Sekedar Kisah Porno II

Hari masih belum terlalu malam, Ferry pun masih belum merasa ngantuk. Ia lirik jam dinding diatas meja belajarnya, masih jam 9.10. Terdengar diluar kamar suara kedua orangtuanya yang sedang asik nonton tv. Ia lalu beranjak dari meja belajar dan mengambil beberapa majalah game serta buku komik dari rak disebelah meja, lalu ia naik ke ranjang dan membaca buku2 itu.

Tak berapa lama pintu kamar terbuka…

“ Fer.. dah malem, hayo buruan tidur sana. ”
“ Iya Mah… nanti sebentar lagi, belom ngantuk nih.. ”
“ Jangan lebih dari setengah sepuluh ya tidurnya, besok susah lagi dibangunin. “
“ Emang besok mau kemana? “
“ Lha..!? kan sekolah, pake nanya mau kemana…”
“ Ha ha ha ! Mam… besok kan hari Minggu…”
“ … Oh… ya udah jangan kemaleman aja tidurnya, matiin lampu jangan lupa.”

Pintu kembali ditutup dan Ferry pun melanjutkan bacaannya…

Belum lagi buku buku itu habis ia baca, rasa ngantuk mulai menyerang, ia menguap dan menguap lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk membenahi buku, lalu pergi keruang tengah, dimana kedua orangtuanya masih asik menonton tv dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan menggosok gigi.

Setelah selesai …

“ Ma, Pa .. Fei tidur duluan ya… “
“ Jangan lupa gosok gigi, cuci kaki. “
“ Udah Ma …”
“ Ganti bajunya…”
“ Iya Ma… “
“ Langsung tidur… dah malem nih liat, udah setengah sepuluh.”
“ Iya… iya… “

Setelah sampai dikamar ia menutup pintu dan membuka lemari pakaian dan memilih baju serta celana yang akan ia kenakan untuk tidur. Ia buka semua pakaian, celana dan celana dalamnya, sejenak ia terdiam… lalu memutuskan malam ini ia tidak akan mengenakan celana dalam nya, toh sudah 2 hari ia pakai, besok pagi saja ia kenakan yang baru, pikir Ferry. Ia pun lalu mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur diatas meja belajarnya, lalu meloncat ketempat tidur.

Cahaya remang remang dari lampu 5 watt kini menerangi ruangan kamarnya, Ferry tidur terlentang sambil merentangkan kedua kakinya. Ia menghela nafas… dan memejamkan mata. Tidak sampai lama iapun tertidur.

……………………

Samar2 terdengar bunyi bel pintu…

Suara orang bercakap cakap….

Terdengar pintu kamar nya dibuka…

Tapi ia tidak peduli…

Rasa ngantuk telah menguasainya …

……………………

……………………

……………………

Ferry merasa sesuatu mengerayangi celananya….

Terdengar dekat telinganya nafas yang memburu…

Sesuatu yang berat menindih bahunya …

Ia tersentak bangun dari tidurnya ….

“ Kebangun ya Fer…? “
“ Uuh…??! “

Ditengah keremangan lampu tidur Ferry menggeliat sambil mengerjapkan mata, berusaha melihat sosok yang ada dihadapanya…

“ Shh… udah bobo lagi aja…”
“ Uh..??? Ko..? “
“ Iya, ini Koko… udah Ferry bobo lagi aja…”

Ferry menggeliatkan badan manghindari beban yang memberati bahunya sambil berusaha menarik tangan koko dari dalam celananya.

“ Ngantuk Ko, jangan begini2an dong… “
“ Ya udah, Ferry sih tidur aja lagi… “
“ Iya, tapi tangan nya jangan di situ dong. “
“ Koko kan kangen, lagian udah berapa lama Koko ga liat titit Ferry. “
“ Aku ngantuk Ko…”
“ Ya sambil tidur aja udah… Sini Koko buka celananya yah, udah lama ga liat aku… 2 bulan ada kali yah…? “

Sekilas ditengah rasa ngantuk dan rasa takutnya Ferry teringat kejadian dua bulan yang lalu, saat Koko pertama kali memainkan kemaluannya waktu itu dan beberapa kejadian yang sama terjadi setelah itu… membuat ia menjadi semakin enggan, namun ia tidak berani menolak.

