Namaku Adiet umur 18 belas tahun, ini pengalamanku sebagai murid SMU kelas 2. Sejak dulu aku menyadari bahwa aku ini seorang gay. Aku mempunyai 4 orang teman cowo yang dekat denganku. Arifin, cowo berkulit bersih berwajah tampan dan manis, aku sangat menyukai dia karena dia sangat tampan. Rifandi, cowo tinggi pemain basket idola para cewe sekolah kami. Sharif, cowo berdarah campuran Arab berwajah tampan dan mempunyai mata yang dalam dan sangat tajam sekali, dia juga sangat tinggi seperti Rifandi. George, sahabat terdekatku, satu-satunya cowo indo belanda yang mempunyai wajah yang sangat imut dan senyumannya manis, putih dan agak kurus seperti Arifin. Dan sedangkan aku sendiri, tergolong cowo sedang saja yang mempunyai prestasi yang cukup lumayan bagus. Kami ber lima saling mengetahui bahwa kami berbeda dari yang lainnya, yaitu kami tertarik dengan sesama jenis, tapi kami tidak pernah mengumbarnya dan bertingkah laku biasa saja, tetapi satu hal yang terpenting adalah, aku sama sekali tidak bisa mengatakan pada Arifin bahwa aku begitu menyukainya, kami semua berteman dekat dan sulit sekali untuk menyatakan bahwa aku suka padanya.

Pada suatu hari, kami habis menjalani ujian dan mendekati hari libur kami, Sharif bersama yang lainnya mendatangi mejaku ketika aku sedang mengobrol dengan George, geh liburan mo pada kemana nih?h Tanya Arifin, gkita bikin acara bareng aja.h Kata Sharif. George tersenyum dan berbicara gaku sih mau kemping di daerah pergunungan, kalian mo ikut?h, gwah kemping asyik juga tuch!h seru Sharif, giya udah kita kemping aja bareng-bareng, kita mulai besok kan berangkatnya?h Tanya Rifandi. gceh Adiet kok diem aja dari tadi, napa loe?h aku sedikit terhenyak ketika ditanya oleh Sharif, gah, ga napa-napa kok.h Kataku. gkamu ikut ngga?h Tanya George padaku, gikut kokh. Pada masa itu, kami tidak akan pernah menyangka bahwa perkemahan itu akan telah terjadi sesuatu yang tidak pernah kusangka akan terjadi pada hidup kami.

Setiba di daerah pergunungan, kami mengarungi hutan yang cukup sepi dan cukup asri. Kami pun sampai di dekat sungai, disanalah kami mendirikan tenda kami untuk berkemah, Arifin dan Sharif sedang mendirikan tenda untuk tempat tinggal kami, Rifandi sedang mengorek-ngorek tasnya mencari sesuatu untuk dimakan karena dia sangat kelaparan setelah perjalanan jauh, sedangkan George dan aku mengumpulkan kayu-kayu untuk membuat api unggun untuk nanti malam. Dan tak terasa malam pun tiba dan kami berkumpul untuk menyantap makan malam kami sambil mengobrol. gEh tau gak, 3 hari kemaren gue waktu ke WC mo kencing ketemu ama Pak Teddy.h Kata Sharif. Aku pun membayangkan wajah guru olah raga yang lumayan ganteng itu, gmasa?

Lagi ngapain dia?h Tanya Arifin, gdia lagi kencing, gue sapa aja dia, terus gue kencing aja di sebelah dia, kesempatan tu gue ngintip kontol dia punya.h Kata Sharif nyengir, gwah gila loe! Nekad juga! Ketauan ga?h kata Arifin sambil senyum-senyum, Rifandi yang dekat Sharif pun mendekati Sharif karena tertarik,gngga dong, gue kalo lirik-lirik ke sebelah ga bakalan ada yang nyadar.h, geh kontolnya gede gak?h Tanya Rifandi sambil menelan ludahnya terlihat dari jakunnya yang bergerak, ggede juga tuh, dia kencing sambil celananya dibuka lebar sih, ampe bulu-bulu ama bijinya aja keliatan, gue liatnya aja udah horny, gue lagi kencing kontol gue ngaceng ampe air kencingnya naek ke atas.h, semua pun tertawa mendengar cerita Sharif, gbego lu Rif, bisa-bisa lu ketauan lagi ama Pak teddy.h Seru George sambil menahan tawanya, gga lah, gue sengaja masukin lebih dalem lagi kontol gue ke tempat kencing biar ga keliatan gue lagi ngaceng ngecengin kontolnya dia, sehabis dia beres kencing dia pergi duluan sambil nyapa gue, gile deh, taunya baju gue dah basah kena kencing gue gara-gara kontol gue ngaceng.h. Kami semua meledakan tawa karena tidak tahan mendengar cerita Sharif.

gDasar arab gila lu, pantesan lu balik ke kelas udah pake jaket lagi!h kata Rifandi yang sekelas dengan Sharif. gEh ngomong-ngomong, lu kan arab Rif.h Kata Arifin, gmang napa?h Tanya Sharif. gkontol loe gede gak? Katanya kontol orang arab gede-gede.h Tanya Arifin sambil tersenyum penuh arti, gIya dong, kontol gue super gede lah, ga kalah gedenya ama punya si Pak Teddy.h Kata Sharif dengan bangga. gMasa sih?

