Namaku Adiet umur 18 tahun, ini pengalamanku sebagai murid SMU kelas 2. Aku menyukai salah satu temanku yang sangat tampan dan manis, namanya Arifin, aku sama sekali tidak berani berterus terang bahwa aku mencintainya. Tetapi 2 hari yang lalu telah terjadi sesuatu, tanpa aku duga untuk pertama kalinya aku telah melakukan sex dengan Sharif, temanku yang berdarah Arab dan tampan itu. Meskipun ada unsur paksaan dari Sharif untuk melakukannya, tetapi kini aku menjadi menyukai Sharif karena kejantanan dan keperkasaannya itu. Kali ini aku terlibat dalam kesulitan besar, kini aku mencintai dua orang cowo dan aku bingung harus memilih salah satu dari mereka. Setelah kejadian aku bersama Sharif, Sharif terus menanyakan apakah aku sudah berterus terang pada Arifin atau belum, aku tidak sanggup mengatakannya pada Arifin karena aku bingung karena aku menyukai Sharif juga. Tetapi, pada hari ini, aku akan berterus terang, dan memberanikan diri untuk mengatakannya pada Arifin, meskipun hati ini tidak ingin meninggalkan Sharif. di seling pelajaran bahasa Indonesia, aku diam-diam mengetik sms dan mengirimkannya pada HP Arifin.hFin, pulang sekolah ada waktu ga? Aku ada perlu nih ma kamu, mo bicara 4 mata.h, dengan perasaan gelisah aku menunggu balasan dari Arifin, ebzzz..f HPku bergetar, aku pun menyembunyikan HPku dibalik buku pelajaranku dan membaca SMS yang masuk, ternyata SMS balasan dari Arifin! gOk man! Gue tunggu pulang sekolah nanti ya!h aku sedikit agak lega dan agak gelisah juga, dengan begini aku harus melepaskan Sharif.

Sepulang sekolah, Arifin menungguku, aku berpamitan pada George, Sharif dan Rifandi geh, sorry ya, aku ama Arifin duluan, ada perlu dulu.h, gok deh, see you tomorrow!h kata George, sebelum aku pergi bersama Arifin, Sharif menarik lenganku dan berbisik padaku ggood luck ya, aku mendukungmu.h, hatiku terasa agak sakit mendengarnya, Sharif hanya tersenyum padaku, aku merasa sangat sedih karena aku telah membunuh salah satu rasa cinta di dalam hatiku.

Arifin dan Aku berjalan-jalan di sebuah taman yang tempatnya agak jauh dan agak sepi, Arifin tidak berbicara sejak pulang sekolah, aku berjalan di depan dia, dia hanya mengikutiku dari belakang, aku melihat sebuah danau besar, aku berhenti berjalan dan memandang danau yang indah dan sunyi itu. gckita duduk disana yuk!h ajakku pada Arifin, dia hanya mengangkat pundaknya dan sedikit mencibir tanpa bicara. Kami pun duduk dibawah pohon besar dekat danau itu. gcanu.. maaf aku sudah mengajakmu jauh sekali..h aku mulai berbicara padanya, gah ga apa-apa, tenang aja.h Arifin menepuk-nepuk pundakku gSebenarnya ada apa sich dit? Kayaknya serius banget dech.h Arifin bertanya. Aku sedikit merasa gelisah ganuc Fin.. kamu pernah jatuh cinta ga?h, Arifin pun berpikir gHmmc pernah sich dulu, gue suka ama salah satu temen sekelasku waktu SMP dulu trus ama cowo penjaga took, bintang film, penyanyi, wah macem-macem deh, ga semua inget, gue orangnya gampangan sich, Cuma sekarang aja agak beda gak gampangan kayak SMP duluc kayanya kamu lagi jatuh cinta ya?h Arifin tersenyum mengoda aku. g..i..iyac aku menyukai seseorang dari dulu, tetapi aku agak takut menghadapi dan berterus terang padanya.h, glho kenapa takut?h, gaku..aku takut dia ngga suka ama aku, aku takut dia menolak dan malah menjauh dariku atau dia malah sudah menjadi milik orang lainch, gAduh, Adietc cuek aja lagi, kamu terus terang padanya, bilang aja kamu suka ama dia, meskipun hasilnya tak seperti yang kau harapkan berterus terang itu lebih baik daripada kamu menyimpannya terus-terusan. Kalau aku jadi kamu mungkin aku akan nekad berterus terang karena aku sudah menyukainya sudah lama sekali.h Kata Arifin bersemangat, aku hanya diam tak berbicara sepatah kata pun, gngomong-ngomong cowo mana nich yang berutung? Hehe.h Arifin bertanya lalu tertawa kecil. Aku menatap pada Arifin dan berbicara gorang ituc kamu sendiri finch. Arifin terkejut, dia langsung diam gcaku?…kamu ga bercanda?..

