(SESAMA PRIA)

Cerita ini ditulis berdasarkan pengalaman salah seorang pembaca yang ingin berbagi pengalamannya.

Namaku Igun Setiawan tinggal di Cikupa, Tangerang. Kejadian kali ini kualami tanggal 28-05-2009. Aku akan cerita yang sebenarnya tanpa menambah bumbu apapun meskipun gak seru. Harap maklum. Malam itu jam 8 aku rela meninggalkan anakku yg masih 5 tahun tidur sendiri. Aku pergi ke pangkalan ojek Jabarud daerah Cikupa untuk menemui Erwan, 25 tahun, anak Pasar Kemis yang janji akan ngentotin aku lewat sms2nya. Setelah tiba kulihat ada pria dengan tinggi sekitar 160cm dengan wajah yang lumayan tampan. Langsung kuajak kekontrakan setelah berbicara sedikit. Sesampainya dikontrakan kulihat anakku masih terlelap tidur.

Langsung aja pintu aku kunci dan aku kaget karena Erwan langsung memelukku dari belakang. Tanganya lansung memegang kontolku yang masih terbungkus celana panjang Levis-ku. Mendapat perlakuan seperti itu kontan kontolku langsung ngaceng berat. Aku langsung membalikkan badan lalu bibir kamipun bertemu. Tak henti-hentinya bibir kami saling melumat dan lidah saling beradu. Desahan-desahan Erwan mulai terdengar. Sesaat aku mulai was-was takut anakku bangun karena cuma terpisah sekatan lemari. Maklumlah namanya juga dikontrakan. setelah puas berlumatan bibir. Erwan meminta aku untuk telanjang sedang Erwan sudah mulai melepas pakaiannya satu persatu. Pas dia buka celana dalam dan levisnya aku kaget karena kontol Erwan sudah ngaceng dan panjangnya sama dengan punyaku yang sekitar 15cm (tapi masih gedean punyaku).

Melihat aku bengong, Erwan menarikku dan membuka pakaian yang kupakai. Pas dia nurunin celana, dia lebih lebih kaget. “Gila kntol kamu gede banget, Gun, panjang lagi.” Baru sampai lutut, celanaku gak diturunin lagi. Aaakk, gila mulut Erwan langsung nyosor ke kontolku. “Wan, jangan kenceng2 ngisepnya. Aku gak kuat.” Kontolku rasanya sakit banget. Erwan ngisepnya sambil digigit karena saking gemesnya. Tak lama aku minta tiduran karena aku tak biasa diisep kntolku sambil berdiri. Setelah aku tiduran, lagi- lagi dia menghisap kontolku. Rupanya Erwan lebih suka mengisap kontol daripada melumat bibir. Aku gak mau pasif saja. Tanganku mulai keselangkangan Erwan dan mulai memainkan kontolnya. Lalu kubalikan tubuh Erwan. Stelah ia tidur terlentang, aku ciumi telinga, pipi dan terakhir aku lumat bibirnya. Erwan hanya meronta-ronta disertai desahan keenakan.

Puas dibibir aku langsung aku isep kontolnya yang sudah ngaceng berat. Aku mainkan lubang kencingnya dengan lidahku. “Wan, entotin aku dong. Udah gak tahan pingin ngerasain dientot ama kamu”. Mendengar itu Erwan lansung bangun. Dia mengambil Citra sebagai pelicin. Setelah ngolesin kontolnya dia langsung ngolesin pantatku. Jarinya dimasuki keanusku. Gila, geli-geli enak. “Terus Waaan. Aaahh.. enak.” Jari Erwan digerak-gerakkan didalam pantatku. “Wan, sekarang masukin kontolmu. Aku udah gak sabar.” Dalam bayanganku kalo jari aja enak, pasti kontol lebih enak. Kemudian Erwan mengganjal pantatku dengan bantal. Kedua kakiku diangkat, Erwan berlutut dan menggesek gesekan kontolnya dipantatku. Gila, anget-anget enak. “Masukin, Waaan.” Erwan tersenyum nakal dan menggoda.

