selimut hingga posisi pinggul Ferry sedikit lebih tinggi dari kepalanya dan kemudian merentangkan kedua kaki anak itu.

Ferry, walaupun ia merasa takut tapi kini seakan ia tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Koko terhadap dirinya, ia tidak meronta saat Koko merapatkan badannya diatas badan Ferry, ia tidak melawan saat tangan koko membimbing kakinya agar membelit pinggul Koko, ia bahkan tidak bergerak saat kedua tangan koko diselipkan dipunggungnya hingga sekarang koko mendekap badannya. Perlahan lalu Koko mulai mengarahkan penisnya yang masih tegang ke anus Ferry yang sudah basah dan licin oleh air maninya sendiri, ferry hanya diam, air matanya sudah kering, ia kini sudah tidak lagi mau melawan…

Tak lama, Ferry merasakan ujung kepala penis itu sekarang sudah menempel dilobang anusnya lagi, sedikit demi sedikit Koko menekan pinggulnya agar penis itu masuk. Tanpa kesulitan kepala penis itu kini menerobos masuk, lobang anus ferry terasa sedikit lebih longgar dibandingkan saat pertama tadi, lalu dorongan itu terhenti saat lobang anus anak itu tidak lagi bisa merenggang lebih lebar. Koko lalu menjilati leher ferry, sambil terus mendekapnya erat erat, Ferry hanya menggeliat sedikit menyesuaikan posisi pinggulnya agar lobang anusnya tidak begitu tegang.

Koko mulai menggerakan pinggulnya maju dan mundur, tak lama ia mengghentikan gerakannya, lalu perlahan ia menekan pinggulnya agar batang penisnya bisa melesak masuk lebih dalam, Ferry menahan nafasnya, rasa sakit akibat otot anusnya yang semakin meregang kini muncul kembali, penis itu sedikit demi sedikit masuk…. Lebih dalam …
Sesaat Koko berhenti, untuk menarik sedikit penisnya keluar, lalu menekannya kembali lebih dalam, ia lakukan itu terus menerus, berulang kali, Ferry hanya terdiam…

Hingga suatu saat, penis itu tidak bisa bergerak masuk lebih dalam lagi, dan lalu koko menariknya sedikit… dan mendorongnya kuat kuat…!

“ AAA..! “
Ferry menjerit, tapi tangan Koko membekap mulutnya, Ia meronta berusaha melepaskan diri, tapi  posisi badan koko yang mendekap badannya membuat ia sulit bergerak, dan koko mempererat pelukannya didada Ferry, membuat anak itu kesulitan untuk bernafas. Lalu dengan satu tekanan yang kuat, koko mendorong semua batang penisnya kedalam lobang anus ferry

“ Hffmm..MMMM!!! FFFFFFFFHHHHMMPPPPP!!!” teriakan Ferry disela sela bekapan tangan Koko….

Badan Ferry berguncang hebat disela himpitan badan Koko, Ia merasakan sakit yang demikian hebat diselangkangannya, rasa sakit yang tajam mendera perutnya, perih yang tak terkira menjalar kesekujur tubuhnya, semakin badan Ferry berguncang, semakin kuat Koko mendekap dadanya dan semakin dalam pula ia menancapkan penisnya.

Penis itu kini masuk hampir semuanya, Ferry sekarang bisa merasakan bulu kemaluan Koko menyentuh kantung zakar dan penisnya yang kini terkulai lemah. Lubang anusnya terasa perih dan panas didalam anusnya terasa penuh, rasa ingin buang air besar muncul, mulas….

Koko menarik penisnya keluar dan lalu mendorongnya kembali kedalam, rasa perih semakin hebat dianus ferry bila koko menggerakan penisnya keluar masuk. Semakin dalam dalam penis koko masuk, Ferry merasa perutnya mulas, tanpa ia sadari setiap penis koko masuk semakin dalam, sesuatu mengalir dari penisnya membasahi badan mereka berdua … rasa basah panas dan perih mengalir dari anus nya. Koko terus menggerakan pinggulnya hingga suatu saat, koko tidak lagi bisa mendorong batang penisnya lebih dalam… ia berhenti sejenak lalu koko menggerakan pinggulnya lagi kedepan dan kebelakang sebih cepat…

Ferry hanya bisa merintih dan merintih …

“ Ma..ma…”

Mata Ferry yang berair, badannya yang gemetar, rasa sakit yang mendera dan bertubi tubi membuat pandangannya gelap… suara erangan dan desahan nafas koko yang memburu menjadi bergema, warna warni kelap kelip bermunculan dalam pandangan anak itu lalu semua gelap… ia masih bisa berasakan badannya berguncang guncang, ia masih bisa merasakan hempasan hempasan di pantatnya saat koko bergerak, namun semuanya menjadi samar….

……….

……….

……….

Ferry yang masih tergolek diatas ranjang dengan tubuh telanjang membuka matanya, badannya serasa remuk, selangkanganya terasa perih, sakit dan basah. Ia berusaha bangkit dan duduk, namun rasa sakit di selangkangannya membuat ia kembali terhenyak diatas kasur, dengan badan menggigil

Ia lihat disekeliling kamar, Koko sudah tidak ada, diluar sudah gelap, hanya cahaya lampu dari ruang tengah yang remang remang menerangi kamarnya. Dari ruang tengah terdengar suara Koko tengah berbincang-bincang dengan seseorang, tak lama kemudian pintu kamar terbuka dua sosok orang dewasa masuk kedalam kamarnya dan lampu menyala …

“ Ya Tuhan!! Gila kamu Ko!!! “ Orang itu berkata. “ EDAN LU!!!”
“ Tolonglah ‘XX’ “ jawab Koko “ Aku khilaf… aku lupadiri… tolonglah keponakan ku”
“ Gua tolong lu kali ini, setelah itu gua ga mau nolong lu lagi laen kali…” Jawab orang itu dengan ketus.
“ Bawa handuk dan air hangat diember, aku mau bersihin dia, lalu kamu beresin bekas kamu “

Orang itu kemudian mendekat dan membelai rambut Ferry dengan lemah lembut, Ferry tak kuasa menahan tangisnya yang kemudian meledak tak terbendung, orang itu mendekap Ferry erat-erat…Tak lama Koko kembali kekamar dengan membawa sebaskom air hangat dan beberapa handuk.

“Ferry…” ucap orang itu lembut. “ Aku sekarang mau ngobatin kamu dulu ya sayang, tahan sedikit ya..”

Ferry hanya terdiam…

Orang itu kemudian merentangkan kaki ferry dan menguakan lipanan pantatnya, terasa olehnya sesuatu yang hangat merembes mengalir keluar dari dalam lobang anusnya. Orang itu lalu mengambil kapas dan mengoleskanya dianusnya, Ferry melirik bekas kapas tadi, ia lihat kapas putih itu berubah menjadi merah… darah. Ia semakin tersadar, lalu ia lihat ranjang tempatnya berbaring, terlihat disana beberapa bercak tetesan darah dan rembesan kekuningan bercampur sedikit gumpalan darah.

“ Tahan sedikit sayang… “ orang itu berkata setelah mengoleskan sesuatu yang dingin dianusnya.

Terasa ada benda yang menusuk anusnya dan anusnya terasa agak membengkak, lalu tiba-tiba semua rasa sakitnya hilang, lalu orang itu seperti menyentuh-nyentuh anusnya, Ferry tidak tahu apa yang ia perbuat, setelah agak lama ia menyumpalkan segumpal kecil kapas di lipatan pantat Ferry. Setelah itu selesai ia mendudukan Ferry ditepi ranjang dan mulai mengambil handuk kecil dan membersihkan badan ferry. Setelah semua selesai, kemudian ia membuka lemari pakaian dan mengambil baju lalu memakaikannya.

Ferry kemudian dipangkunya, lalu mereka duduk diruang tengah, sementara Koko sibuk membereskan kamar Ferry dan mencuci kain sprei. Ferry hanya duduk dan merebahkan kepalanya dipundak orang itu. Tak lama kamarnya semua sudah rapih seperti semula, orang itu memberikan beberapa buah pil padanya untuk diminum, ferry langsung meminumnya, lalu ia dibawa dan ditidurkan dikamarnya….

TAMAT

Terimakasih untuk Ari kekasihku tercinta yang sudah bersusah payah menuangkan idenya untuk menulis kisahku ini. Kami mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak pantas dan kurang berkenan dihati. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

Kejadian ini semua terjadi saat aku kelas lima sd, di akhir cerita ternyata Koko menghubungi temannya untuk mengobati luka di pantat ku, sampai hari ini aku masih kadang kadang suka berpapasan dengan orang itu, aku berterimakasih banyak padanya karena sudah mengobati aku dan memperbaiki pantat ku :D.

Terimakasih atas waktu dan kesediaannya untuk singgah dan membaca kisah ini.

Sekedar Kisah Porno II

Hari masih belum terlalu malam, Ferry pun masih belum merasa ngantuk. Ia lirik jam dinding diatas meja belajarnya, masih jam 9.10. Terdengar diluar kamar suara kedua orangtuanya yang sedang asik nonton tv. Ia lalu beranjak dari meja belajar dan mengambil beberapa majalah game serta buku komik dari rak disebelah meja, lalu ia naik ke ranjang dan membaca buku2 itu.