h aku hanya menggelengkan kepala ketika ditanya seperti itu, Arifin menghela nafas gcga nyangka ya, akhirnya salah satu di antara kita jadi begini. Aku menggangap kita semua tuh temen deket aja, open minded saling sharing, sama sekali ga ada niat ke hal terikat.h, aku pun merasa sedih mendengar perkataan Arifin. Aku berpikir sudah tidak ada harapan lagi Arifin bisa menerimaku. g..Wah udah berapa lama ya Dit, kita deket2 kaya gini? Ngumpul2 barengc emang sich ada kejadian yang memalukan jugach, sepertinya aku mengerti apa yang dimaksud Arifin, pasti dia mengingat peristiwa perkemahan itu ketika kami semua menjamah George, gctapi aku merasa ingin hubungan kita terus seperti inicselamanya..h, mendengar kata-kata itu, aku menitikan air mataku, aku sangat sedih sekali dan hatiku serasa di iris-iris. Aku pun mulai terisak-isak, kugenggam rumput sampai tanganku gemetaran. Arifin pun terdiam merasa tidak enak hati, dia merasa agak sedih juga. Arifin merangkul pundakku, dia membelai-belai rambutku dan mencium keningku g..maafin gue ya ditch aku pun mulai menangis mendengar kata-kata Arifin. Arifin memelukku erat aku pun menangis di dadanya, dia mengusap2 punggungku dan terus-terusan mencium kepalaku gcmaafin guech aku mendengar suara Arifin mulai bergetar, ternyata dia ikut menangis juga.

Arifin turun dari motorku, dia mengikat helm di jok belakang gDit, masuk dulu yuk.h Arifin mengajak masuk ke dalam rumahnya. ggak ah Fin, aku mo pulang aja..laper.h. egrrrrlkc.f Aku mendengar suara guntur dari jauh, kami melihat langit yang sudah agak hitam karena mendung, etikf setitik dua titik air hujan menetes di wajahku. gTuh kan ujan! Udah kamu masuk aja.h, eGrrrrlk..f suara guntur itu semakin mendekat dan keras gah ga apa-apa kok!h, gDit! Gila loe ini kayanya mo ujan gede, udah loe masuk dulu aja, nunggu reda nanti! Rumah loe kan jauh! Bisa sakit loe keujanan!h, aku kebingungan, lalu aku mengadah ke atas melihat rintikan hujan semakin membesar, gya udah aku masuk dulu deh!h akhirnya aku memasukan motorku ke dalam gerasi rumah Arifin, aku pun masuk ke dalam rumah Arifin. Rumah Arifin hanyalah rumah biasa yang tidak terlalu mewah meskipun agak besar. gDit, mau makan?h Tanya Arifin, gah nggak, makasihh, glho? Tadi katanya loe laper?h, gemh, Cuma basa-basi doank sich, biar ada alasan pulang, hehe.h, gah elo.h Arifin pergi membawa air minum. Aku melihat foto keluarga Arifin di dinding, dia mempunyai seorang kakak laki-laki, dia sama tampannya seperti Arifin, kini dia sedang belajar ke luar negeri. Arifin ikut memperhatikan foto kakaknya itu gganteng yac gue selalu bangga mempunyai kakak seperti dia.

