Entah sejak kapan aku menyukai bagian bagian tertentu dari tubuh cowok. Padahal aku sendiri seorang laki laki. Otot yang menyembul di dada, tangan , perut. Juga rambut hitam yang menghiasi ketiak. Sungguh sangat sexy! Di kampuspun aku sering memperhatikan cowok cowok yang goodlooking. Ada seorang cowok yang mencuri perhatianku. Tubuhnya tinggi menjulang kokoh, sedikit kurus. Garis wajahnya tegas dan maskulin. Walau penampilannya cuek dan terkadang slengean tapi justru disitu daya tariknya. Entahlah, mungkin aku menyukainya. Adalah Pandji sosok yang setiap hari menjadi magnet bagi penglihatanku. Club yang dia ikuti adalah Basket. Little sacrifice to get closer with him. Aku mengikuti club yang menjadi baian dari kegiatannya. Damn!!! Padahal aku nggak pernah suka olahraga!!! Aku tau walaupun kumasuk club ini sekalipun tak akan membuat Pandji jatuh kepelukanku. Mungkin kulakukan itu hanya agar hatiku bisa senang karana bisa lebih sering melihat sosok tampannya. Saat latihan selesai seluruh pemain basket bubar! Ada yang ganti baju, mandi diruang bilas, ada juga yang langsung pulang. Kebiasaan Pandji setelah main basket adalah mandi di ruang bilas. Little naughty idea appear in my head! Aku bersaha menguntil sampai kekamar mandi. Aku berusaha menempatkan diri di kamar sebelah dimana Pandji mandi. Thanks god! Dikamar itu ada celah yang memudahkan kegiatatan mengintipku. Detak jantungku berdetak dengan cepat! Tiba tiba penisku menegang. Kulihat pahatan Mahakarya Tuhan yang sempurna. Tubuhnya sangat atletis . Otot otot yang menghiasi dada putih mulusnya, puting susu yang berwarna pink, perut serta lengannya menyembul tapi nggak over. Rambut hitam lebat yang kini basah menghiasi ketiaknya. Penisnya yang even lagi off terlihat lebih besar dibanding punyaku kalo sedang off juga. Oh my god this is prize for me! Rutinitas mengintip Pandji yang sedang mandi itu menjadi kegiatan yang sangat aku tunggu setelah selesai latihan basket yang memuakkan! Bahkan pernah suatu hari aku melihat Pandji disela sela mandinya dia onani. Pertamanya aku kira dia sedang membilas penisnya. Tapi dia terus mengocok penis yang kokoh itu. Astaga benar benar penis yang panjang. Kepala yang keunguan, namun batangnya sendiri berwarna putih bersih. Aku bisa melihat urat urat yang menyembul tegas dari batang penisnya. Dan expresi wajahnya membuatku juga jadi sange!Beberapa menit kemudian sperma menyembur dari penis kokohnya! Dia berusaha agar nggak mengeluarkan suara! Sore itu aku bersama teman teman kelasku mengikuti kelas extra. Langit kulihat mendung. Awan hitam membendung . Tak lama hujan turun . What a fucking rain!!! Males banget kalo udah ujan gede kayak gini. Aku memutuskan untuk berteduh di depan perpustakaan. Damn!!! Betapa kuterkejut sekaligus senang! Kulihat sosok Pandji berteduh didepan perpus juga! Nampaknya hujan membuat tubuhnya basah kuyup. Mungkin dia nggak berani pulang naik motornya sekarang. Otot perutnya sedikit terlihat karena kaus putih lusuhnya kebasahan. Uuuhhh what a sexy body!!! ”Eh..elo…”Serunya menyadari keberadaanku disebelahnya. ”Keujanan yach loe…basah baget baju loe…emang gila…gede banget ni ujan!” Sahutku basa basi. Suatu kemajuan, pikirku. Selama ini kami belum pernah terlibat percakapan sedekat ini. Yach walau hanya beberapa kalimat saja! Sebelumnya aku belum pernah berbicara sambil bertatapan langsung dengannya , even kami satu club basket! ”Bro … kayaknya jendelanya kebuka deh… masuk yuk..dari pada kita nambah kebasahan disini. ” Ajaknya dengan suara rada berat. Tanpa pikir macam macam aku mengikutinya menerobos ke jendela perpus. Akupun sebenarnya juga nggak mau kebasaan kayak dia. Setelah sampai didalah , kulihat perpus nampak sepi dan temaram. Mungkin karena udah ditutup beberapa jam yang lalu. Setelah berhasil masuk, pandji menggosok gosokan tangannya, membuat dirinya merasa lebih hangat. Muncul niatku untuk menjilat. ” loe kedinginan?