Tak berapa lama pintu kamar terbuka…

“ Fer.. dah malem, hayo buruan tidur sana. ”
“ Iya Mah… nanti sebentar lagi, belom ngantuk nih.. ”
“ Jangan lebih dari setengah sepuluh ya tidurnya, besok susah lagi dibangunin. “
“ Emang besok mau kemana? “
“ Lha..!? kan sekolah, pake nanya mau kemana…”
“ Ha ha ha ! Mam… besok kan hari Minggu…”
“ … Oh… ya udah jangan kemaleman aja tidurnya, matiin lampu jangan lupa.”

Pintu kembali ditutup dan Ferry pun melanjutkan bacaannya…

Belum lagi buku buku itu habis ia baca, rasa ngantuk mulai menyerang, ia menguap dan menguap lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk membenahi buku, lalu pergi keruang tengah, dimana kedua orangtuanya masih asik menonton tv dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan menggosok gigi.

Setelah selesai …

“ Ma, Pa .. Fei tidur duluan ya… “
“ Jangan lupa gosok gigi, cuci kaki. “
“ Udah Ma …”
“ Ganti bajunya…”
“ Iya Ma… “
“ Langsung tidur… dah malem nih liat, udah setengah sepuluh.”
“ Iya… iya… “

Setelah sampai dikamar ia menutup pintu dan membuka lemari pakaian dan memilih baju serta celana yang akan ia kenakan untuk tidur. Ia buka semua pakaian, celana dan celana dalamnya, sejenak ia terdiam… lalu memutuskan malam ini ia tidak akan mengenakan celana dalam nya, toh sudah 2 hari ia pakai, besok pagi saja ia kenakan yang baru, pikir Ferry. Ia pun lalu mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur diatas meja belajarnya, lalu meloncat ketempat tidur.

Cahaya remang remang dari lampu 5 watt kini menerangi ruangan kamarnya, Ferry tidur terlentang sambil merentangkan kedua kakinya. Ia menghela nafas… dan memejamkan mata. Tidak sampai lama iapun tertidur.

……………………

Samar2 terdengar bunyi bel pintu…

Suara orang bercakap cakap….

Terdengar pintu kamar nya dibuka…

Tapi ia tidak peduli…

Rasa ngantuk telah menguasainya …

……………………

……………………

……………………

Ferry merasa sesuatu mengerayangi celananya….

Terdengar dekat telinganya nafas yang memburu…

Sesuatu yang berat menindih bahunya …

Ia tersentak bangun dari tidurnya ….

“ Kebangun ya Fer…? “
“ Uuh…??! “

Ditengah keremangan lampu tidur Ferry menggeliat sambil mengerjapkan mata, berusaha melihat sosok yang ada dihadapanya…

“ Shh… udah bobo lagi aja…”
“ Uh..??? Ko..? “
“ Iya, ini Koko… udah Ferry bobo lagi aja…”

Ferry menggeliatkan badan manghindari beban yang memberati bahunya sambil berusaha menarik tangan koko dari dalam celananya.

“ Ngantuk Ko, jangan begini2an dong… “
“ Ya udah, Ferry sih tidur aja lagi… “
“ Iya, tapi tangan nya jangan di situ dong. “
“ Koko kan kangen, lagian udah berapa lama Koko ga liat titit Ferry. “
“ Aku ngantuk Ko…”
“ Ya sambil tidur aja udah… Sini Koko buka celananya yah, udah lama ga liat aku… 2 bulan ada kali yah…? “

Sekilas ditengah rasa ngantuk dan rasa takutnya Ferry teringat kejadian dua bulan yang lalu, saat Koko pertama kali memainkan kemaluannya waktu itu dan beberapa kejadian yang sama terjadi setelah itu… membuat ia menjadi semakin enggan, namun ia tidak berani menolak.

Tanpa mempedulikan rengekan Ferry, Koko berusaha menarik celana Ferry.

“ Jangan Ko… “
“ Kenapa.. ? Waktu itu juga ga apa apa kan..? “
“ Iya.. Tapi jangan dibuka semua… “
“ Ga apa apa.. nanti Koko pasangin lagi kalo udah beres… yah.. “

Ferry hanya bisa bersikap pasrah saat Koko menarik lepas semua celananya, ia pun berdiam diri saat tangan Koko mulai memainkan penisnya, Ferry hanya bisa memejamkan mata dan berharap semua cepat berakhir….

Koko kini mulai memainkan kulit kulup penis Ferry, perlahan ia urut urut, ia tarik kedepan dan kebelakang sambil terkadang ia mengurut batang penis Ferry agar menjadi lebih keras….

Ferry yang hanya diam menahan rasa kesal dan marahnya, tapi ia tidak berdaya apa apa, ia terlalu takut menghadapi pria yang berbadan dua kali lebih besar dari badan nya, ferry hanya bisa diam… diam.. dan diam…

“ Fer… koq ga bangun bangun tititnya? Kenapa? Ga enak ya? “
“ Iya Ko..”

Jawab Ferry berbisik di keremangan kamar….

“ Mau yang lebih enak ga…?”
“ Uh..? Ngga ah… aku mau tidur.. ngantuk…”
“ Shh… ferry bobo aja sekarang.. “

Koko melepaskan pegangannya dari penis Ferry… Ferry menarik nafas lega, ia berfikir semuanya telah berakhir, iapun lalu memejamkan mata… Namun apa yang ia pikir sudah berakhir semua salah.

Ferry tiba tiba menahan nafasnya saat sebuah rasa hangat memenuhi seluruh penisnya yang terkulai lemas. Kehangatan yang basah disertai tarikan tarikan yang membuat aliran darah dipenisnya mengalir cepat. Ferry berusaha mengangkat kepala untuk melihat apa yang tengah terjadi, tapi ia tidak bisa melihat apa apa, karena pandangannya terhalang oleh kepala koko yang berada tepat diatas perutnya.

Ia tidak tahu apa yang terjadi, ia hanya bisa merasakan suatu perasaan nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, sesuatu yang hangat basah, yang menarik narik batang penis dari ujung hingga pangkalnya. Terkadang ia bisa merasakan tangan Koko yang memainkan biji pelirnya.

Setiap Koko menundukan kepalanya, Ferry bisa merasakan bila kulit kulupnya terdorong kebawah dan membuka kepala penisnya yang kini semakin terasa lebih sensitif ditengah kehangatan yang basah, ia bisa merasakan sesuatu menyentuh kepala penisnya, bergesekan. Setiap gesekan membuat Ferry harus menahan nafas dan menengadahkan kepalanya menahan rasa yang sukar ia ungkapkan mengalir dari batang penis ke sekujur tubuhnya.

……………..

Koko tak henti mengerakan kepalanya turun dan naik terkadang cepat terkadang melambat. Saat gerakan kepala Koko melambat, Ferry merasa seluruh batang penisnya seperti hendak dicabut dari tubuhnya, membuat ia harus merapatkan kedua pahanya. Tanpa ia sadari kini nafasnya semakin terengah engah, keringat mulai membasahi kening, sebagian mengalir menetes di bantal.

Sesaat koko mengangkat kepalanya, dan Ferry pun membuka mata berusaha meliha apa yang telah terjadi. Dikeremangan lampu, ia bisa melihat, kini seluruh batang penisnya kemerahan, tegang berdenyut denyut seiring dengan detakan jantungnya, saat ia perhatikan, kini kulit penis nya menjadi basah…!?!

“ Shh.. udah rebahan lagi aja ya sayang… Gimana… Enak ga? “

Ferry hanya terdiam memalingkan muka…

Tak lama Koko mulai menundukan kepalanya, dan kini Ferry bisa mengetahui apa penyebab kehangatan yang menyelimuti penisnya. Perlahan Koko membuka mulut dan mulai memasukan batang penis yang sudah tegang mengeras dan berdenyut denyut. Dengan lembut bibirnya menyentuh kulit kulup dan perlahan mendorong kulit itu terbuka yang membuat kepala penis Ferry terdorng kedalam mulutnya yang basah.

Ferry tercengang dengan apa yang dilakukan Koko terhadap penis nya, namun ia hanya diam saja memejamkan matanya yang kini terasa panas dan basah oleh air mata. Ia tahan isaknya dan biarkan air mata itu mengalir di pipinya.

Sementara gerakan kepala Koko semakin cepat, hisapannya semakin kuat… Ferry hanya bisa mengeliat geliat merasakan sensasi yang begitu hebat mengalir dalam darahnya. Semakin ferry menggeliatkan badaan, semakin kuat hisapan Koko dipenisnya.

Air matanya mengalir semakin deras, badan ferry mengeliat tangannya meremas kain sprei, tanpa sadar ia mendesah disela isakan tangisnya. Tangan Koko meremas remas katungnya sementara tangan yang lain berusaha menyelip dibawah pantat Ferry.

Ferry kini sudah mengerti, bila ada rasa menggelitik didalam perutnya pertanda akan terjadi sesuatu yang luar biasa…. Tanda tanda itu kini mulai muncul, rasa geli didalam perutnya, sentakan2 dipenisnya, tekanan dari dalam pangkal penisnya, juga otot otot kakinya yang mulai mengejang, membuat Koko semakin memperkuat hisapan mulutnya.