Tanpa mempedulikan rengekan Ferry, Koko berusaha menarik celana Ferry.

“ Jangan Ko… “
“ Kenapa.. ? Waktu itu juga ga apa apa kan..? “
“ Iya.. Tapi jangan dibuka semua… “
“ Ga apa apa.. nanti Koko pasangin lagi kalo udah beres… yah.. “

Ferry hanya bisa bersikap pasrah saat Koko menarik lepas semua celananya, ia pun berdiam diri saat tangan Koko mulai memainkan penisnya, Ferry hanya bisa memejamkan mata dan berharap semua cepat berakhir….

Koko kini mulai memainkan kulit kulup penis Ferry, perlahan ia urut urut, ia tarik kedepan dan kebelakang sambil terkadang ia mengurut batang penis Ferry agar menjadi lebih keras….

Ferry yang hanya diam menahan rasa kesal dan marahnya, tapi ia tidak berdaya apa apa, ia terlalu takut menghadapi pria yang berbadan dua kali lebih besar dari badan nya, ferry hanya bisa diam… diam.. dan diam…

“ Fer… koq ga bangun bangun tititnya? Kenapa? Ga enak ya? “
“ Iya Ko..”

Jawab Ferry berbisik di keremangan kamar….

“ Mau yang lebih enak ga…?”
“ Uh..? Ngga ah… aku mau tidur.. ngantuk…”
“ Shh… ferry bobo aja sekarang.. “

Koko melepaskan pegangannya dari penis Ferry… Ferry menarik nafas lega, ia berfikir semuanya telah berakhir, iapun lalu memejamkan mata… Namun apa yang ia pikir sudah berakhir semua salah.

Ferry tiba tiba menahan nafasnya saat sebuah rasa hangat memenuhi seluruh penisnya yang terkulai lemas. Kehangatan yang basah disertai tarikan tarikan yang membuat aliran darah dipenisnya mengalir cepat. Ferry berusaha mengangkat kepala untuk melihat apa yang tengah terjadi, tapi ia tidak bisa melihat apa apa, karena pandangannya terhalang oleh kepala koko yang berada tepat diatas perutnya.

Ia tidak tahu apa yang terjadi, ia hanya bisa merasakan suatu perasaan nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, sesuatu yang hangat basah, yang menarik narik batang penis dari ujung hingga pangkalnya. Terkadang ia bisa merasakan tangan Koko yang memainkan biji pelirnya.

Setiap Koko menundukan kepalanya, Ferry bisa merasakan bila kulit kulupnya terdorong kebawah dan membuka kepala penisnya yang kini semakin terasa lebih sensitif ditengah kehangatan yang basah, ia bisa merasakan sesuatu menyentuh kepala penisnya, bergesekan. Setiap gesekan membuat Ferry harus menahan nafas dan menengadahkan kepalanya menahan rasa yang sukar ia ungkapkan mengalir dari batang penis ke sekujur tubuhnya.

……………..

Koko tak henti mengerakan kepalanya turun dan naik terkadang cepat terkadang melambat. Saat gerakan kepala Koko melambat, Ferry merasa seluruh batang penisnya seperti hendak dicabut dari tubuhnya, membuat ia harus merapatkan kedua pahanya. Tanpa ia sadari kini nafasnya semakin terengah engah, keringat mulai membasahi kening, sebagian mengalir menetes di bantal.

Sesaat koko mengangkat kepalanya, dan Ferry pun membuka mata berusaha meliha apa yang telah terjadi. Dikeremangan lampu, ia bisa melihat, kini seluruh batang penisnya kemerahan, tegang berdenyut denyut seiring dengan detakan jantungnya, saat ia perhatikan, kini kulit penis nya menjadi basah…!?!

“ Shh.. udah rebahan lagi aja ya sayang… Gimana… Enak ga? “

Ferry hanya terdiam memalingkan muka…

Tak lama Koko mulai menundukan kepalanya, dan kini Ferry bisa mengetahui apa penyebab kehangatan yang menyelimuti penisnya. Perlahan Koko membuka mulut dan mulai memasukan batang penis yang sudah tegang mengeras dan berdenyut denyut. Dengan lembut bibirnya menyentuh kulit kulup dan perlahan mendorong kulit itu terbuka yang membuat kepala penis Ferry terdorng kedalam mulutnya yang basah.