h, giya, dewasa sekali.h Ujarku kemudian aku duduk di kursi sofa, Arifin melamun kemudian dia tersenyum sendiri gcloe tau gak ditc sebenernya gue suka ama kakak gue sendirich, geh?h aku terkejut lalu Arifin pun duduk di sebelahku, giya, gue suka ama dia, dari kecil gue selalu ikut bersama-sama dia, gue sangat sayang sekali sama dia. Gue selalu manja ama diac gue emang gila, gue udah nyadar kalo gue tuh gay sejak kecil, karena apa-apa selalu teringat pada dia, sampai ketika waktu berumur 12 tahun dan dia 18 tahun se-umur gue sekarang. Gue tidur dengannya, ketika dia tidur terlelap, gue terus memandang wajahnya, kemudian gue pun mencium pipinya.. gue takut dia terbangun, tapi ternyata dia masih terlelap tidur karena kecapaian. Jantung gue rasanya berdetak kencang, gue nekad mencium bibirnyach, Mendengar cerita Arifin aku merasa sangat terkejut sekali, gmeskipun gue mencium dan menjilat bibirnya, dia tetap tidak bangun, gue memang terkejut ketika dia bergerak karena mengigau, posisi dia waktu itu menjadi terlentang, pikiranku sudah kacau, mataku menjadi liar.

Gue memperhatikan seluruh tubuh dia dari atas sampai bawah, dia begitu gagah dan dewasa. Gue pun menidurkan kepalaku di atas dada dia dan memeluknya. Tetapi kemudian, mataku terarah ke satu arah. Gue merhatiin bagian celana dia, dan rasanya ingin sekali melihat kontol diac gue emang sering mandi bareng ma dia waktu kecil, tapi kita berenti mandi bareng waktu dia udah 13 tahunan. gue emang ga waras, perlahan gue nekad menyentuh celana piyamanya dan mempeloroti kakak gue, waktu itu gue horny banget ngeliat kontol dia yang ternyata menjadi besar dan sama sekali berbeda dengan yang dulunya, bulu-bulunya pun sangat panjang dan lebat, tapi cepat2 gue tutup lagi dan tarik celana dia ke atas waktu dia mengigau lagi dan gue pun memaksakan diri buat tidur meskipun agak susah soalnya kebayang dengan apa yang gue liat…

h, Aku diam dan mendengarkan pengalaman Arifin yang cukup gila itu, aku tidak menyangka dia berbuat seperti itu pada kakaknya, lama kemudian, kami berdua terdiam, aku merasa heran kenapa Arifin menjadi sunyi, tidak berbicara lagi. Aku pun melirik padanya dan merasa kaget. Ternyata Arifin sedang terengah-engah pelan, sambil melihat foto kakaknya itu dia duduk lemas dan meremas-remas kontolnya sendiri, aku sangat kaget sekali melihatnya, dia sudah berkeringat dan matanya mulai sayu. Tak lama kemudian dia menoleh kepadaku dan menatapku sebentar, dia bergeser mendekatiku dan tanpa berbicara apa pun dia langsung menciumiku, aku pasrah begitu saja karena memang mauku diciumi olehnya, dia mulai mengulum-ngulum mulutku dan aku pun mulai menelan-nelan air liur Arifin yang rasanya agak manis itu, aku mulai meraba-raba tubuhnya sampai kancing-kancing seragam Arifin terlepas begitu mudahnya dan aku pun mulai menyentuh-nyentuh dadanya. Arifin melepaskan ciumannya dan masih meremas-remas kontolnya yang dibalik celana seragamnya itu gDitcsorrycboleh gacguech Arifin bertanya penuh dengan ragu, aku pun berbisik padanya gga apa-apach. Setelah itu, Arifin perlahan membuka sabuk celananya dan melorotkan celana seragam abu-abunya hanya sampai setengah paha, aku melihat celana dalam Arifin yang sudah basah dan agak kuning dengan kontol yang mengeras dari balik celana dalamnya itu, meskipun aku sudah melihat kontolnya ketika waktu perkemahan dulu, tetapi aku merasa senang sekali bisa melihatnya lagi, perlahan Arifin membuka celana dalamnya lalu kontol dia pun berdiri dengan tegaknya setinggi 17 cm, aku pun terkesima meskipun milik Sharif sama sekali jauh berbeda dari miliknya, aku melihat wajah Arifin yang tampan dan imut itu lalu mataku menurumi ke tubuhnya dan turun ke kontolnya yang perkasa itu. gditc buka donk celana loech kata Arifin, sebenarnya aku agak malu, tetapi terpaksa aku melorotkan celana seragamku berikut celana dalamnya dan menanggalkannya di lantai, aku malu kontolku yang berdiri dilihat oleh Arifin. Dia pun mulai berbicara pelan lagi, gditcsorryc mau ga duduk di atas gue?