Otot otot di perut Ferry mulai mengejang, penisnya terasa kini semakin panas dan menjadi lebih sensitif atas gesekan gesekan dan hisapan mulut Koko yang semakin kuat, tanpa sadar ia mengerang…

“ A..ah Ko.. udah.. udah… jangan diterusin…”

Namun Koko tidak peduli, ia malah semakin gencar mnggerakan kepalanya turun dan naik…

“ A..Aahhh..hh ! “

Erangan Ferry disertai dengan satu hentakan dahsyat ia rasakan keluar dari penisnya, tanpa sadar ia mengangkat pinggulnya menekan kearah mulut Koko yang menyambutnya dengan satu hisapan yang amat kuat. Dan pada setiap hentakan yang keluar, Ferry semakin menekan penisnya dalam dalam dimulut Koko…

Sentakan sentakan itu semakin melemah dan Ferry pun menurunkan pinggulnya, nafasnya terengah engah, keringat mengucur deras dari dahi dan sekujur tubuhnya. Koko masih belum melepaskan hisapannya dari penis Ferry yang tetap masih keras dan berdenyut denyut, ia malah sesekali memutar2 lidahnya mengesek gesek kepala penis Ferry yang menjadi sangat sensitif, membuat badan ferry bergelinjang dan gemetar menahan rasa geli dan linu yang memenuhi seluruh kemaluannya…

“ Koko… a.. ah udah.. aa..h udah Ko…”

Ferry mendorong kepala Koko dengan tangannya, perlahan Koko melepas hisapan mulutnya dari Penis Ferry diiringi dengan bunyi “Pop” terdengar. Koko berbaring disebelahnya sambil usap usap kepala Ferry yang masih memejamkan matanya. Ferry berusaha menenangkan dirinya…

Sesaat Ferry merasakan gerakan gerakan di sebelahnya… tak lama tangan Koko menyentuh bahunya membimbing dia untuk duduk disebelahnya. Ferry hanya menurut saja dan ia pun duduk dengan mata terpejam. Lalu ia rasakan tangan Koko kini ada dikepalanya menarik dia kearah depan, Ferry lalu membuka matanya …!

Dilihatnya koko yang kini tebaring dengan celana terlepas dan dihadapannya suatu benda hitam legam panjang dan berbulu tepat berada didepan mulutnya, Ferry tersentak, berusaha mengangkat kepalanya, tapi tangan Koko yang kuat menahan dan menekan kepalanya.

Ia berusaha menutup mulut saat benda itu menempel dibibirnya, tangan Koko terus menekan kepala Ferry dan tangan yang satunya mengarahkan benda tadi kearah mulutnya. Ia tidak kuasa menahan kekuatan tangan Koko, perlahan benda itu masuk kedalam mulutnya.

Ferry membuka lebar lebar mulut dan rahangnya agar penis Koko bisa masuk kedalam mulutnya. Saat lidahnya menyentuh kepala penis itu, terasa asin dan bau keringat dari bulu di pangkal penis koko begitu menyengat hidungnya membuat ia menahan nafas.

Walaupun ia sudah berusaha membuka mulutnya selebar mungkin, tapi penis Koko yang besar tetap tidak bisa muat dalam mulut ferry yang mungil, tangan koko menekan kepalanya membuat penis itu masuk hingga memenuhi rongga mulutnya terus ke tenggorokan yang membuat ferry tersedak dan hampir kehabisan nafas. Koko lalu meraih rangan Ferry dan meletakannya dibatang penis yang tersisa diluar mulut Ferry.

“Dihisap ya sayang… “ Bisik Koko.

Tangan Koko mulai membimbing kepala Ferry turun dan naik, biarpun perlahan karena ukuran penis orang dewasa yang begitu besar untuk anak kelas lima sd, membuat Ferry terkadang tersedak bila penis itu masuk terlalu dalam di mulutnya. Air liur nya mulai memenuhi mulit dan menetes ditangan Ferry yang memegang penis Koko, sebagian mengalir di bagian batang.

Entah berapa lama Ferry sudah menghisap penis Koko, tiba tiba koko memberikan tanda dengan tangannya, agar ia menghisap lebih cepat. Ferry hanya bisa menurut. Sementara mulutnya kini sudah terasa pegal, bibirnya hampir mati rasa karena gesekan gesekan dengan kulit penis Koko, punggung nya terasa pegal, tangannya gemetar, dan belum lagi rasa asin yang ia rasakan kini semakin pekat. Ferry mempercepat hisapannya. Tangan Ferry merasakan sentakan dipenis Koko yang kini semakin membesar, semakin lama semakin sering….

Tiba tiba Koko mengejangkan badannya dan mengangkat pinggulnya, membuat penisnya melesak semakin dalam dimulut ferry yang kelelahan, hingga menyentuh pangkal tenggorokan Ferry.

Ferry tersedak dan lalu sebuah rasa aneh terasa didalam mulutnya seiring dengan lonjakan lonjakan dari penis Koko. Mulutnya penuh oleh cairan yang sebagian meleleh keluar dari sela sela bibirnya, dan ada juga yang masuk kedalam lubang hidungnya. Dan sebagian lagi tertelan olehnya. Rasa yang aneh dan aroma yang menyengat bersarang dihidungnya memebuat ferry berusaha menarik kepalanya dari penis koko, tapi tangan koko menahan agar ia tidak lepas dari mulut Ferry.

Koko tidak  henti hentinya menyemprotkan air mani kedalam mulut Ferry, Ia tidak lagi mempedulikan betapa menderitanya Ferry menerima semua itu, ia tidak peduli saat Ferry terbatuk batuk dan hidungnya mengeluarkan air mani yang tersedak dari mulutnya, sesaat kemudian ia mencabut penisnya dari mulut ferry.

Nafas Ferry kini tersengal sengal, rasa lengket lendir air mani, asin, pahit dan kesat dalam mulutnya tidak mau hilang, perutnya mengejang, mulutnya ternganga lebar, ia berusaha memuntahkan apa yang ia telan tadi, tapi tidak ada yang keluar dari dalam perutnya kecuali sisa air mani yang ada dimulut, semua jatuh menetes diatas perut Koko, diatas kasur.

Kini mata Ferry terasa kembali panas… air matanya menetes… dengan lunglai ia merebahkan dirinya disamping koko dan membalikan badan membelakangi Koko, dan ia mulai menangis… dan terus menangis hingga akhirnya ia tertidur.

……………

……………

Perlahan Ferry membuka matanya, sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela kamarnya, Ia melirik disamping ranjang, Koko sudah tidak ada. Ia lalu menarik selimut dan meringkukan badan, mengingat kejadian tadi malam… Rasa marah kesal, jijik memenuhi relung dadanya. Dan ia pun kembali menangis sendiri………

THE END

===================================
Terima kasih untuk Ari my beloved boyfriend yang sudah memberikan keberanian buat ku
untuk menceritakan sekilas kejadian yang dulu pernah aku alami, juga sekaligus menulis kan kembali kisah ini. kami (ferry & ari) mohon maaf bila ada kata2 yang kurang pantas dan ungkapan2 yang hiperbola… komentar dan kritik membangun sangat disaran kan. terima kasih.

Sekedar Kisah Porno I

Siang itu, sepulang sekolah Ferry langsung menyalakan PS console nya, lalu asik bermain. Dirumah kosong, ayah belum pulang kerja, dan ibu sedang pergi keluar. Memang sih ia tidak sendirian, sebab ada sepupunya yang ia selalu panggil Koko menemaninya. tak lama setelah Ferry asik bermain, Koko muncul dari ruang belakang dan duduk disampingnya.

“ga makan dulu Fer?”
“ga ah nanti aja”
“nanti sakit perut lho”
“ga laah”

Koko merapatkan duduknya dan berada tepat di belakang Ferry, Ferry pun dengan santai merebahkan sandarannya di dada koko.

“fer…”
“apa?”
“dah pernah liat gambar bokep belom?”
“haha, belom pernah, kenapa emang?”
“ga apa2, pengen tau aja koko, mau liat ga?
“ga ah… mana boleh q kan masih kecil… tar kena marah si mama”
“ya.. ga usah bilang2 mama dong, mau liat ga?”

jawab Koko sambil mengeluarkan hapenya dari kantong.

“emang koko punya?”
“ia… mau liat?”
“mmm boleh, tapi jangan blang2 mama yah, tar kna marah aku.”
“ialah, lagian ngapain koko mesti bilang2 ama mama… tar yah”

koko menekan tombol2 hapenya, lalu tak lama ia berikan pada Ferry… sejenak ferry tertegun melihat gambar2 yang ada didalam hp itu, matanya terbelalak, mulutnya ternganga..

“woow…”
“kenapa..”
“kayak gitu yah punya perempuan itu, hihi lucu”
“baru tau yah…?”
“ia…”

jawab ferry sambil menekan tombol di hp untuk melihat gambar2 yang lain, tak lama ia terhenti…

“WOOOW!! mereka lagi apa!?!”

ujar ferry sambil menunjukan gambar sepasang laki2 dan perempuan yang sedang melakukan hubungan sex.

“oo.. itu yang disebut ngentot…”
“iih… aneh…”

ia kembali gambar selanjutnya….

“IH..! IH…! itu muka cewenya kenapa koq ada putih putihnya?”

ferry menunjukan photo wanita yang sedang tengadah menganga kan mulutnya dan dipenuhi oelh cairan putih disekeliling mukanya….