Gue ga percaya, kayanya itu cuma gossip doang.h Kata Arifin memancing, gyah gak percaya, mo gue buktiin?h, giya dong, perlu bukti!h seru Arifin, gnihch Sharif membuka resleting jaketnya dan menarik celana trainingnya itu, ternyata Sharif tidak memakai celana dalam, Rifandi dan Arifin menelan ludahnya ketika sesuatu muncul dari balik trainingnya Sharif, kontol Sharif terlihat sangat besar sekali dan panjang sekitar 21 cm dan bulu-bulunya yang keriting sangat lebat menyambung ke arah pusarnya, kedua biji kontolnya pun sangat besar hampir sebesar kepalan tanganku, aku merasakan libidoku menaik dan kontolku mulai mengeras melihat kontol Sharif yang besar itu. ggila, gede banget!h kata Arifin, Rifandi sudah mulai berkeringat ditambah panasnya dari api ungun, dia sudah menelan ludah beberapa kali. gnah sekarang percaya kan? Blom kalian liat kontol gue kalo lagi ngacengnya.h kata Sharif bangga, aku merasa tidak percaya kalau aku bisa menyaksikan Sharif arab yang tampan itu akhirnya memperlihatkan kejantanannya.

gAh ini bohongan ya?h dengan cueknya Arifin menarik kontol Sharif, Sharif kaget karena kontolnya ditarik Arifin dan sejenak terlihat kontol Sharif bergerak bereaksi karena dipegang Arifin gEH!! Kurang ajar loe!h Sharif menepis tangan Arifin, Arifin tertawa kemudian Sharif pun menyerang Arifin, dia melorotkan celana training Arifin yang ternyata Arifin juga tidak memakai celana dalam, dibalik celananya itu, ternyata kontol Arifin sudah berdiri tegak dengan hanya sedikit bulu di sekitar bijinya dibandingkan dengan milik Sharif. Aku sedikit deg-degan melihat Arifin yang tampan dan aku sukai itu dengan celana melorotnya memperlihatkan kontolnya sudah mengeras, Arifin terlihat malu karena kontolnya berdiri cepat-cepat dia menutupnya dengan tangannya, gHaha!! Loe pasti ngaceng liat kontol gue!! Ayo ngaku aja loe!h Sharif tertawa puas. gAh diem loe! Sapa mo gak ngaceng lagi liat kontol orang lain!h kata Arifin menahan rasa malunya, gliat aja tuh si Rifandi! Dia aja ngaceng ampe celananya aja udah keliatan basah gitu!h Arifin nunjuk celana training Rifandi yang kelihatan agak basah, Rifandi pun kaget dan baru menyadarinya, gHah!?

Gila lu fan! Ampe basah gitu!! Coba liat!!h Sharif narik-narik celana Rifandi, gHEH! JANGAN GILA LOE!!h Rifandi narik kembali celananya karena malu, kemudian Arifin berdiri melupakan celananya yang masih melorot itu dan menahan tangan Rifandi dari belakang, gAyo Rif! Tarik aja! Hahaha!h Arifin tertawa sambil menahan Rifandi, kemudian Sharif melorotkan celana training dan celana dalam Rifandi, dari balik celana dalamnya, kontol Rifandi sudah terlihat sangat basah dan bergerak-gerak sedikit mengeluarkan cairan dari lubang kontolnya, Rifandi sangat malu sekali gAih, loe lebih horny dari gue Fan!h seru Arifin. aku merasa kejadian hari ini terlihat seperti mimpi, ketiga temanku yang tadinya terlihat biasa saja sekarang seperti orang yang saling mempermalukan dirinya dengan cueknya kontol mereka terlihat sangat jelas sekali karena ini pertama kalinya kejantanan mereka terlihat sangat jelas. Sharif memakai celana Trainingnya kembali, gkalo loe gimana Dit?h aku kaget karena Sharif bertanya padaku geh apa?h, gloe ngaceng juga kan liat kontol gue?h, aku terdiam sesaat karena malu, tapi dengan lancangnya Arifin menarik celanaku gAh malu-malu amat sih loe!h aku kaget karena kontolku kini terpampang dengan jelas sedang berdiri dihadapan mereka