Pleasech. Aku tidak menyangka jika Arifin begitu bergairah dan dia ingin sekali menyodomiku, pelan-pelan aku melangkahi tubuh Arifin, Arifin memegang pantatku, lalu dia mulai memasukan kontolnya pada pantatku, gaaah, aaa..h aku meringis kesakitan ketika kontolnya mulai menerobos, gaaaah, aaah, aaaah!!h Arifin berteriak kesakitan waktu pantatku turun sampai akhirnya menduduki bijinya, gauw auw auw.. aduh.. ternyata sakit ya..eeeenghh..h kata Arifin sambil meringis merasa sakit, pantatku sempit dan tidak melebar, aku menaikan pantatku dan menurunkannya kembali, rasanya kepala kontol Arifin tertarik kebawah sehingga daging dalam lubang kontol Arifin terbuka dan membuat Arifin merasa perih gaaauh auh auhc aduh perihc gue baru melakukannya pertama kalinya..auh.. gue ga ngira bakalan seperih ini.. sorry ya dit.. loe juga pasti kesakitan karena ini pertama kalinya buat loec.h, dalam benakku aku merasa bersalah, karena ini bukan pertama kalinya buatku melainkan kedua kalinya. Karena Sharif yang telah menjamahku untuk pertama kalinya.

Aku pun mulai menaik turunkan pantatku berulang-ulang, gaah..aaah..uff.uff..aaahch Arifin terdengar berisik sekali dibandingkan dengan Sharif. Dulu Sharif hanya mendesahkan nafas beratnya itu, aku mulai merpercepat gerakanku dan Arifin rasanya semakin berisik, tak lama kemudian, dia mengerang-ngerang merasakan enak, aku sudah berkeringat karena terus memompa. Rasanya seperti mimpi aku telah melakukan sex dengan Arifin pujaanku sejak dulu, aku membukakan mataku untuk melihat Arifin, kulihat dia begitu berkeringat, wajahnya yang imut itu terlihat agak-agak meringis. Aku tidak tahan melihatnya, air liurku pun menetes ke perut Arifin karena aku menjadi lupa menutup mulut karena melihat ekspresi wajah Arifin, tak henti-hentinya air liurku menetes membasahi perut Arifin dan aku tidak merasa kalau kontolku sudah berkali-kali mengeluarkan sperma perlahan-lahan karena aku terus melihat wajah antara kesakitan dan ke-enakan Arifin. Aku meraba-raba dada dan putting susu Arifin yang sangat kontras antara coklat dan putih bersih badannya itu. Kudengar suara deru hujan diluar sangat deras sekali, ruangan terasa dingin dan sepi, tetapi kami menghangatkan suasana di sekitar dengan rasa dan suhu hubungan sex kami, dan kami pun membuat ruangan tidak menjadi sepi dengan suara desahan rasa nikmat kami. Lama kemudian, aku sudah menggenjot-genjot di atas kontol Arifin, aku sudah merasa agak pusing dan agak capai, tetapi rasanya aku tidak bisa mengontrol tubuhku yang terus membuat isi pantatku mengocok-ngocok kontol Arifin.

