tangannya meraih kontolku yang udah dari tadi mengeras dan meainkannya dengan kontolnya kemudian diremas kuat -kuat kedua kontol kami. Ia berhenti menciumku, lalu wajahnya mulai menuju ke kontolku yang berdiri tegak,lalu Rio langsung mengisapnya dengan penuh semangat. Kontolku keluar masuk mulutnya yang mengulum perlahan-lahan sementara aku hanya bisa mengerang dan menikmati sentuhan tangan rio didadaku. Sakit yang kurasa tadi di lutut kiriku sudah tak terasa. Yang ada hanya gairah mendalam dari dalam diriku menikmati permainan yang dimainkan oleh teman baikku.

Akhirnya Rio berhenti sesaat dan berdiri di depan wajahku sambil memainkan kontolnya yang diarahkan ke mulutku. aku sudah tau maksudnya, dan tanpa perintah aku langsung menghisap dengan cepat kontolnya kedalam mulutku, tak terasa kontolnya mulai membesar dan rio mengerang dengan nikmatnya.

Ia terus memasukkan lebih dalam lagi ” anunya ” kedalam mulutku. Sambil berkata , ” Oh…….ya…

Oh..teruskan Bondan,….lagi oh !! ‘ Aku semakin bersemangat mengisap kepala kontolnya yang memerah itu.

“Ah………ah……gue nggak tahan lagi…Bon!” seketika itu air maninya meluncur keluar dari ” anunya ” yang besar ke seluruh bibirku dan terus mengalir ke leher dan dadaku. Aku terus saja menghisap air maninya yang mengucur deras.

Setelah selesai aku mulai mengocok kontolku yang udah tegang sejak tadi sekuat-kuatnya dengan tanganku. Tapi Rio menghentikannya,

“Bon,……sebaiknya loe jangan lakukan itu “. katanya.

“Kenapa ?? ” tanyaku heran.

“Gue pengen loe masukin kontolku kedalam anusku.” jawabnya lagi.

“Tapi Rio…….gue belon pernah buat seperti itu !” kataku.

“ntar,..gue bantu loe asal loe jangan keluarin kontolku sebelon gue suruh ! ” seru Rio. Dengan bantuan tangannya aku mulai masukin kontolku kedalam lubang anusnya dengan sekali gerakan. Sebagian kontolku udah masuk, dan gue menambah doronganku lebih dalam lagi sehingga sekarang gue udah masukkan kontol gue seluruhnya. Rio hanya bisa mendesah, ” oh….ya Bon !”

Terus aku mulai melakukan gerakan memasukkan dan mengeluarkan kontolku dalam anusnya Rio.

Badannya telentang ditanah, wajahnya menatapku dengan penuh gairah sementara Kakinya kupegang keatasdfan kutaruh di pundakku. Pantatnya yang montok membuta gerakan kontolku semakin membuatku semakin merasakan kenikmatan luar biasa.

Aku hanya mengerang, ” ah……sh….ternyata enak juga pantat loe RIo….! ”

“Yes….ya…..oh…teruskan Bon! ”

“Please …lebih dalam lagi !” katanya.

Aku terus menambah kecepatanya dan lebih dalam lagi aku masukin kontolku kelubang anusnya.

“Ayo…..bon cepat….ah….cepat lagi ! ” kata Rio.

“Ah…..ya….ah…oh… ya ! jawabku.

“Oh….bon loe adalah temanku yang paling baik !

Kata Rio.

Sambil mengocok ” anunya ” rio mulai mendorong pantatnya kekontolku sehingga menambah nikmatnya gerakanku memasukkan kontolku yang semakin besar ukurannya. Kemudian aku mulai merebahkan badanku ke dadanya Rio dan mulai mencium lehernya. Lalu aku mencium bibirnya yang mengerang keenakkan sehingga membungkam desahan gairah erotisnya. Yang terdengar hanya suara kecupan bibir yag beradu ditambah dengan gerakan badanku naik turun diatas pantat Rio. Gerakanku semakin cepat…..dan cepat !

Aku kemudian berseru., ” aoh…rio gue nggak sanggup lagi oh….!”

“Yah……ya…oh..ayo bon,.. keluarkan air manimu kedalam anusku ! ” katanya.

“Oh….rio ya….AAAAAHHH !! akhirnya seketika pula air maniku meluncur kedalam lubang anusnya Rio. aku terjatuh dalam pelukannya Rio. Tiba-tiba kurasakan carian yang menyemprot ke dadaku. ternyat Rio mengeluarkan air maninya yang kedua sehingga menyemprot ke dada ku juga mengalir ke pantatnya. Sesaat kemudian Rio menciumku dengan mesra dan berkata, ” Makasih, bon ….loe emang temen abik gue !”

“Gue juga seneng banget bisa lakukan ini bareng loe Rio ! ” jawabku.

Akhirnya kami mulai berkemas untuk kembali ke perkemahan. Kami pulang dengan bergandengan tangan dann sebelum sampai ke tempat perkemahan Rio sempat meciumku dankembali melakukan aksi sex kami seperti tadi. tetapi kali ini Dia yang memasukkan kontolnya kedalam anusku.

Itulah kisahku dengan sahabat bahkan teman baikku yang bernama RIO. Namun ketika Kami lulus SMU, ia harus belajar ke luar negeri. Dan Aku hanya mengigat masa-masa yang sudah aku lewati bersama teman baikku Rio. Kami sering beremail dan sering bercerita bersama. Tetapi aku nggak bisa melupakan kejadian yang mempererat persahabatan kami.TO MY VERY BEST FRIEND WHERE EVVER YOU ARE!

P.S.:

Well siapa aja yang pengen komentar atas cerita ini harap email ke gue di ” crabman19@mailcity.com

atau pengen exchange experience silakan.