…nih pake sweater gue!!!”seruku sambil menyodorkan sweater yang tadi aku pakai. Tanta menghiraukan sweaterku, tiba tiba dengan sedikit kasar , Pandji mendorong tubuhku kedinding. ”Bugghhh!!!” kurasakan punggungku sakit karena menubruk dinding. Pandji menopangkan tangannya didindin. Dia menatapku tajam. Aku sedikit takut. ”Gue tau loe suka ngintip gue mandi di ruang ganti basket!!!” Serunya parau. “Degh!!! Mampus gueee!!!” Tatapannya seolah ingin membunuhku! Nafasnya memburu. Kubisa melihat gerakan naik turun didada bidangnya. Tiba tiba wajahnya mendekat! Dengan membabi buta dia melumat bibirku. Kurasakan bibir manisnya(mungkin karena dia abis ngerokok)melumat halus bibirku. Halus namun sangat bernafsu. Setelah itu dia selonongkan tangannya yang terasa dingin masuk kedalam kausku. Meremas remas dadaku. Membuatku senakuin bernafsu. Dengan cepat aku berusaha meleakan kaus basah yang diapakai Pandji. Dia masih menggerogoti bibirku. Akupun melepas kaosku. Dia bergerak turun . Dengan lidahnya dia membuat huruf O di sekitar putingku. Sesekali menghisap dan menggigitnya, membuatku berteriak kecil. Ohhh…aku nggak tahan. Lalu dia lakukan hal yang sama dengan putingku yang satunya. Setelah itu dengan sedikit kasar aku memeluk kepalanya, menjambak halus rambutnya. Berusaha menghentikan kegiatan”menyusu” yang membuatku benar benar geli…walau enak juga… Dia memberikan isyarat untuk bebaring dilantai. Aku menindihnya. Kurasakan otot keras bersembunyi dibalik jeans birunya. Sambil menjilati lehernya kumasukan tanganku kedalam celananya, merogoh penis yang sangat besar itu! Lalu memijit mijitnya.”Aggrrrhhhh…”gumamnya horny. Aku melepaskan burung dari sangkarnya. Lalu tanpa sungkan ku hisap penisnya. Kurasakan kepala penis itu begitu penuh mengisi mulutku! Sesekali aku menjilati zakar dan selangkangannya membuatnya berteriak kecil. Jembutnya hitam dan lebat namun nggak bau. Setelah itu kubuat garis dengan lidahku, dari pusarnya ke lehernya. Tubuhnya masih basah! Kubisa mencium parfum yang begitu maskulin dari tubuhnya. Membuatku semakin ”menggila”. Kujilati juga dadanya yang putih mulus berotot itu. Otot perut sixpack yang membuatku sange itu ku gigiti kecil kecil. Sambil terus melumati bibirnya aku mengocok batang yang begitu besar itu. Dia sendiri beruaha mengocok penisku. Lalu sepertinya dia ingin juga merasakan penisku. Dia meyendoto penisku dengan harotnya(nafsu). Damn!!! Aku nggak tahan lagi… sensasi yang menyenangkan menjalar di seluruh tubuhku. Aku memberikannya isyarat sebentar lagi spermku akan keluar tapi nampaknya dia tak bergeming . ”Arrrrgggghhhh shitttt!!!!…..” teriakku tertahan. Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt…… Cccccrrrrrooooootttttt Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt….. Cccccrrrrrooooootttttt Aku menyemburkan spermaku di mulutnya!!! Setelah berhasil mengeluarkan spermaku, dia mendudukkan dirinya diatas perutku. Lalu mengocok penisnya sendiri. Aku mencubiti puting susunya yang kurasa keras! Dan…. ”Aaaagggghhhhhh….ohhhhh…yeahhh….” Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt…… Cccccrrrrrooooootttttt Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt….. Cccccrrrrrooooootttttt Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt…… Cccccrrrrrooooootttttt Spermanya menyembur kemana mana. Banyak sekali dia terus menyocok penis besan nan kokohnya. Lalu Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt…… Cccccrrrrrooooootttttt Cccccrrrrrooooootttttt…….. Cccccrrrrrooooootttttt….. Cccccrrrrrooooootttttt!!! Setelah dirasa cukup. Dia membaringkan tubuhnya di sebelahku. Kurasa dia lelah! Sebentar diam lalu memandang kearahku. Setelah itu dia memelukku yang maih berlumuran spermanya. Dia memeluku dengan erat dan hangat. Ahhh… fucking shit with this rain…i feel warm now. Ahhhh aku bahagia sekali saat ini. Peduli setan dengan apa yang terjadi setelahnya. Sama sama kelelahan kami tertidur di perpustakaan itu.