“yang putih2 itu namanya aer mani”
“aer mani itu apa?”
“aer mani itu isinya sperma, semua cowo punya aer mani…”
“ooh gitu”
“kalo ferry udah bisa ngeluarin aer mani belom?”
“uh? belom tuh”
“aer mani itu keluarnya pas kalo titit kita tegang, titit ferry suka tegang ga?”
“tegang?”
“ia.. tegang itu jadi keras tititnya, kalo dah keras jadi bangun, gitu…”
“ooh, kalo cuma keras aja sih aku juga suka, tapi ga pernah sampe ngeluarin aer mani tuh”
“yaa… kan bukan cuma tegang aja kalo mau kluarin aer mani itu”
“oooh”
‘fer..”
“ya..?”
“masih inget ga yang pernah koko ajarin dulu kalo tiap mandi?”
“mmm apa yah.. lupa”
“kan dulu koko pernah kasih tau, kalo ferry, tiap mandu itu, titinya mesti di cuci, supaya ga

bau, kulit nya mesti di tarik keblakang dan disiram air lalu di cuci, inget..?”
“oo masih”
“dilakuin ga tiap mandi?”
“ia.”
“gud gud gud, bagus itu, jadi titit ferry selalu bersih, ga kotor”

……………

“fer..”
“sekarang titit nya segede gimana?”
“mmm ga tau, masih sama kayak dulu ah”
“mana bisa, dulu kan ferry masih kelas 3, sekarang kan udah kelas 5, berubah dong besarnya.”
“nggg… ia x, aku ga perhatiin, kayak nya sih sama2 aja… ga pernah di ukur, hahaha”
“fer…”
“apaa sih?”
“boleh liat ga koko?”
“idih!! aneh… ga ah, buat apa lagian!?!”
“ya bukan apa2, koko pengen tau aja pertumbuhan titit nya udah kaya apa, boleh ga?”
“jangan ah… malu..”
“lah koq malu, dulu aja ngga pake malu tuh, pas waktu serign koko mandiin”
“hiyaa … dulu, kan masih kecil, sekarang kan udah gede, malu lagi, hahaha”
” sama sodara aja malu, kan kita sama2 cowo, udah gitu kita sodara kan, kalo sama orang laen ga

apa2 malu, ama sodara sendiri aja pake malu. ayo liat coba udah segede apa…”
“haha ga ah”
“ayo laaah”

ujar koko sambil menindih ferry lalu mengelitiki nya…

“wahahaha ampun, hahaha HAHAHAHA!!! ampun!!
“ok, jadi boleh liat ngga?”
“ha ha… hiya… tapi liat aja yah..!”
“ia koko cuma liat aja, emang nya mau nyunatin ferry..”

Ferry berdiri dan lalu membuka kancing serta resleting celana seragam sd nya, lalu menarik celana dalam nya kebawah memperlihatkan kemaluannya yang masih belum berbulu..

……………….

“wah!! gede amat fer!!?
“masa sih, kecil kali…”
“ngga lah fer, ukuran segini buat anak seumurkamu itu gede sekali!!”

jawab koko sambil memperhatikan penis ferry…..

“ini segini udah bangun fer?”
“belom…”
“setengah bangun??”
“ngga.. masih lemes..”
“wih.. lemes nya aja udah gede, apa lagi kalo udah bangun… coba bangunin deh”
“dih.. aneh..”
“ya gapapa lah, sekalian udah dibuka ini, jadi koko bisa tau kalo bangun nya degede apa… coba

deh”
“ga bisa… gatau ngebanguninnya gimana”
“lha emang ga pernah di pegang2 ya tititnya?”
“suka sih… kalo lagi dibersihin sama lagi pipis”
“yah.. bukan itu maksud koko, tapi di maenin gitu… suka ga?”
“ngggg… ga pernah”
“owh… coba buka kulitnya… bisa kan?”
“bisa sih, tapi masih ada sebagian kulit yang nempel di kepalanya”
” ya ga apa2, coba deh buka, pengen tau koko”

Ferry merlahan menarik kulit kulup yang menuttupi kepala penisnya, perlahan kepala penisnya yang
berwarna merah muda mucul di sela kulit kulup nya. mengkilap terkena sinar matahari dari jendela.

“tuh liat, masih ada yang nempel kan di kepalanya, ga bisa ditarik lagi kalo gini”
“hmm gitu ya.. gapapa sih, nanti juga lama2 lepas sediri koq, koko juga dulu gitu, apalagi kalo
sering onani, lebih cepet lepas tuh kulit nya.”
“onani itu apa?”
“onani itu samadengan coli, tau ga?”
“ngga…”
“mau tau ga coli itu kayak gimana?”
“mmm sakit ngga?
“HAHA gimana ya… ga sakit sih, tapi mesti bangun dulu titit nya, coba deh bangunin…”

Ferry mencoba membuat penis nya keras.. setelah beberapa lama…

“susah ko, ga bisa… udah aja yah”
“hoh? susah gimana? sini sini… jangan sambil bediri dong, coba sambil duduk”

ujar koko sambil menarik ferry kearah sofa dan menurunkan celana ferry.

“ah jangan dong”
“gapapa, supaya lebih enak kalo celananya di turunin”

ferry akhir nya mengikuti apa yang koko katakan, dan lalu mencoba membuat penisnya ereksi….

“ko,… susah udah aja ya”
“yah gitu aja susah… gini deh, kalo koko bantuin supaya bangun gimana boleh?”

ferry diam sejenak…

lalu menganggukan kepalanya tanda setuju…

perlahan koko meraih penis ferry yang terkulai, meraba dan mengusapnya perlahan, ia lalu mengurut
bagian kepala penis yang tertutup kulit…. tak lama penis ferry mulai memberikan reaksi… darah pelahan memenuhi penisnya, menbuat ia mengeras dan berdenyut denyut seirama dengan detakan
jantungjang yang berdebar debar…

“tuh liat bangun sekarang..”

ujar koko sambil melepaskan pegangan di penis ferry.

“fer.. ini sih gede sekali!!”
“ah masa…?!?”
“ia bener lho, buat anak seumur kamu, ini gede”
“hehe ia kali ya, belom pernah liat punya orang laen sih”

………………..

“fer..”
“ia..?”
“pengen tau ga onani itu kaya gimana, mau coba ngga?”
“ga ah takut..”
“kok takut”
“takut aja…”
“kenapa takut..”
“ga tau….”
“kalo mau coba biar aku bantuin, jadi ferry langsung tau rasanya onani kayak gimana…”
“……”
“fer…”
“uh..?”
“coba ngga..?”
“….. sakit ga?”
“haha ya ngga lah”
“caranya gimana….???”
“ha ha… gini deh, supaya enak, ferry duduk dipangkuan koko, sini…”

ferry pun beranjak pindah dari sofa ke pangkuan koko….

“nah supaya leluasa, buka dulu semua celananya…. nah udah.. sini duduk…”
“ferry senderan ke dada koko, nah gitu….”
“kepalanya rebahin aja di bahu koko, yah.. jadi santai…”

Ferry mengikuti semua instruksi yang diberikan….

“ok sekarang sudah siap ya?”

ferry menggukan kepalanya….

“ok sekarang mata nya pmerem deh, jadi lebih bisa enak ferrynya… waah tititnya peyot lagi tuh…”

ferry memejamkan matanya….

sesaat ia merasa sentuhan lembut jemari koko dipangkal penisnya, yang membuat ia sedikit terkesiap dan menarik nafas agak terkejut.perlahan sentuhan itu naik ke ujung penisnya yang kini mulai memberikan reaksi. jemari koko mulai mempermainkan kulit kulip ferry perlahan…. memutarnya… meremas remas…kadang sedikit menarik narik… semua itu membuat ferry sedikit menggigil.. gemetar… sebuah perasaan baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, membuat debar jantungnya menjadi berdetak lebih cepat….

penis ferry kini sudah mengeras, urat2 nya terlihat menggelembung, dan pembuluh darahnya makin merah, membuat koko gemas… pelan pelan ia gemngeam tangnnya menutupi seluruh batang kemaluan ferry, ia remas perlahan, ia tarik2 sedikit… penis itu semakin mengeras dan berdenyut denyut…

gerakan tangan koko sekarang mulai turun dan naik, mengikuti alur batang penis ferry. nafas ferry
sekarang menjadi lebih cepat, terlebih setelah ia merasakan kehangatan genggamana tangan koko
yang semakin erat saat bergerak turun dan naik di penis nya. ferry merasa suatu sensai yang belum
pernah ia rasakan…. penisnya begitu keras, tak pernah ia merasa sekeras ini. aliran darah didalamnya terasa mengalir begitu cepat, seiring dengan gerakan tangan koko yang turun naik.

tanpa sadar otot2 badannya mengejang…

semakin lama koko mempercepat kocokan tangannya…

entah berapa lama ferry merasakan kenikmatan yang luarbiasa mengalir dalam tubuhnya, saat koko
mempercepat gerakan tangannya, ia merasa gesekan kulit kulup yang bersentuhan dengan kepala
penisnya semakin terasa menggila…

“ko… aku mau pipis…”

tiba2 ferry memecah keheningan diantara mereka, sesaat setealh ia merasakan suatu tekanan hebat
dari dalam pangkal penisnya…

“koko.. aku mau pipis nih, udah ya..”

koko memperlambat gerakan nya…

“shhh ga apa2 koq, kalo memang mau pipis, ya pipis aja”
“uh ga ah nanti basah kemana mana…”
“ga bakalan sayang… ga bakalan… shhh udah diem aja dulu yah, kalo kerasa mau pipis bilang aja, tapi jangan ditahan… biarain aja…”

ferry tidak menjawab… ia merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan sepupunya, adalah hal yang tidak mungkin bila harus menahan rasa ingin kencing… ia pikir…

koko kembali mempercepat gerakan tangan nya… dan ferry… berusaha menahan rasa menggelitik didalam perutnya juga tekanan dibagian dalam panggal penisnys… membuat ia tanpa sadar mengejangkan seluruh otot di tubuh nya… kakinya yang semula terkulai dipangkuan koko, tanpa ia sadari kini telah menjadi lurus, tegang… semua jemarinya menekuk keatas… kedua tangan nya meremas sofa…

beberapa saat kemudian…
suatu hentakan mengejutkan dia, penisnya berdenyut keras… terasa panas seluruh penisnya…

“koko….”
“shhhh….”‘
“aah… mau pipis lagi… aahhh..!!!”

diluar kendalinya penis ferry kini berdenyut keras!…setiap denyutan di setrai tekanan dan hentakan dari dalam perutnya….