Ferry tercengang dengan apa yang dilakukan Koko terhadap penis nya, namun ia hanya diam saja memejamkan matanya yang kini terasa panas dan basah oleh air mata. Ia tahan isaknya dan biarkan air mata itu mengalir di pipinya.

Sementara gerakan kepala Koko semakin cepat, hisapannya semakin kuat… Ferry hanya bisa mengeliat geliat merasakan sensasi yang begitu hebat mengalir dalam darahnya. Semakin ferry menggeliatkan badaan, semakin kuat hisapan Koko dipenisnya.

Air matanya mengalir semakin deras, badan ferry mengeliat tangannya meremas kain sprei, tanpa sadar ia mendesah disela isakan tangisnya. Tangan Koko meremas remas katungnya sementara tangan yang lain berusaha menyelip dibawah pantat Ferry.

Ferry kini sudah mengerti, bila ada rasa menggelitik didalam perutnya pertanda akan terjadi sesuatu yang luar biasa…. Tanda tanda itu kini mulai muncul, rasa geli didalam perutnya, sentakan2 dipenisnya, tekanan dari dalam pangkal penisnya, juga otot otot kakinya yang mulai mengejang, membuat Koko semakin memperkuat hisapan mulutnya.

Otot otot di perut Ferry mulai mengejang, penisnya terasa kini semakin panas dan menjadi lebih sensitif atas gesekan gesekan dan hisapan mulut Koko yang semakin kuat, tanpa sadar ia mengerang…

“ A..ah Ko.. udah.. udah… jangan diterusin…”

Namun Koko tidak peduli, ia malah semakin gencar mnggerakan kepalanya turun dan naik…

“ A..Aahhh..hh ! “

Erangan Ferry disertai dengan satu hentakan dahsyat ia rasakan keluar dari penisnya, tanpa sadar ia mengangkat pinggulnya menekan kearah mulut Koko yang menyambutnya dengan satu hisapan yang amat kuat. Dan pada setiap hentakan yang keluar, Ferry semakin menekan penisnya dalam dalam dimulut Koko…

Sentakan sentakan itu semakin melemah dan Ferry pun menurunkan pinggulnya, nafasnya terengah engah, keringat mengucur deras dari dahi dan sekujur tubuhnya. Koko masih belum melepaskan hisapannya dari penis Ferry yang tetap masih keras dan berdenyut denyut, ia malah sesekali memutar2 lidahnya mengesek gesek kepala penis Ferry yang menjadi sangat sensitif, membuat badan ferry bergelinjang dan gemetar menahan rasa geli dan linu yang memenuhi seluruh kemaluannya…

“ Koko… a.. ah udah.. aa..h udah Ko…”

Ferry mendorong kepala Koko dengan tangannya, perlahan Koko melepas hisapan mulutnya dari Penis Ferry diiringi dengan bunyi “Pop” terdengar. Koko berbaring disebelahnya sambil usap usap kepala Ferry yang masih memejamkan matanya. Ferry berusaha menenangkan dirinya…

Sesaat Ferry merasakan gerakan gerakan di sebelahnya… tak lama tangan Koko menyentuh bahunya membimbing dia untuk duduk disebelahnya. Ferry hanya menurut saja dan ia pun duduk dengan mata terpejam. Lalu ia rasakan tangan Koko kini ada dikepalanya menarik dia kearah depan, Ferry lalu membuka matanya …!

Dilihatnya koko yang kini tebaring dengan celana terlepas dan dihadapannya suatu benda hitam legam panjang dan berbulu tepat berada didepan mulutnya, Ferry tersentak, berusaha mengangkat kepalanya, tapi tangan Koko yang kuat menahan dan menekan kepalanya.

Ia berusaha menutup mulut saat benda itu menempel dibibirnya, tangan Koko terus menekan kepala Ferry dan tangan yang satunya mengarahkan benda tadi kearah mulutnya. Ia tidak kuasa menahan kekuatan tangan Koko, perlahan benda itu masuk kedalam mulutnya.

Ferry membuka lebar lebar mulut dan rahangnya agar penis Koko bisa masuk kedalam mulutnya. Saat lidahnya menyentuh kepala penis itu, terasa asin dan bau keringat dari bulu di pangkal penis koko begitu menyengat hidungnya membuat ia menahan nafas.