gHEI!!h aku malu sekali cepat-cepat aku menutup kontolku dengan menarik bajuku. Arifin tertawa, jantungku berdetak kencang melihat Arifin tertawa karena dia terlihat sangat manis sekali kalau tertawa dan aku tidak bisa bertahan melihat kontolnya yang berjarak sangat dekat dariku. George yang dari tadi hanya senyum dan tertawa kini tersenyum menahan tawa melihat aku. gNah loe sendiri gimana?h Sharif kemudian bertanya pada George, George agak terkejut gGue..ya gue horny-horny aja sich liat loech kata George singkat, gpelorotin dong celana loe.h Kata Sharif sambil tersenyum karena tertarik dengan cowo indo yang cakep ini. giya dong, loe kan turunan bule, bule punya pasti gede-gede kaya punya si Sharif!h seru Arifin bersemangat, gNggak!h George menolak, gayo jangan malu-malu.h Sharif mendekati George, George mundur sedikit-sedikit, ketika George tersudut, dia hendak melarikan diri, tapi dengan cepat Arifin dan Rifandi narik tangan George, gLepasin gue!!h George berontak, dan dia pun terjatuh, Arifin dan Rifandi menahan tangan George, gDit! Bantuin gue! Tahan kakinya!h tanpa sadar pun aku menuruti perintah Sharif dan menahan kaki George, karena libidoku sudah mulai naik.

George berusaha berontak, tapi kami menahannya, Sharif pun tersenyum, kemudian dia menarik celana training George, aku menelan ludahku melihat kontol George yang tidak beda jauh besarnya dari milik Sharif, memang milik George lebih kecil tetapi ukurannya lebih panjang dari milik Sharif, kontol George hampir 30 cm!! Sharif terpaku melihatnya, dia menelan ludahnya dan terlihat sangat bergairah sekali, Sharif mengelus-ngelus kontol George yang sangat putih bersih itu, dan mengelus bulunya yang tidak begitu lebat, kemudian Sharif meremas-remas biji kontol George, gjangan…h george merasa sedikit terangsang, tetapi dia masih berusaha menahan dan berusaha melepaskan diri. Sharif masih meremas-remas karena dia merasa sangat gemas dengan bijinya George, kemudian dia menarik kontol George, aku yang jaraknya sangat dekat dengan Sharif dapat mendengar dengan jelas deru nafas Sharif yang memberat, aku melihat air liur Sharif pun sudah semakin banyak dan sedikit menetes dari bibirnya, Sharif pun menelan ludahnya dan tidak disangka-sangka, Sharif menjilati kontol George dan mengigit-gigit biji milik George, George sedikit mengerang karena terangsang. Sekilas aku merasa jijik sekali melihat perbuatan Sharif. Nafsu George pun tidak tertahankan, kontolnya mengeras dan berdiri tegak di depan mataku, wajah Sharif sudah mulai berkeringat, dia memegang dan mulai mengulumnya, gaahc.aaahch George merasa mulai lemas, aku melihat Arifin yang masih memegang tangan George, wajah Arifin pun sudah mulai berkeringat, wajahnya terlihat jelas wajah dengan birahi yang tinggi, dia hanya meremas-remas tangan George, kemudian Arifin menatap wajah George. George terlihat mengerutkan dahinya dan dia mendesah-desah karena perlakuan Sharif dan air liur George mulai mengucur dari mulutnya. keringat Arifin mulai menetes-netes, kemudian dia mendekatkan wajahnya pada George, tanpa aku sangka, Arifin menjilat air liur George dari pipi George naik pada bibir George, dan Arifin pun mulai mengulum bibir George, aku sedikit merasa sakit hati melihat Arifin yang kusukai sedang menjamah sahabatku George.