“shhh… tenang ya fer… tuh bentar lagi pasti keluar… koko liat kepalanya udah merah banget.. bentar lagi fer.. jangan ditahan yaa… biarin aja keluar…”

pernyataan yang tidak masuk akal… mana mungkin… ferry berusaha menahan semua tekanan, senttakan yang ia rasakan di penisnya… semakin ia bertahan.. semakin kuat pula hal itu terjadi…

tiba2…!!!
suatu hentakan besar menekan, membuat ferry menahan nafas, penisnya berdenyut keras dan menyentak kuat dalam genggaman tangan koko, otot2 badannya menegang meregang..!

……………………

sentakan demi sentakan keluar begitu saja tanpa kuasa ia tahan… penis nya berdenyut denyut, menyentak nyentak mengeluarkan sesuatu yang semestinya belum boleh ia keluarkan, sejenak.. semua nya menjadi gelap…

…………………….

ferry membuka matanya pelahan… nafasnya memburu, terengah engah, keringat mengucur dari dahinya… merlaha ia membungkukian badan melihat apa yang telah terjadi…penisnya sekareang tidak sekeras tadi lagi, tapi sesekali masih tersisa sentakan lemah berdenyut2. kulit penisnya kini berwarna kemerahan diatas telapak tangn koko… perlahan koko menarik kulit kulup membukakan kepala penisnya yang kini berwarna merah gelap dan mengkilat seperti dilapisi cairan bening…

“aah… lepasin ko, linu… tutup lagi…”

rintih ferry, koko mengembalikan kulit kulup ketempat semula dan berbisik di telinga ferry…

“selamat ya sayang, adik ku sekarang sudah bisa ejakulasi, belum ada air maninya, masih kering, tapi ferry sekarang udah bisa ejakulasi… selamat ya sayang…”

ferry hanya diam… lalu berdiri mengambil celana yang teronggok dilantai lalu mengenakan nya kembali…

“ko.. aku ke kamar dulu yah….”

ferry berjalan menuju kamar…

“fer..”

“…”
“ferry… kamu ga marah kan..?”
“…”

koko bediri dari sofa berusaha mengejar ferry… tapi pintukamar ferry sudah tertutup dan dikunci.

“the end”

Terima kasih untuk Ari my beloved boy friend yang sudah memberikan keberanian buat ku
untuk menceritakan sekilas kejadian yang dulu pernah aku alami, juga sekaligus menulis kan kembali kisah ini. kami (ferry & ari) mohon maaf bila ada kata2 yang kurang pantas dan ungkapan2 yang hiperbola…

yang tidak diketahui oleh koko adalah; setelah pintu kamar dikunci, aku menangis sejadi jadinya, aku merasa benci, marah, jijik, kesal, jengkel.

Deritaku Pertama Dientot

(SESAMA PRIA)

Cerita ini ditulis berdasarkan pengalaman salah seorang pembaca yang ingin berbagi pengalamannya.

Namaku Igun Setiawan tinggal di Cikupa, Tangerang. Kejadian kali ini kualami tanggal 28-05-2009. Aku akan cerita yang sebenarnya tanpa menambah bumbu apapun meskipun gak seru. Harap maklum. Malam itu jam 8 aku rela meninggalkan anakku yg masih 5 tahun tidur sendiri. Aku pergi ke pangkalan ojek Jabarud daerah Cikupa untuk menemui Erwan, 25 tahun, anak Pasar Kemis yang janji akan ngentotin aku lewat sms2nya. Setelah tiba kulihat ada pria dengan tinggi sekitar 160cm dengan wajah yang lumayan tampan. Langsung kuajak kekontrakan setelah berbicara sedikit. Sesampainya dikontrakan kulihat anakku masih terlelap tidur.

Langsung aja pintu aku kunci dan aku kaget karena Erwan langsung memelukku dari belakang. Tanganya lansung memegang kontolku yang masih terbungkus celana panjang Levis-ku. Mendapat perlakuan seperti itu kontan kontolku langsung ngaceng berat. Aku langsung membalikkan badan lalu bibir kamipun bertemu. Tak henti-hentinya bibir kami saling melumat dan lidah saling beradu. Desahan-desahan Erwan mulai terdengar. Sesaat aku mulai was-was takut anakku bangun karena cuma terpisah sekatan lemari. Maklumlah namanya juga dikontrakan. setelah puas berlumatan bibir. Erwan meminta aku untuk telanjang sedang Erwan sudah mulai melepas pakaiannya satu persatu. Pas dia buka celana dalam dan levisnya aku kaget karena kontol Erwan sudah ngaceng dan panjangnya sama dengan punyaku yang sekitar 15cm (tapi masih gedean punyaku).

Melihat aku bengong, Erwan menarikku dan membuka pakaian yang kupakai. Pas dia nurunin celana, dia lebih lebih kaget. “Gila kntol kamu gede banget, Gun, panjang lagi.” Baru sampai lutut, celanaku gak diturunin lagi. Aaakk, gila mulut Erwan langsung nyosor ke kontolku. “Wan, jangan kenceng2 ngisepnya. Aku gak kuat.” Kontolku rasanya sakit banget. Erwan ngisepnya sambil digigit karena saking gemesnya. Tak lama aku minta tiduran karena aku tak biasa diisep kntolku sambil berdiri. Setelah aku tiduran, lagi- lagi dia menghisap kontolku. Rupanya Erwan lebih suka mengisap kontol daripada melumat bibir. Aku gak mau pasif saja. Tanganku mulai keselangkangan Erwan dan mulai memainkan kontolnya. Lalu kubalikan tubuh Erwan. Stelah ia tidur terlentang, aku ciumi telinga, pipi dan terakhir aku lumat bibirnya. Erwan hanya meronta-ronta disertai desahan keenakan.

Puas dibibir aku langsung aku isep kontolnya yang sudah ngaceng berat. Aku mainkan lubang kencingnya dengan lidahku. “Wan, entotin aku dong. Udah gak tahan pingin ngerasain dientot ama kamu”. Mendengar itu Erwan lansung bangun. Dia mengambil Citra sebagai pelicin. Setelah ngolesin kontolnya dia langsung ngolesin pantatku. Jarinya dimasuki keanusku. Gila, geli-geli enak. “Terus Waaan. Aaahh.. enak.” Jari Erwan digerak-gerakkan didalam pantatku. “Wan, sekarang masukin kontolmu. Aku udah gak sabar.” Dalam bayanganku kalo jari aja enak, pasti kontol lebih enak. Kemudian Erwan mengganjal pantatku dengan bantal. Kedua kakiku diangkat, Erwan berlutut dan menggesek gesekan kontolnya dipantatku. Gila, anget-anget enak. “Masukin, Waaan.” Erwan tersenyum nakal dan menggoda.

Kontol erwan mulai dimasukin. Aku berdebar-debar menunggu, dan… “WAAAN SAKIIIT…..!” Tapi Erwan malah tambah nafsu. Tak kuat menerima itu, aku mendorong tubuh Erwan sampai dia terjengkang. Aku hanya meringis menahan sakit dipantat. Kulihat Erwan bangun dan mencium bibirku. “Maaf, Gun. Pelicinya kurang.” “Jangan, Wan. Gak jadi, aku gak kuat.” Emang kejadiannya begitu cepat tapi yang kurasakan hanya sakit yang luar biasa. Tapi Erwan gak mendengarkan permintaanku. Dia ngolesin pelicin dikontolnya dan pantatku, kemudian dia mulai memasukan kontolnya. Aku takut banget. Perlahan-lahan Erwan mulai mendorong kontolnya. “Wan, jangan sakiiit.” Gila, pantatku kayak dimasuki besi yang besar. Rasanya bukan panas kayak dicerita-cerita tapi seperti nancap sampai ditenggorokan.