Kontol erwan mulai dimasukin. Aku berdebar-debar menunggu, dan… “WAAAN SAKIIIT…..!” Tapi Erwan malah tambah nafsu. Tak kuat menerima itu, aku mendorong tubuh Erwan sampai dia terjengkang. Aku hanya meringis menahan sakit dipantat. Kulihat Erwan bangun dan mencium bibirku. “Maaf, Gun. Pelicinya kurang.” “Jangan, Wan. Gak jadi, aku gak kuat.” Emang kejadiannya begitu cepat tapi yang kurasakan hanya sakit yang luar biasa. Tapi Erwan gak mendengarkan permintaanku. Dia ngolesin pelicin dikontolnya dan pantatku, kemudian dia mulai memasukan kontolnya. Aku takut banget. Perlahan-lahan Erwan mulai mendorong kontolnya. “Wan, jangan sakiiit.” Gila, pantatku kayak dimasuki besi yang besar. Rasanya bukan panas kayak dicerita-cerita tapi seperti nancap sampai ditenggorokan.

Aku benar benar gak kuat. Aku mau mendorong tubuh Erwan tapi Erwan menyadari itu. Dia langsung memeluku dengan erat danterus memasukan kontolnya lebih dalam lagi. Tanganku memukul mukul punggung Erwan dan menjambak jambak rambutnya karena tak kuat menahan sakit. Tapi Erwan bukannya mencabut kontolnya malah tambah nafsu melihat penderitaanku. Tubuhku penuh keringat karena menahan sakit. Akhirnya kontol Erwan masuk semua. Ia mendiamkan kontolnya didalam pantatku. Rasa nikmat yang kubayangkan sebelumnya belum juga kurasakan, bahkan rasanya pantatku seperti tersumbat sesuatu dan sakit banget. “Gila, Gun. Pantat lo sempit. Enak bangeeet.” “Udah, Wan. Aku gak kuat sakit.” “Ntar dulu. Kamu belum kebagian enaknya.” Lalu Erwan melumat bibirku sambil menarik kontolnya. Sakit banget rasanya.

Dia mulai beringas dan tak memperdulikanku lagi. Erwan terus menghentak-hentakan pantatnya. Rasa sakit sampai keubun-ubunku. Aku meronta-ronta tak karuan. Air mataku keluar karena tak kuat menahan sakit. Erwan mencba menghiburku dengan melumat bibirku, tapi itu tak bisa mengalahkan rasa sakit dipantatku. Bermenit-menit aku menahan sakit dan rasa geli dan hangat mulai kurasakan, tapi itu gak lama karena aku dengar mulut Erwan mengerang panjang. Kontolnya kurasakan mengembung didalam pantatku. “Kamu gila, Guuuun. Pantatmu enak banget.” Pejuhnya menyembur didalam pantatku. Setlah Erwan terdiam sebentar menikmati yang ia dapat, dia mencabut kntolnya. Aku hanya terdiam.

“Maafkan aku, Gun. Aku belum bisa memberi kenikmatan yg kamu ingin.” Pantatku terasa sakit lalu kupegang. Aku kaget banget pantatku banyak darah bercampur pejuh. Erwan meghiburku dengan mengambil posisi 69. Dia masukan kontolnya kemulutku dan menghisap kontolku. Setelah kami sama sama keluar pejuh, kami berdua saling menelan peju itu.

Jam 10 Erwan pulang. Stelah kejadian itu setiap buang air besar aku selalu menahan sakit dipantat. 2 hari setelah kejadian itu Erwan gak mau aku hubungi lagi. Tapi aku tak merasa sakit hati karena aku dah percaya dari pertama terjun ke kehidupan gay bahwa tak ada cinta gay yang abadi. Itulah pengalaman pertama aku dientot ma cowok.

Bagi gay yg belum pernai dientot, berhati-hatilah karena knikmatan itu gak langsung kita dapat b ke no ku da egitu saja. Itu dari pengalamanku. bagi yang mau isep isepan kontol dan entot e-mailku saja. Baik tua, muda, tampan, jelek, aku gak masalah. Aku tunggu di igunsetiawan@ovi.com.