Aku melihat lidah Arifin yang menari-nari di atas bibir George dan dia mengulum bibir George yang sedang mendesah itu. Aku berusaha memalingkan wajahku, aku melihat Rifandi, sekilas aku melihat dia hanya memegang erat tangan George dan mendesah-desah melihat Sharif yang sedang mengulum kontol George, ternyata tangan Rifandi yang satunya lagi dia masukan kedalam celananya, dia sedang melakukan onani. Aku sudah berpikir semua temanku menjadi gila, mereka sudah memperkosa George, tapi aku sendiri tidak bisa menahan hawa nafsuku, aku berusaha untuk tidak melihat Arifin dan George saling berciuman, aku kembali memperhatikan Sharif yang air liurnya suda membasahi kontol George. Kemudian Sharif melihat kepadaku, aku terpaku dan merasa gelisah, kemudian dia menarik tanganku dan menyuruh aku memegang kontol George, aku kebingungan apa yang harus kulakukan, baru kali ini aku memegang kontol orang lain, kontol George terasa agak panas dan sangat basah, Sharif menarik lagi celana George sampai lepas, lalu dia melepaskan celana trainingnya sendiri. Rifandi, Arifin dan aku terpaku melihat kontol Sharif yang tiga kali lipat membesar dari ukuran aslinya. Sharif terlihat sangat bernafsu sekali, dia menaikan kedua kaki George pada pundaknya dan akan memasukan kontolnya yang besar itu ke dalam pantat George. gAaa! Aaaaaah!!h George kesakitan, aku merasa kasihan melihatnya, Sharif meringis terlihat kesakitan juga karena dia memaksakan memasukan kontolnya tanpa memberi krim terdahulu pada pantat George. Sharif mendorongnya pelan-pelan, keringatnya bercucuran dan dia sangat bersusah payah. Rifandi bernafas semakin memberat melihat Sharif, dia semakin bersemangat melakukan onaninya.

George mulai menangis karena kesakitan, tangannya meremas baju Arifin yang berada di dekatnya g..sudahcsakitc.sharifc sakitch George memelas karena kesakitan, Arifin menciumi wajah George dan berbisik padanya gshhhctahan aja yach Arifin membelai rambut George dan kembali menciumi bibir George. Kini Sharif sudah membiasakan diri, meskipun terasa perih, dia terus-terusan mendorong keluar masuk kontolnya kedalam pantat George. Aku tidak bisa berbuat banyak melihat George di lakukan seperti itu, aku tidak bisa melawan hawa nafsuku, aku mulai memejamkan mataku dan mulai mengulum kontol George. Rasanya sangat aneh, tetapi aku sangat menikmatinya, bau keringat dan kejantanan George tercium dengan jelas di hidungku. Pikiranku sudah mulai kacau, aku semakin bersemangat mendengar desahan dan erangan Sharif yang sedang melampiaskan nafsunya, celana dalamku mulai terasa basah. Malam terasa sangat panjang, kami berempat telah menjamah George cowo indo yang malang itu. gaaacaaaah..h George kembali mengerang, aku melihat padanya, wajahnya terlihat seperti kesakitan gaaah.. aaahc Aaaah!!

h George semakin kesakitan, lalu tiba-tiba kontol George menyemburkan sesuatu yang sangat panas dan menembak kerongkonganku gUHUK!! UHUK!!h aku terbatuk-batuk, sebagian sperma George tertelan olehku dan sebagian mengalir keluar dari mulutku bersama air liurku, eSrrt!f kontol George kembali menembakan spermanya beberapa kali dan kali ini terkena wajahku, aku terkejut dan masih terbatuk-batuk karena agak sulit bernafas. gAaah!! Aaah! AAAaaah!!..h kini Sharif yang mengerang kesakitan, dia berhenti mendorong dan dia meremas keras pundakku gNggghhh.. Ngggggggh!!h Sharif gemetaran menahan sakit sampai air mata dan air liurnya keluar g..aahcsakitcsakit..

h Sharif mengeluh karena ini pertama kalinya dia melakukan sex, dan sepertinya Sharif telah menyemburkan spermanya di dalam pantat George, gngggghc aah, hah..hah..hah..h akhirnya Sharif berhenti meremas pundakku dan terlihat sangat kecapaian, aku juga merasa sedikit kasihan kepada Sharif yang memaksakan diri sampai kesakitan begitu, malam ini adalah malam pengalaman gila kami yang pertama. Perlahan-lahan Sharif menarik kontolnya dari pantat George, kulihat kontol Sharif sudah melemas, di sekitar kontol Sharif terlihat banyak sekali lendir sperma Sharif dan beberapa bercak-bercak darah dari pantat George karena lubang pantat George luka lecet-lecet akibat paksaan Sharif. Sharif agak kaget karena ini pengalaman pertama dia dan tidak akan mengira jika George akan terluka seperti itu. Kami melihat wajah George yang putih itu memerah, dia terlihat menitikan air matanya, kami merasa bersalah padanya, Arifin yang dekat dengan dia mengelus-ngelus rambut George gmaafkan kamich Arifin membisik padanya, kami ber empat pun memeluk George dan meminta maaf pada George. Aku pun menangis menyesali perbuatanku, dan dalam hatiku pun menangis karena aku sakit hati dan cemburu melihat Arifin terlihat seperti seorang kekasih bagi George. Aku berharap suatu hari nanti aku dapat menyatakan jika aku suka padanya dan berharap aku menjadi miliknya.