Aku benar benar gak kuat. Aku mau mendorong tubuh Erwan tapi Erwan menyadari itu. Dia langsung memeluku dengan erat danterus memasukan kontolnya lebih dalam lagi. Tanganku memukul mukul punggung Erwan dan menjambak jambak rambutnya karena tak kuat menahan sakit. Tapi Erwan bukannya mencabut kontolnya malah tambah nafsu melihat penderitaanku. Tubuhku penuh keringat karena menahan sakit. Akhirnya kontol Erwan masuk semua. Ia mendiamkan kontolnya didalam pantatku. Rasa nikmat yang kubayangkan sebelumnya belum juga kurasakan, bahkan rasanya pantatku seperti tersumbat sesuatu dan sakit banget. “Gila, Gun. Pantat lo sempit. Enak bangeeet.” “Udah, Wan. Aku gak kuat sakit.” “Ntar dulu. Kamu belum kebagian enaknya.” Lalu Erwan melumat bibirku sambil menarik kontolnya. Sakit banget rasanya.

Dia mulai beringas dan tak memperdulikanku lagi. Erwan terus menghentak-hentakan pantatnya. Rasa sakit sampai keubun-ubunku. Aku meronta-ronta tak karuan. Air mataku keluar karena tak kuat menahan sakit. Erwan mencba menghiburku dengan melumat bibirku, tapi itu tak bisa mengalahkan rasa sakit dipantatku. Bermenit-menit aku menahan sakit dan rasa geli dan hangat mulai kurasakan, tapi itu gak lama karena aku dengar mulut Erwan mengerang panjang. Kontolnya kurasakan mengembung didalam pantatku. “Kamu gila, Guuuun. Pantatmu enak banget.” Pejuhnya menyembur didalam pantatku. Setlah Erwan terdiam sebentar menikmati yang ia dapat, dia mencabut kntolnya. Aku hanya terdiam.

“Maafkan aku, Gun. Aku belum bisa memberi kenikmatan yg kamu ingin.” Pantatku terasa sakit lalu kupegang. Aku kaget banget pantatku banyak darah bercampur pejuh. Erwan meghiburku dengan mengambil posisi 69. Dia masukan kontolnya kemulutku dan menghisap kontolku. Setelah kami sama sama keluar pejuh, kami berdua saling menelan peju itu.

Jam 10 Erwan pulang. Stelah kejadian itu setiap buang air besar aku selalu menahan sakit dipantat. 2 hari setelah kejadian itu Erwan gak mau aku hubungi lagi. Tapi aku tak merasa sakit hati karena aku dah percaya dari pertama terjun ke kehidupan gay bahwa tak ada cinta gay yang abadi. Itulah pengalaman pertama aku dientot ma cowok.

Bagi gay yg belum pernai dientot, berhati-hatilah karena knikmatan itu gak langsung kita dapat b ke no ku da egitu saja. Itu dari pengalamanku. bagi yang mau isep isepan kontol dan entot e-mailku saja. Baik tua, muda, tampan, jelek, aku gak masalah. Aku tunggu di igunsetiawan@ovi.com.

Sblon’ye gw mau ngenalin dlu zpa gw,
nma gw ade,skarang umur gw 17 mau 18th,gw mcih sk0lah di slah satu sekolah swasta trnma di daerah bogor barat,,gw anak ke 7 dr 8 brsaudara (bnyak bgt? Tp gpp lah,bnyak anak bnyak rzkiii) n’ gw satu2′y anak cwo dr 8 brsaudara tsb,
dr kcil gw pling dket sma ibu gw,n gw pling ska tmenan sma cwe geto,gw jg g tau knpa,mngkin krna fkt0r lingkungan fmily jg x yee,,,
c0z xlo kmpul2 ma tmen2 cwe gw ngrsa xlo gw da d rumah,y scra anggta fmly gw cwe smua,kcuali b0kap gw yg sbuk ngrusin tneman2′y d keb0n,,
wkt kcil gw sma kakak2 gw n tak ktinggalan kdua ortu gw xlo mlem2 tdur’y d ruang tv/ruang tamu,c0z d h0s gw cm da 3 kmar,n k’3 kmar ntu di huni kakak2 gw yg dah lyak nmpatin’y (mksud’y kk2 w yg pling gde2),jd sisa’y d ruang tv ato d ruang tmu geto,,trz xlo pas mlem dtang gw ska dagdigdugserr (maksud’y degdegan bok),c0z gw ska pnsaran sma sesuatu yg mnggunung di selangkangan b0kap gw,,tp gw bl0m brni bwat ngaduk2′y (ngaduk2? Ngrba za l0m brni),c0z gw tkut xlo ktauan,,dg rsa pnsaran gw tdur za,,tp mlem brkut’y gw mmbranikn dri utk megang gudukan yg da d slangkangan bokap gw ntu,,prtma gw cba letakn tngan gw d atas gndukan b0kap,tak ada reaksi,slnjut’y gw mlai ngrmes2 tu gndukan,,bkap gw sdkit mnggeram,scra otomatis tngan gw lpasin dr gndukan n pra2 tdur (tkut cuy,tkut ketauan),stlah suasana jd tnang gw cba yg lbh mnantang,dg memasukan tngan gw kdalem slngkangan bkap (degdegan bgtz gw),tp gw truz lnjutin usha gw utk mngthaui apa sbnr’y yg da d dlam sna,dan stlah susah pyah ahir’y rsa pnsaran sy trjwab,trnyata sesuatu yg mnggunung di slangkangan b0kap gw ntu k0nt0l’y yg lg ngaceng,ukuran’y gde n pnjang bgt d bnding k0nt0l gw pas kcil dlu,,
tp apakah pra pmbaca tau  stlah sy tmbuh bsar n dwasa? Anda bnran pngen tau?
Xlo bnran pngen tau,krim prtnyaan pra pmbaca ke e-mail gw y,ni alamate,adenche.hbr@ovi.com,
dan gw jg mch pnya bnyak crita2 h0t yg laen,(mcih lnjutan’y ceeeh),
n bwat pra pmbaca yg pnya sran & kritik lngsung za d krim ke e-mail gw,0cay.
——————————

——————————–
Sync on Ovi: Take your office with you, wherever you go
http://www.ovi.com/services/signin?noPassive=1