Aku pun meletakan kedua tanganku pada pundak Arifin dan aku mulai melambatkan gerakan, sepertinya Arifin mengerti aku kelelahan, kemudian dia membelokan tubuhnya dan menidurkan aku di sofa yang sangat empuk itu. Kini Arifin sedang berusaha mengentot-gentotkan kontolnya, sekarang Arifin mulai mendesah-desah lagi. Aku mengigit-gigit jariku karena ada rasa perih-perih di pantatku. Namun sepertinya sekarang tidak sesakit dan seperih ketika masa hubungan pertama kaliku bersama Sharif. Mungkin karena itu pertama kalinya atau mungkin karena perbedaan ukuran, entahlah itu menjadi suatu misteri, tetapi aku dapat merasakan bedanya. Setelah lama Arifin mengobrak-abrik kehormatanku, Arifin tiba-tiba melambat gerakannya, aku sudah berpikir pasti Orgasmenya sudah memuncak, aku membuka mataku untuk melihat wajah Arifin seperti aku melihat wajah Sharif ketika sudah sampai puncaknya. Ternyata mata Arifin terbelalak lebar, mulutnya pun menganga, wajah memerah dan berkeringat, sepertinya dia merasakan sakitnya bertambah g..acacAahc.aduhch dia terbata-bata, kemudian guncangan kontol Arifin pun terjadi dan mulai membengkak gceennggghhhcnnnnnnnghhhhhch aku mengerang karena merasa sakit, eSRRT!!f rasa panas yang luar biasa menyembur di dalam pantatku, aku menggigit tanganku menahan untuk menjerit.

gAAAUH!!! AAAAAAAH!!! ADUH SAKIT!!! PERIH!! PERIH!!!! AAAAAAAAAAH!!h keluhan Arifin pun lebih heboh dari Sharif, anehnya Arifin mengeluarkan sperma lebih-lebih dari Sharif dan masih berguncang hebat sekali, karena itu lama sekali kami tersiksa kesakitan gAAAAAAAH!! AMPUN!! AAAAAH!! ADIT!!! SAKIIIIT!! PERIIIH!! AAAAAH!!h Arifin berteriak-teriak kesakitan, air liurnya berceceran mengenai baju seragamku, aku mulai menangis lagi melihat Arifin tersiksa. Tetapi akhirnya mereda juga, Arifin terengah-engah kecapaian, dia gemetaran, dia berkeringat sampai rambutnya basah. Dia pun menarik kontolnya yg melemas dan terduduk di ujung sofa sambil terkulai lemas. Aku berusaha duduk dan akhirnya aku bisa duduk, lalu aku tercengang. gcfinch aku memanggil Arifin, Kemudian Arifin pun menoleh padaku, nafas dia sempat terhenti dan tercengang juga. Ternyata sofanya terkena genangan darah dan sperma yang berceceran banyak dari lubang pantatku, kami berdua sambil memandang, apa yang kami lakukan!!!? Keadaan gawat karena sofa telah ternoda, tanpa menghiraukan kami tidak memakai celana, kami bergegas mengambil tissue, lap, pembersih, sabun, ember, air, dan segalanya untuk membersihkan sofa dari noda, jika ketahuan oleh keluarga Arifin kalau nanti pulang bisa gawat!

