Kala itu saya pergi menggunakan Busway. Tak tahu kenapa sangat sepi, mungkin karena ini terlalu pagi. Saat aku naik hanya 2 kernet busway dan 1 penumpang yang seumuran denganku, ku dekati dia dan kami saling berkenalan, namanya adalah Prima, aku sudah horny sejak pertama kali mengobrol dengannya.

Lu tadi nyoli kagak di rumah? tanya prima

gw udah lama kgk nyoli neeh. jawabku

oo00o o, pantesan lu nganceng terus dari tadi, emang lu mau? tanggapnya

Mau apaan? aku bertanya karena bingung

Mau nyooli laah. jawabnya

Nggak gw g mau nyoli gw cuma mau disodom sama lo. ungkapku

Ya udah, gw juga mau tapi masa disini. ujarnya

Udah gpp mereka berdua cowok kan. jawabnya santai

Akhirnya kami saling berciuman sambil aku melepaskan kemeja yang melekat di tubuh prima. Setelah lama berciuman aku meraba – raba tubuhnya sambil ia mengocok batang kontolnya sendiri. kedua kernet belum menyadari atau kami yang belum menyadari. Prima melepaskan seluruh celananya dan muncullah titit perkasa yang tertanam dibalik rambut lebat tersebut. Kumulai melakukan blowjob dia terengah karena nikmat.

Ternyata kedua kernet dan supir sudah meminggirkan busnya daritadi karena mereka onani melihat kami. mereka bertiga mendekati kami. Ternyata nama mereka adalah agus, safar dan raga. Mereka bertiga melepaskan seluruh pakaian yang digunakan. Mas agus dikulum oleh mas raga, mas safar mengemut” kontol mas raga, Prima asyik bermain dengan kontol mas safar, aku sibuk mengurusi kontol Prima. Sesi sodomi dimulai, Mas agus dan mas raga sudah siap dengan posisi masing”, Mas agus mengatur posisi kontolnya agar pas masuk ke dalam lobang pantat mas raga. Mas Raga teriak dengan histeris karena sangat sakit, selagi mas raga dan mas agus sedang sodomi, Mas safar dan Prima memasang posisi masing”, Kontol Prima masuk ke dalam anus Mas safar. Bagaimana denganku, aku nganggur tak ada pekerjaan, akhirnya aku memutuskan untuk menciumi Mas Raga dan Mas Safar beserta tubuh dan kontolnya. Mereka berganti posisi Mas Agus yang kontolnya masih berlumuran pejuh disodomi oleh Mas Raga dengan sadisnya sehingga membuat Mas Agus berteriak sangat keras. Prima yang sebelumnya tidak pernah disodomi akhirnya perjakanya hilang setelah Mas Safar memulai memaju mundurkan kontolnya di lubang pantat Prima. Prima berteriak sangat keras karena beru pertama kali. Tugasku seperti biasa menciumi Prima, badan, ketiak, dan mengulum kontolnya yang berhiaskan mani, begitu juga Mas agus kuciumi bibirnya, badan, kontolnya yang berlumuran pejuh kukulum juga. Aku disuruh mereka membersihkan sperma yang terpancar dari lubang anus mereka. Dengan posisi duduk aku diperkosa oleh Prima dan saling berciuman Croooot Croooot terasa kehangatan pejuh Prima di anusku. Posisi tidur kami lakukan, aku dengan Mas Safar sambil saling berciuman agar aku tak berteriak keras. Mas Raga terlentang dihadapanku menyuruhku membersihkan pejuh yang masih melapisi titinya, lalu aku diatasnya dan masuklah kontol mas raga dengan posisi terlentang, disini aku yang memegang kekuasaan aku yang mengatur kecepatan sodominya aku naik turun dan sedikit bergoyang memutar agar lebih geli” lagi. Selanjutnya posisi sodom yang aku dan Mas Agus lakukan ialah Doggy Style, Ia menyodomku dengan cepat, aku berteriak keenakan. Akhirnya mulutku disumbat oleh kontol Prima, Mas Raga, Mas Safar secara bergantian. Terakhir mereka mengelilingiku dan aku tidur terlentang, mereka mengocok batang kontol mereka sambil saling berciuman, Cooooooooot Crooooot air pejuh mereka keluarkan di badan mereka dan beberapa ada yang jatuh di wajahku. Mereka bermandikan pejuh, dan aku disuruh mereka menjilati mereka sampai bersih dari ujung rambut sampai unjung kontol pertama Prima lalu Mas Agus, selanjutnya Mas Raga dan terakhir Mas Safar. Kami memakai pakaian lagi. dan melanjutkan perjalanan setelah terhenti 2 jam.