Bottom of Form

“Ndre, abis sekolahan langsung balik ya, jangan kemana-mana lagi” pesan Nyonya Vera pada anaknya, Andre, yang masih duduk di kelas 3 SLTP melalui hand phone.

“Kenapa emangnya Ma?” tanya Andre.

“Thomas gak ada temennya tuh di rumah. Mama dan dan Tante Serly mau belanja untuk kebutuhan pesta Mas Randy nih,”

“Lho, kan ada Papa dan Om Darwin di rumah,” sambung Andre lagi.

“Papa dan Om Darwin katanya akan ke rumah Om Dani, membicarakan persiapan untuk resepsi, Pokoknya kamu cepat ulang ya. Thomas kan deket sama kamu. Kalian bisa maen gim di rumah. Pokoknya cepat pulang deh, Mama udah mau pergi nih, entar kesorean, bla…bla…..,” kata-kata Mamanya udah gak didengerin Andre lagi. Dia agak kesal juga, rencananya untuk maen dengan teman-temannya sepulang sekolah, gagal total.

Mau gak mau dia memang harus pulang nemenin Thomas, sepupunya. Meski kesal, Andre gak mau pusing denger omelan Mamanya karena dia tidak mengikuti apa yang dipesankan oleh Mamanya tadi. Maka, begitu bel tanda usai pelajaran berbunyi Andre segera pulang.

“Pak Darman, langsung pulang aja deh,” katanya pada sopir yang menjemputnya.

“Gak maen dulu Mas?” tanya Pak Darman, sopirnya.

“Mau maen gimana Pak, bisa kena omelan Mama entar. Thomas di rumah gak ada yang nemenin,” jawabnya kesal.

Tak bertanya lagi Pak Darman segera melajukan mobil menuju rumah keluarga Andre di kawasan Pondok Indah.

Thomas adalah anak semata wayang Om Darwin, adik Papanya dengan Tante Serly. Mereka baru tiba Hari Minggu kemaren dari Surabaya. Dalam rangka pernikahan Mas Randy Hari Minggu depan dengan Mbak Tania, Mama meminta Tante Serly untuk membantunya mempersiapkan acara pernikahan itu. Karena itu Om Darwin dan keluarga akhirnya datang ke Jakarta. Om Darwin terpaksa harus cuti seminggu karena itu. Sedangkan Thomas izin dari sekolah. Karena di Surabaya tidak ada yang menjaganya.

Thomas sebaya dengan Andre. Biasanya kalau keluarga ngumpul memang mereka selalu bersama-sama. Soalnya sepupu yang lain sudah lebih tua dari mereka. Rata-rata sepantaran dengan Randy, kakak Andre satu-satunya. Andre dan Randy memang terpaut jauh umurnya. Hampir 12 tahun.

Tak lama mobil yang membawa Andre tiba di rumah. Pak Darman segera memarkirkan mobil ke dalam garasi.

“Lho, Mas Randy ada di rumah ya Pak Darman?” tanya Andre pada sopirnya. Soalnya di garasi dia melihat mobil kakaknya itu parkir.

“Gak tau Mas Andre, tadi waktu Bapak pergi ke sekolah, Mas Randy gak ada tuh di rumah,” jawab Pak Darman.

Tak bertanya lagi Andre segera masuk ke rumah. Menuju kamarnya. Biasanya Thomas sedang main gim disana. Di kamarnya dia tak menemukan Thomas. Kamarnya kosong tak ada orang. Yang ditemukannya adalah peralatan gimnya yang berantakan. Mungkin tadi Thomas sempat bermain gim di kamar.

Setelah melemparkan tas sekolahnya ke ranjang dan membuka sepatu sekolahnya, Andre keluar kamarnya untuk mencari Thomas. Dia menuju dapur, pikirnya siapa tau Thomas sedang makan disana.

Di dapur juga tak ditemukannya Thomas. Yang ada hanya Mbok Jum, pembantu rumah, yang sedang mencuci piring.

“Liat Thomas Mbok?” tanya Andre.

“Tadi makan disini, lima belas menit lalu bareng Mas Randy. Mungkin ke kamarnya Mas Randy. Soalnya tadi Mas Randy ngajak Mas Thomas liat pilem di kamarnya. Katanya ada pilem bagus, baru dipinjemnya,” jawab Mbok Jum.

“Mas Randy gak ngantor Mbok Jum?” tanya Andre lagi.

“Katanya udah ambil cuti Mas, sejak hari ini sampe dua minggu ke depan,” jawab Mbok Jum.

Andre segera menuju kamar Mas Randy. Kamar kakaknya itu terpisah dari bangunan induk rumah. Letaknya dibelakang, seperti pavillyun. Kalau Mas Randy mau pergi atau pulang tanpa melalui bangunan induk rumah juga bisa. Karena ada jalan yang menghubungkan kamarnya dengan garasi.

Pintu kamar Mas Randy tertutup. Gordyn biru menutupi jendela kaca kamar itu. Lagi nonton pilem apa sih? Kamar kok sampe di tutup-tutup kayak gitu? Tanya Andre dalam hati. Andre segera mendekati pintu kamar. Saat tangannya bermaksud memutar gerendel pintu, tiba-tiba didengarnya suara erangan dari dalam kamar itu.

Itu kan suara erangan Mas Randy, gumam Andre dalam hati. Pikiran mesum muncul di kepalanya. Jangan-jangan Mas Randy lagi ngentot sama Mbak Tania nih. Kesempatan lagi orang gak ada di rumah. Soalnya memang sering Andre memergoki Mas Randy ngentot dengan Mbak Tania di kamar itu. Malah, bukan hanya dengan Mbak Tania. Beberapa kali Mas Randy juga pernah membawa perempuan lain selain Mbak Tania, untuk ngentot di kamar itu. Biasanya atraksi ngentot yang dilakukan Mas Randy bertepatan pada saat Mama dan Papa Andre sedang tidak ada di rumah.