Walaupun ia sudah berusaha membuka mulutnya selebar mungkin, tapi penis Koko yang besar tetap tidak bisa muat dalam mulut ferry yang mungil, tangan koko menekan kepalanya membuat penis itu masuk hingga memenuhi rongga mulutnya terus ke tenggorokan yang membuat ferry tersedak dan hampir kehabisan nafas. Koko lalu meraih rangan Ferry dan meletakannya dibatang penis yang tersisa diluar mulut Ferry.

“Dihisap ya sayang… “ Bisik Koko.

Tangan Koko mulai membimbing kepala Ferry turun dan naik, biarpun perlahan karena ukuran penis orang dewasa yang begitu besar untuk anak kelas lima sd, membuat Ferry terkadang tersedak bila penis itu masuk terlalu dalam di mulutnya. Air liur nya mulai memenuhi mulit dan menetes ditangan Ferry yang memegang penis Koko, sebagian mengalir di bagian batang.

Entah berapa lama Ferry sudah menghisap penis Koko, tiba tiba koko memberikan tanda dengan tangannya, agar ia menghisap lebih cepat. Ferry hanya bisa menurut. Sementara mulutnya kini sudah terasa pegal, bibirnya hampir mati rasa karena gesekan gesekan dengan kulit penis Koko, punggung nya terasa pegal, tangannya gemetar, dan belum lagi rasa asin yang ia rasakan kini semakin pekat. Ferry mempercepat hisapannya. Tangan Ferry merasakan sentakan dipenis Koko yang kini semakin membesar, semakin lama semakin sering….

Tiba tiba Koko mengejangkan badannya dan mengangkat pinggulnya, membuat penisnya melesak semakin dalam dimulut ferry yang kelelahan, hingga menyentuh pangkal tenggorokan Ferry.

Ferry tersedak dan lalu sebuah rasa aneh terasa didalam mulutnya seiring dengan lonjakan lonjakan dari penis Koko. Mulutnya penuh oleh cairan yang sebagian meleleh keluar dari sela sela bibirnya, dan ada juga yang masuk kedalam lubang hidungnya. Dan sebagian lagi tertelan olehnya. Rasa yang aneh dan aroma yang menyengat bersarang dihidungnya memebuat ferry berusaha menarik kepalanya dari penis koko, tapi tangan koko menahan agar ia tidak lepas dari mulut Ferry.

Koko tidak  henti hentinya menyemprotkan air mani kedalam mulut Ferry, Ia tidak lagi mempedulikan betapa menderitanya Ferry menerima semua itu, ia tidak peduli saat Ferry terbatuk batuk dan hidungnya mengeluarkan air mani yang tersedak dari mulutnya, sesaat kemudian ia mencabut penisnya dari mulut ferry.

Nafas Ferry kini tersengal sengal, rasa lengket lendir air mani, asin, pahit dan kesat dalam mulutnya tidak mau hilang, perutnya mengejang, mulutnya ternganga lebar, ia berusaha memuntahkan apa yang ia telan tadi, tapi tidak ada yang keluar dari dalam perutnya kecuali sisa air mani yang ada dimulut, semua jatuh menetes diatas perut Koko, diatas kasur.

Kini mata Ferry terasa kembali panas… air matanya menetes… dengan lunglai ia merebahkan dirinya disamping koko dan membalikan badan membelakangi Koko, dan ia mulai menangis… dan terus menangis hingga akhirnya ia tertidur.

……………

……………

Perlahan Ferry membuka matanya, sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela kamarnya, Ia melirik disamping ranjang, Koko sudah tidak ada. Ia lalu menarik selimut dan meringkukan badan, mengingat kejadian tadi malam… Rasa marah kesal, jijik memenuhi relung dadanya. Dan ia pun kembali menangis sendiri………

THE END

===================================
Terima kasih untuk Ari my beloved boyfriend yang sudah memberikan keberanian buat ku
untuk menceritakan sekilas kejadian yang dulu pernah aku alami, juga sekaligus menulis kan kembali kisah ini. kami (ferry & ari) mohon maaf bila ada kata2 yang kurang pantas dan ungkapan2 yang hiperbola… komentar dan kritik membangun sangat disaran kan. terima kasih.