” Kak, ini ada vcd jatoh di kamar papa ” kata adek kecil gw menyerahkan sebuah vcd tanpa cover ataupun gambar. ” Vcd apa Go? ” kata gw kepada Yogo. Yogo adalah  adek kecil gw yang waktu itu masih berumur 8 tahun, sedangkan gw berumur 10 tahun. ” Yogo ngga tau kak, kenapa nggak di puter aja kak diatas ” gw mengiyakan saja ajakan Yogo untuk memutar vcd tersebut di lantai dua rumah kami. Saat itu kebetulan orang tua kami sedang berada di bawah, karena ada keluarga jauh yang datang untuk berkunjung. Sedangkan pembantu di rumah sedang sibuk memasak di dapur untuk persiapan makan malam. Gw masukin vcd tersebut kedalam playernya. Setelah loading beberapa lama, akhirnya keluar judul filmnya, saat itu gw masih inget judulnya filmnya “Sex Oil”. Dasar emang masih pada bocah, kita belom ngerti apa-apa saat itu. Film pun berlanjut ke adegan pria dan wanita yang sedang melakukan hubungan sex. Kami kaget sekali saat ibu kami, tiba2 ada di belakang kami dan teriak. dia memarahi kami karena kami menonton film yang seharusnya belom boleh kita tonton saat itu. Tapi ibu tidak terlalu ambil pusing karena di tau saat itu kami masih kecil belom mengerti apa2. Malemnya gw gelisah ngga bisa tidur gara2 film tadi. Gw memain2kan burung gw yang mengeras akibat film yang tadi kita tonton berdua. Karena penasaran, gw bangunin adek gw ” Go, kita coba adegan kayak film tadi yuk, emang rasanya gmn yah?” bujuk gw ke Yogo, ” Tapi kan kak, tadi adegan nya cowok sama cewek” kata Yogo, ” Gpp, kita coba aja dulu, ayo buka celana kamu Go”. Dengan polosnya yogo membuka seluruh pakaiannya atas perintah gw. Setelah kami full naked, gw tindih badan Yogo, kemudian gw mulai menggesek2kan penis gw ke penis Yogo, dengan cara memaju mundurkan badan gw. Rasanya enak dan geli pikir gw saat itu, gw liat adek gw pun kliatan keenakan. Kami berdua mengakhiri kegiatan tersebut setelah mencapai klimaks, tapi karena masih kecil belum ada cairan yang keluar. Setelahnya kami berdua tidur berpelukan dan melupakan kejadian semalam, dan merahasiakannya. Sepuluh tahun tak terasa berlalu, sekarang gw berumur 20 tahun, dan mempunyai perawakan yang tinggi dengan badan setinggi 176 cm, dan berat badan 68 kg, kulit gw berwarna sawo matang bersih, karena gw sering ikutan exskul basket dulu di SMA, sehingga badan gw cukup kencang dan lumayan atletis. Malem itu pulang dari kegiatan di kampus, gw ke kamar adek gw si Yogo, yang sekarang berumur 18 tahun, kulitnya putih bersih, karena dia ngga pernah keluar rumah, badannya yang tegap dan tinggi ia dapatkan dari hasil berenang, makanya ngga aneh kalo dadanya begitu bidang dan terbelah. aku mendekati Yogo yang saat itu terlihat serius sekali sedang membaca sebuah novel, ” serius amat lu” kata gw, ” Apaan sih lu, nganggu aja ah” bentak Yogo. Entah kenapa saat itu gw liat Yogo begitu horny sehingga burung gw tegang banget, ” Go, kemaren gw nemu vcd lho, di tumpukan barang yang mau dibuang ibu” kata gw, ” Vcd apa kak” , ” Ngga tau Go, makanya kita liat aja yuk ! ” , ” Yaudah, mau liat dimana nih?” tanya Yogo ke gw, ” Disini aja deh Go, kamar gw lagi berantakan bgt, gmn? ” . ” Yaudah, puter aja tuh di laptop gw”. Vcd yang kita masukin ternyata adalah film yang waktu kami kecil tonton berdua, yaitu film bokep yang perdana kami tonton saat kami masih polos2 nya saat itu. Gw liat adek gw gelisah bgt, dan terlihat sekali tonjolan di boxer biru muda yang dia pake. Gw pun sama gelisahnya dengan adek gw, gw udah bener2 ngga tahan dengan nafsu gw waktu itu. Setelah filmnya habis, gw kunci pintu kamar adek gw. ” Kak, kenapa dikunci sih kak? ” , ” Go, gw jadi kepengen berat nih, gara2 film tadi” , ” Iya kak, coba ada pacar kita ya kak, bisa kita kerjain haha”. Gw ngga hirauin kata2 Yogo, gw matiin lampu kamar dia, dan nyalain lampu kecil, sehingga suasana kamar menjadi remang2. ” Kak, lo mau ngapain?” , ” Malem ini, kita lakuin apa yang kita lakuin dulu ya, Go”, ” Maksud lo kak?”, gw langsung meluk adek gw, gw jatuhin dia di kasur, gw buka baju dan celana dia, sehingga yang tersisa hanya CD nya yang berwarna biru. ” Kak, pelan2 nanti ketahuan ibu” , ” Gw jilatin puting dia, sementara tangan gw merogoh bagian dalam CD, yang udah banjir cairan precum. Dia hanya mengerang keenakan penisnya gw kocokin. Akhirnya dia ambil alih dan membuka baju gw dan celana gw, sampai gw full naked tanpa sehelai benang pun, dia cium bibir gw dengan liar, kita melakukan french kiss. ” Go, gw ML lo ya?” , ” Takut sakit kak!” ,” ” Gpp, ntar juga enak” , adek gw hanya mengangguk, kakinya gw angkat ke pundak gw, pantat dia gw tahan dengan bantal, dan gw ludahin anus dan penis gw. “Siap y go” , “Pelan ya kak” , penis gw gw coba untuk masukin ke anus adek gw yang sempit, akhirnya setelah 10 menit mencoba penis gw masuk seluruhnya, adek gw mengerang, buru2 gw sumpal mulutnya pake mulut gw, gw cium dia agar erangannya tidak terdengar ibu di lantai bawah. Gw genjot pantat gw maju mundur sambil mulut kita berciuman. Keringat membanjiri tubuh kamu berdua, yang judtru menambah nafsu diri gw, gw liat adek gw juga nafsu, soalnya dia gw anal. Gw ngerasa gw sebentar lagi mencapai klimaks ” Go, gw mau keluar nih” , ” Bentar kak, kita keluarin bareng, keluarin di dalem aja ya kak ” , akhirnya badan gw serasa melayang pas sperma gw keluar di anus adek gw, cret..crett..crett,, “hah,,hah,,hah,,” nafas gw terengah2 begitu juga adek gw. adek gw telat keluarin sprema dia, jadi gw kocokin penis dia, hingga akhirnya sperma nya muncrat ke perut dia ” ahhhhhh……..”erang adek gw. Gw jilat habis sperma dia da kucium bibirnya biar dia ngerasain sperma nya sendiri, ” Gila kak, tau gini, dari dulu aja kita lakuin” , ” Iya go, gw juga nyesel baru sekarang” gw tertawa, lalu terbaring di sebelah adek gw, gw cium kening ade gw yang banjir keringat dan dia hanya membalas ciuman gw dengan bibirnya yang merah muda. esoknya kami mekakukan nya di ruang tv sambil nonton bokep gay, soalnya orang tua kami sedang ada acara keluarga ke palembang.

