” Kak, ini ada vcd jatoh di kamar papa ” kata adek kecil gw menyerahkan sebuah vcd tanpa cover ataupun gambar. ” Vcd apa Go? ” kata gw kepada Yogo. Yogo adalah  adek kecil gw yang waktu itu masih berumur 8 tahun, sedangkan gw berumur 10 tahun. ” Yogo ngga tau kak, kenapa nggak di puter aja kak diatas ” gw mengiyakan saja ajakan Yogo untuk memutar vcd tersebut di lantai dua rumah kami. Saat itu kebetulan orang tua kami sedang berada di bawah, karena ada keluarga jauh yang datang untuk berkunjung. Sedangkan pembantu di rumah sedang sibuk memasak di dapur untuk persiapan makan malam. Gw masukin vcd tersebut kedalam playernya. Setelah loading beberapa lama, akhirnya keluar judul filmnya, saat itu gw masih inget judulnya filmnya “Sex Oil”. Dasar emang masih pada bocah, kita belom ngerti apa-apa saat itu. Film pun berlanjut ke adegan pria dan wanita yang sedang melakukan hubungan sex. Kami kaget sekali saat ibu kami, tiba2 ada di belakang kami dan teriak. dia memarahi kami karena kami menonton film yang seharusnya belom boleh kita tonton saat itu. Tapi ibu tidak terlalu ambil pusing karena di tau saat itu kami masih kecil belom mengerti apa2. Malemnya gw gelisah ngga bisa tidur gara2 film tadi. Gw memain2kan burung gw yang mengeras akibat film yang tadi kita tonton berdua. Karena penasaran, gw bangunin adek gw ” Go, kita coba adegan kayak film tadi yuk, emang rasanya gmn yah?” bujuk gw ke Yogo, ” Tapi kan kak, tadi adegan nya cowok sama cewek” kata Yogo, ” Gpp, kita coba aja dulu, ayo buka celana kamu Go”. Dengan polosnya yogo membuka seluruh pakaiannya atas perintah gw. Setelah kami full naked, gw tindih badan Yogo, kemudian gw mulai menggesek2kan penis gw ke penis Yogo, dengan cara memaju mundurkan badan gw. Rasanya enak dan geli pikir gw saat itu, gw liat adek gw pun kliatan keenakan. Kami berdua mengakhiri kegiatan tersebut setelah mencapai klimaks, tapi karena masih kecil belum ada cairan yang keluar. Setelahnya kami berdua tidur berpelukan dan melupakan kejadian semalam, dan merahasiakannya. Sepuluh tahun tak terasa berlalu, sekarang gw berumur 20 tahun, dan mempunyai perawakan yang tinggi dengan badan setinggi 176 cm, dan berat badan 68 kg, kulit gw berwarna sawo matang bersih, karena gw sering ikutan exskul basket dulu di SMA, sehingga badan gw cukup kencang dan lumayan atletis. Malem itu pulang dari kegiatan di kampus, gw ke kamar adek gw si Yogo, yang sekarang berumur 18 tahun, kulitnya putih bersih, karena dia ngga pernah keluar rumah, badannya yang tegap dan tinggi ia dapatkan dari hasil berenang, makanya ngga aneh kalo dadanya begitu bidang dan terbelah. aku mendekati Yogo yang saat itu terlihat serius sekali sedang membaca sebuah novel, ” serius amat lu” kata gw, ” Apaan sih lu, nganggu aja ah” bentak Yogo. Entah kenapa saat itu gw liat Yogo begitu horny sehingga burung gw tegang banget, ” Go, kemaren gw nemu vcd lho, di tumpukan barang yang mau dibuang ibu” kata gw, ” Vcd apa kak” , ” Ngga tau Go, makanya kita liat aja yuk ! ” , ” Yaudah, mau liat dimana nih?” tanya Yogo ke gw, ” Disini aja deh Go, kamar gw lagi berantakan bgt, gmn? ” . ” Yaudah, puter aja tuh di laptop gw”. Vcd yang kita masukin ternyata adalah film yang waktu kami kecil tonton berdua, yaitu film bokep yang perdana kami tonton saat kami masih polos2 nya saat itu. Gw liat adek gw gelisah bgt, dan terlihat sekali tonjolan di boxer biru muda yang dia pake. Gw pun sama gelisahnya dengan adek gw, gw udah bener2 ngga tahan dengan nafsu gw waktu itu. Setelah filmnya habis, gw kunci pintu kamar adek gw. ” Kak, kenapa dikunci sih kak? ” , ” Go, gw jadi kepengen berat nih, gara2 film tadi” , ” Iya kak, coba ada pacar kita ya kak, bisa kita kerjain haha”. Gw ngga hirauin kata2 Yogo, gw matiin lampu kamar dia, dan nyalain lampu kecil, sehingga suasana kamar menjadi remang2. ” Kak, lo mau ngapain?” , ” Malem ini, kita lakuin apa yang kita lakuin dulu ya, Go”, ” Maksud lo kak?”, gw langsung meluk adek gw, gw jatuhin dia di kasur, gw buka baju dan celana dia, sehingga yang tersisa hanya CD nya yang berwarna biru. ” Kak, pelan2 nanti ketahuan ibu” , ” Gw jilatin puting dia, sementara tangan gw merogoh bagian dalam CD, yang udah banjir cairan precum. Dia hanya mengerang keenakan penisnya gw kocokin. Akhirnya dia ambil alih dan membuka baju gw dan celana gw, sampai gw full naked tanpa sehelai benang pun, dia cium bibir gw dengan liar, kita melakukan french kiss. ” Go, gw ML lo ya?” , ” Takut sakit kak!” ,” ” Gpp, ntar juga enak” , adek gw hanya mengangguk, kakinya gw angkat ke pundak gw, pantat dia gw tahan dengan bantal, dan gw ludahin anus dan penis gw. “Siap y go” , “Pelan ya kak” , penis gw gw coba untuk masukin ke anus adek gw yang sempit, akhirnya setelah 10 menit mencoba penis gw masuk seluruhnya, adek gw mengerang, buru2 gw sumpal mulutnya pake mulut gw, gw cium dia agar erangannya tidak terdengar ibu di lantai bawah. Gw genjot pantat gw maju mundur sambil mulut kita berciuman. Keringat membanjiri tubuh kamu berdua, yang judtru menambah nafsu diri gw, gw liat adek gw juga nafsu, soalnya dia gw anal. Gw ngerasa gw sebentar lagi mencapai klimaks ” Go, gw mau keluar nih” , ” Bentar kak, kita keluarin bareng, keluarin di dalem aja ya kak ” , akhirnya badan gw serasa melayang pas sperma gw keluar di anus adek gw, cret..crett..crett,, “hah,,hah,,hah,,” nafas gw terengah2 begitu juga adek gw. adek gw telat keluarin sprema dia, jadi gw kocokin penis dia, hingga akhirnya sperma nya muncrat ke perut dia ” ahhhhhh……..”erang adek gw. Gw jilat habis sperma dia da kucium bibirnya biar dia ngerasain sperma nya sendiri, ” Gila kak, tau gini, dari dulu aja kita lakuin” , ” Iya go, gw juga nyesel baru sekarang” gw tertawa, lalu terbaring di sebelah adek gw, gw cium kening ade gw yang banjir keringat dan dia hanya membalas ciuman gw dengan bibirnya yang merah muda. esoknya kami mekakukan nya di ruang tv sambil nonton bokep gay, soalnya orang tua kami sedang ada acara keluarga ke palembang.