Setelah usaha kami yang keras, sofa pun kembali hilang dari noda, tinggal menjemurnya, ghah.. hah.. hah..gila untung masih bisach desahku karena kecapaian karena kami sudah melakukan 2 olahraga sangat berat dalam waktu 4 jam. egrrrrrngcf kami terkejut oleh suara mesin mobil yang masuk gerasi, keluarga Arifin pulang!! Cepat-cepat kami beres-beres dan memakai baju dan celana seragam kami kembali, semua kembali seperti semula, etrok trokcf suara langkah kaki sepatu hak tinggi di teras rumah terdengar jelas, Arifin kaget melihat sesuatu gDIT!! CD GUEEE!!h ternyata Arifin lupa memakai celana dalamnya, dan tergeletak begitu saja di atas sandaran sofa, gHAH??h aku pun kaget dan panic, ekrek!f pintu dibuka dan aku pun bergegas menyambar celana dalam Arifin dan memasukannya ke dalam saku celanaku. Ibunya Arifin pun masuk g..eh ada nak Adiet, pantesan ada motor siapa ibu pikir di gerasi.h Ayahnya Arifin pun menyusul masuk lalu dia tersenyum, gsore tante, om..h aku menyalami dan cium tangan pada mereka, gloh? Kok kamu keringetan gitu?h aku dan Arifin kaget, kami memang masih keringetan, geh anu tantech, g..itu ma!! Sambil nunggu ujan reda kita bersih-bersih kamarku sama lap-lap gitu .h, gaduh Fin, fin. Kok tamu disuruh bersih-bersih sih. Kalo begitu Adiet ini pembantu atau istrimu, baru kamu ajak lap-lap.h Kami berdua agak kaget, memang kami tadi baru melakukan hubungan suami istri.

Jam 18.30 aku baru sampai dirumahku, aku sangat lelah sekali, ingin aku mandi dan langsung tidur, aku melihat Viena berjalan menuju teras rumah gdari mana kak? Baru pulang jam segini?h, dengan cuek dan lemasnya aku menjawab pendek gkerjain tugas..h, ketika aku melewati Viena, Viena langsung terheran-heran gkakc kakak laki-laki kan??h aku kaget mendengar apa kata Viena gapa maksud kamu??h, gituc kok di celana bagian belakang kakak berdarah seperti bekas menstruasi!!h aku terkejut aku pun melihat ke belakang dan ternyata benar, aku panik ternyata pantatku mengeluarkan darah lagi karena habis disodomi oleh Arifin dan kembali keluar karena terguncang-gucang naik motor, gEH?? Inic anuc.h Aku tidak bisa menjelaskan, gjangan-janganc. Bisul kakak pecah yach?? AHAHAHAHAA!!h Viena tertawa terbahak-bahak, aku sebal mendengarnya, kemudian sesuatu terjatuh dari saku celanaku, Viena pun terkejut lagi gKAKAK!!??h ternyata celana dalam Arifin terbawa olehku dan lupa mengembalikannya!! gKAKAK JOROK!!

Gak pakai CD, pantesan darahnya merembes keluar!! IIIIIH!!h Viena pun lari dengan histeris ke depan teras. Aku pun mengambil celana dalamnya lalu bergegas masuk ke dalam kamar dan duduk di tempat tidurku, aku masih merasa agak perih di pantat, kemudian aku melihat celana dalam Arifin yang terbawa olehku, ternyata di dalamnya ada tulisan nama eArifinf untuk membedakan celana dalam dia dengan milik ayahnya, kulihat ada seuntai rambut keriting menempel di celananya, kemudian aku mencium wangi celana dalam ituc ternyata agak bauc aku berpikir sejenak, lalu kuselipkan celana dalam itu diantara celana dalamku yg di dalam lemari sebagai kenang-kenangan. Cintaku telah ditolak meskipun kami mengalami pengalaman yang cukup indah hari ini, mungkin itu yg pertama dan yg terakhirnya aku bermain cinta dengan Arifinc tetapi, jalan lain masih terbukacaku akan berterus terang bila aku mencintai Sharif, kuharap Sharif akan menjawabku dengan apa yang kuinginkan, aah,.. masa SMA adalah masa puberku yang sedang berkembang.