Andre segera menuju celah tempat biasanya dia mengintip Mas Randy. Celah itu adalah jendela kecil yang ada di kamar Mas Randy. Jendela kecil itu memang tidak pernah di kunci oleh Mas Randy, paling hanya di rapatkan saja.

Andre tak pernah ketahuan mengintip dari celah itu. Soalnya Mas Randy kalo ngentot suka gila-gilaan. Tak peduli dengan sekitarnya. Kadang Andre berfikir, jangan-jangan bukan dia saja yang sudah tau kegiatan mesum yang sering dilakukan Mas Randy di kamar itu. Pembantu rumah bukan tak mungkin sudah mengetahuinya juga. Soalnya kalau sudah orgasme Mas Randy suka menjerit tak terkontrol. Membayangkan apa yang akan dilihatnya di dalam kamar, membuat kontol Andre yang lumayan gede itu segera ngaceng.

Dari celah jendela itu, Andre memandang ke dalam kamar Mas Randy. Pandangannya langsung berumbuk pada tubuh telanjang Mas Randy yang sedang telungkup menindih seseorang. Pantatnya memompa maju mundur dengan cepat. Tubuh Mas Randy yang putih bersih dan kekar itu, basah oleh keringat yang membanjir.

Astaga!!!!!!! Andre terhenyak. Seperti disambar geledek, ia kaget dan tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.

Bukan Mbak Tania yang sedang di tindih oleh Mas Randy. Bukan pula perempuan lain. Tubuh putih bersih yang sedang telungkup diatas ranjang dan sedang ditindih rapat oleh Mas Randy itu adalah tubuh Thomas, sepupunya!

Sepupunya yang ganteng dan bertubuh langsing atletis itu dilihatnya sedang meringis-ringis sambil mengerang-erang kuat. Sementara diatasnya Mas Randy terus memompa pantatnya dengan gerakan menghentak-hentak kuat. Menimbulkan bunyi tepukan yang cukup kuat akibat pertemuan buah pantat Thomas dan paha Mas Randy yang kokoh.

Andre melotot tak berkedip melihat aksi kakak dan sepupunya itu. Kontolnya dirasakannya semakin ngaceng. Tubuhnya bergetar menahan gairah. Tangannya mulai meremas selangkangannya sendiri. Andre terangsang melihat aksi persetubuhan itu.

Diatas ranjang Mas Randy masih terus memompa pantatnya. Mengeluar masukkan kontolnya yang besar ke lobang pantat Thomas. Sementara kedua tangan Thomas melingkar kebelakang, memegang bongkahan pantat mas Randy, meremas-remas.

“Ohhhh…ohhhhh…Thomasshhhhhh….enak bangethhhhh…….sempithhhhhh…bangethhhhh….lobang pantathhhmuhhhh……,” racau Mas Randy.

“Mas Randyhhhhh….goyang yang keras Mashhhhh….yang keras Mashhhhhhh…..oh..gituhhhhh Mashhhhhh……,” racau Thomas.

“Kamu suka Thomashhhhh….kamu sukahhh…….kamu sukahh kontolku dalam pantamuhhh…ohh….sepupu mungilkuhhh…yang tampanhhh…ohhh….,” racau mas Randy.

“Sukahhh….ohkkkk…..sukahhh…bangethhhhhhh….Mashhhhhh…….kontol Mash Randyhhh…gedeh Mashhhhhh….rasanya pol di dalam Mashhh……okhhhhhh…….,” racau Thomas.

“Kamuh kesakitanhhh akhhhhhh….kesakitankahh……Thomashhh…,” racau Mas Randy.

“Gakjhhhh…gakhhhhh lagihhh Mash….enakhhhh….enak…..terusin Mashhhhhh…terushhhhhh…,” racau Thomas.

Andre semakin gila mendengar percakapan mesum kakak dan sepupunya itu.

“Enak bangethhh…ohhh….enak bangethhhh…..enak banget…Thomasssshhhhh…,” racau Mas Randy.

“Enak manah…enak manah….sama memekhh Mbak Taniah…ohhhhh….enak manahh Manasssshhhh?” racau Thomas.

“Enak pantat kamu Thomas, ahhhhh, enak pantat kamu sayang…ohh..oh…oh…oh…,” racau Mas Randy.

Demikianlah seterusnya. mas Randy terus memompa kontolnya di lobang pantat Thomas, hingga akhirnya dia menumpahkan spermanya di lobang pantat itu.

Setelah Mas Randy usah dengan hasratnya gantian Thomas yang menyetubuhi Mas Randy. Mas Randy telentang mengangkang di ranjang sedangkan Thomas menggenjotnya dari atas menelungkup. Sambil ngentot mereka berciuman mesra.

“Ohh…Thomasshhhhhhhh…enak banget Thomashhhhh….aku gak pernah nyangkahhhh….dientot ternyata enak bangethhhhhh…ohhh…,” racau Mas Randy keenakan.

“Mas Randyhhhh…lobang pantat Mashhh sempit banget..njepit kontolku Mash…enak bangethhh…,

Setelah beberapa saat akhirnya Thomas orgasme juga. Tubuhnya segera roboh diatas tubuh Mas Randy. sementara di luar kamar Andre juga memuncratkan spermanya. Banyak sekali.

Tamat

Ini hanya sekadar cerita selingan. semoga yang baca seneng. kalau tidak ada alur dalam cerita ini ya maklumi aja deh. cerita ini cuman sekadar bantu yang baca untuk membangkitkan birahinya sambil coli. hehehe