3 In 1

“Mobil kamu mana Ric?” Tanya Doni singkat. “Tuh dipojok” Jawab Rico yang lagi asik merangkul Tanjung. “Emangnya kamu nggak bawa motor Don?” Tanjung bertanya pada Doni yang hanya dijawab dengan gelengan kepala. “Kalo gitu kita jalan bareng aja, Yuk!” Ajak Rico pada rekan se-geng nya. Mereka bertiga jalan bareng sepulang kuliah yang membosankan itu saling berangkulan menuju mobil Rico yang ada di pojok tempat parkir. Posisi Tanjung ada ditengah sedangkan yang lainnya ada samping kanan-kiri Tanjung. Mereka berjalan layaknya anak kelas 3 SD. Seperti biasanya, mereka selalu bergurau dan saling meledek. Hal itulah yang menjadikan mereka jadi bahan perhatian cewek-cewek dikampusnya. Selain model guru mereka yang akrab juga face mereka yang sangat ganteng dan manis itu yang membuat cewek-cewek mabuk kepayang. Bayangkan saja, Tanjung adalah cowok manis, matanya tajam, hidung lumayan mancung, apalagi senyumnya yang menggemaskan itu. Rico, cowok manis berambut cepak, kalo lagi senyum gantengnya selangit. Belum lagi Doni, cowok macho, meski modelnya acak-acakan tapi memiliki daya tarik yang tinggi, karena facenya yang indo, rambut gondrong tubuh tinggi dan gagah. Mereka sungguh sempurna. “Eh! Ric, malam ini kan malam minggu, gimana kalo kita ke villa lo aja, mumpung malam ini gua lagi bosan jalan ama cewek, gimana?” Tanya Doni dengan nada slengean. “Gimana ya, pacar gua gimana?” Jawab Rico lagi bingung. “Emangnya kamu ada janji Ric?” Tanjung bertanya. “Iya, tapi gua juga pingin ke sana?” “Ya udah deh, batal” Sahut Doni kesal. “Jangan gitu Don!, bisa diatur kok, gini aja Rico jalan sama cewek dulu, Aku dan Doni nuggu kamu dulu di tempat biasa, kalo udah beres kita pergi bersama ke sana gimana? ” Urai Tanjung dengan gaya bijaknya. “Oke gua setuju” Sahut Rico. “Iya deh” Doni menerima tawaran Tanjung. Mereka bertiga menuju tempat biasa, sebuah cafe yang biasa mereka tongkrongin. Doni dan Tanjung masuk Cafe itu dengan kurang semangat. Sementara Rico menjemput pacarnya untuk sekedar memenuhi janjinya. ***** “Kamu kok gitu sih Don, nggak suka kalo temennya jalan sama cewek?” Tanjung membuka pembicaraan. “Nggak gitu sih, cuma..udahlah kita minum aja!” “Eh, Jung gebetan kamu yang cantik itu lagi kemana? Kok nggak keliatan sih” “Tahu tuh mungkin lagi libur” Tanjung dan Doni menghabiskan waktu dengan ngobrol kesana-kemari tanpa arah. Sudah 45 menit mereka harus sabar mengunggu sahabatnya yang lagi kencan sama ceweknya. Doni dengan raut muka yang semakin kesal mulai mengalihkan kegiatan dengan menggoda cewek-cewek yang datang dengan senyumnya yang maut itu. Tanjung hanya tersenyum melihat ulah Doni yang tidak mau berubah dari dulu. Maklum tampang seperti Doni memang paling didemenin sama cewek, makanya sangat mudah baginya mencari pasangan sekerdar untuk mengisi waktu. “Don, ayo kita berangkat!” Panggil Rico yang baru datang. “Oke friend” Jawab Doni sambil meninggalkan cewek yang baru saja ia ajak dance. “Udah Ric?” Tanya Tanjung sambil memberikan sejumlah uang pada pelaayan cafe. “Ayo cepet! ntar kemaleman nih?” Sahut Doni. Doni, Tanjung dan Rico masuk mabil menuju sebuah vila milik Rico. Karena Doni yang lagi ngebet ke sana, maka ia yang nyetir mobinya. Selama perjalanan mereka terus bergurau tanpa henti. “Don, emangnya kita mau apa sih kesana?, paling-paling seperti biasa bakar ayam, nonton film horor dan begadang sampai pagi”, Tanya Rico “Tenang aja man, malam ini special untuk kalian.” “Apaan sih? Rico penasaran. “Tahu” Tanjung menjawab sembari menggeleng dengan senyumnya yang khas. “Udahlah nanti tahu sendiri kok” Ujar Doni. ***** Sesampai di Vila, Doni langsung menggiring kedua rekannya menuju kamar yang biasa mereka tempati bertiga. Doni langsung memutar sebuah CD yang dia dapat dari rental. “Film horor ya Don?” Tanya Rico. “Lihat aja!” Sahut Doni. Selang beberapa menit Rico dan Tanjung mulai mengerti film apa yang Doni suguhkan. Ya ternya sebuah film gay yang menampilkan adegan-adegan seks sesama lelaki yang dibintangi oleh remaja-remaja eropa yang ganteng dan keren, mulai dari saling cium, meraba, oral dan anal. Doni agak gugup menikmati film itu, sementara Tanjung juga agak tersipu. Tapi mereka berdua merasa keberatan jika harus menyiakan suguhan Doni yang konyol itu. Entah Rico dan Tanjung terangsang atau tidak, tapi yang jelas mereka mulai memegang batangnya masing-masing sambil sesekali mengelusnya dengan manja. “Ih.. kamu gila ya Don?, kok bawa film seperti ini.” Tanya Rico. “Tapi asyik kan!?” “Iya sih, cuma jorok aja.” “Ric! Rasanya enak nggak ya seperti itu?” Tanya Doni memancing. Doni sengaja duduk agak di balakang sehingga bisa bebas memperatikan kudua sahabatnya yang kelimpungan menikmati adegan seks sejenis yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Ia sibuk sendiri di belakang. Selain mengamati rekannya, ia mulai melepas kaos oblong dan celana Jaens nya, sehingga ia hanya mengenakan CD biru tua. Kini tampaklah seorang Doni yang asli yaitu tubuh Doni yang putih mulus, gagah, dada bidang, paha putih yang dihiasi bulu hitam yang halus, serta pantat temol dengan kemaluan yang hanya dibungkus CD ketat. “Ngapain kamu Don?” Tanya tanjung heran ketika Doni yang telanjang merangkulnya dari belakang sambil menciumi tengkuk dan menggerayangi Tanjung. Tanjung hanya diam menikmati juluran lidah Doni yang menggelitik tengkuk dan lehernya serta remasan-remasan tangan Doni pada puting susunya. Ia hanya mengerang keenakan.Sementara Rico hanya bisa menelan ludah dan meremas-remas kontolnya yang sudah tegang dari tadi memperhatikan adegan yang diperankan Doni terhadap Tanjung. Rupanya Rico semakin tidak tahan dengan adegan rekannya itu. Kini Rico tidak bisa berfikir jernih lagi, ia mulai melucuti pakaiannya. Wow.. tubuh Rico yang tidak kalah dengan Doni terlihat jelas. Dadanya bidang, kulitnya putih bersih tanpa noda sedikitpun, pahanya yang menggairahkan itu juga terlihat jelas. Tapi benda tegang di belahan pahanya masih terbungkus CD putih polos. Lalu ia ikut bergumul dengan temannya. Rico yang tadi hanya diam sekarang mulai meraba-raba pungging Doni dari belakang. Lalu ia menyibakkan rambut Doni yang gondrong sehingga terihat jelas tengkungya. Akhirnya Rico berani mengerjai tengkuk dan leher Doni yang putih sampai merah merona. “Shhtt.. terus Don.. enak Doon!” Tanjung mengerang. “Oke!” Jawab Doni singkat. Tanjung semakin tak kuasa menahan nikmat yang luar biasa yang diberikan temannya. Hingga tanpa sadar, kini ia hanya mengenakan CD saja. Doni menidurkan Tanjung di Sofa. Lalu ia menindihnya. Mereka mulai melakukan kuluman bibir. Sementara Rico hanya asyik menikmati tubuh Doni dari belakang. Puas dengan kuluman bibir, Doni turun dan mulai menjilati tubuh Tanjung bagian dada dan perut dan mengoral penis Tanjung sampai kuluar semua spermanya. Rico menggantikan posisi Doni yaitu menikmati bibir Tanjung. Lama sekali mreka dengan posisi seperti itu. Setelah puas dengan tubuh Tanjung, kini Rico yang jadi obyek. Rico tidur terlentang dengan tangan diangkat ke atas sambil menikmati jilatan Tanjung dan Doni yang nikmat itu. “Itu Don ” Ucap Rico menunjukkan batangnya yang ingin dikulum. Tanpa perintah Tanjung mendahului Doni. Tanjung memelorotkan CD Rico dan mulai membelai, mengocok penisl Rico yang lumayan besar dengan bulu hitam yang halus tidak terlalu tebal disekitarnya. Mula-mula Tanjung menjilati ujung penisnya, setelah Rico kelonjotan dimasukkannya batang penis Rico pada mulut Tanjung. Tanjung mulai asyik dengan batang temannya yang putih itu. Ia kocok perlahan sesekali disedot dengan keras. Cput..cput.. begitulah kiranya bunyi ketika sedotan Tanjung terlepas. Rico yang hampir mencapai klimaks hanya bisa mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi untuk mengimbangi kenikmatan itu. Doni yang lagi asyik memerahkan paha Rico menggantikan peran Tanjung, dikulumnya penis Rico sambil dipadu dengan sedotan-sedotan maut sampai akhirnya muncratlah beberapa kali sperma Rico ke mulut Doni. “Ach.. nikmat man..” Rico mengerang, Tanjung hanya tersenyum. Doni duduk di sofa agak menepi dengan kaki selojor sehingga penisnya yang tidak lagi terbungkus CD tegak bak tiang bendera. Ia memerintahkan temannya untuk mengulumnya. Tanjung dan Rico yang baru saja diberi kenikmatan oleh Doni hanya nurut saja. Mereka berdua bergantian mengulum penis Doni yang besar, paling besar diantara milik mereka berdua panjangnya sekitar 25 cm dengan diameter 3,5 cm, maklum penis indo. Tanjung dan Rico kadang sampai tersedak dengan penisnya. Ketika Tanjung mengulum penis Doni, Rico menjilati pahanya begitu pula sebaliknya. Sampai beberapa kali mereka bergantian, Doni masih saja ayik menikmati kuluman bibir rekannyan, saking capeknya Rico tidak mau lagi mengocok dengan mulutnya tapi dengan tangannya san sesekali disedot dengan agak keras belum lama perlakuan seperti itu. “Ahh..nikmat..” Tiba-tiba sperma Doni muncrat ke muka Rico. Dengan senang hati Tanjung menjilatinya. Sementara Doni terkulai lemas menikmati sisa kenikmatan yang baru saja ia rasakan. “Pindah ke ranjang aja yuk” Ajak Rico. Tanjung dan Doni hanya menganggukkan kepala. Mereka bertiga menuju ranjang besar yang biasa mereka termpati untuk sekedar tidur dan bergurau. Rupanya Rico dan Tanjung tersipu malu atas aktivitas mereka saat itu. Lain halnya dengan Doni yang nampak biasa seaka tidak ada apa-apa. Melihat kedua rekannya yang tidak marah bahkan menikmati seks sejenis, Doni berulah lagi yaitu dengan menyuruh Rico menungging. Doni berlutut dibelakangnya sambil mengocok penisnya yang masih lemas. Setelah tegak kembali ia lumuri penisnya dengan baby oil yang ia siapkan. Rico hanya terdiam, menunggu apa yang akan dilakukan Doni. Astaga.. Doni memasukkan penis besarnya ke anus Rico yang masih virgin itu. “Oh.. Sakit Don!” Jerit Rico merasakan batang Doni menusuk anusnya. “Tenang aja man sebentar lagi enak kok ” Jawab Doni menenangkan Rico. Selang beberapa saat sekitar lima kali hentakan Rico tidak lagi menjerit, malah erangan yang keluar dari mulutnya. “Terus Don.. enak Don.. lebih keras lagi Don..!” Pinta Rico yang mulai ketagihan dengan penis besar Doni. “Jung ole mau nyoba?” Doni menawari Tanjung. Tanjung agak grogi ketika mulai memasukkan penisnya ke anus Rico. Hanya sekali hentakan penis Tanjung ambles ke dalam anus Rico. “Kocok terus Jung!” Doni mengajari Tanjung . Tanjung rupanya sangat menikmati adegan anal itu, a mulai menggigit bibir bawahnya menahat nikmat tiada tara. Sementara Doni ganti mereplay anus Tanjung dengan jilatan-jilatan. Puas dengan menjilati pantat Tanjung yang gempal. Ia memasukkan penisnya ke anus Tanjung. Tanjung kaget dengan perlakuan Doni. Sampai terlepas penisnya dari anus Rico. Melihat Tanjung yang bingung Doni melakukannya dengan hati-hati. Setelah berjalan beberapa menit Tanjung bisa menikmati kentotan Doni atas anusnya, sehingga Tanjung juga memasukkan lagi penisnya ke anus Doni yang beberapa saat menunggu kentotan Tanjung. Mereka bertiga sangat menikmati perminan ini. Rico menikmati gesekan penis Tanjung yang perlahan tapi nikmat, Tanjung menikmati anus Rico yang kenyal, hangat dan menjepit, dan juga menikmati penis Doni yang besar menyodok-nydok anusnya, begitu pula Doni menikmati anus Tanjung yang virgin itu. “Gila bener man, enak man..” Doni menceracau. Setelah lama mengentot Rico, rupanya Tanjung sudah klimaks. Rico langsung berganti posisi, ia pindah ke belakang Doni. Awalnya ia menjilati pantat Doni yang seksi kemudian ia juga mengocok penisnya di dalam anus Doni yang merah itu. Begitulah seterusnya. Mereka saling mengentot dan dikentot sampai lima kali putaran.Inilah yang disebut ’3 in 1′. Tiga cowok yang ganteng-ganteng dan keren-keren bergabung jadi satu dihubungkan dengan sebuah benda yang disebut ‘penis’. ***** NB: Cerita ini kupersembahkan buat cowok-cowok pengidola 3 cowok ganteng dan keren di dalam cerita ini. Apapun pendapat Anda layangkan saja email. E N D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.