NGESEKS????….MUDAH AJA….

Bagi sementara orang, untuk ngeseks itu sulit…tapi gak tuh untuk aku…Untuk nyari kontol untuk diemut sih gampang banget… Yang sulit di dunia hombreng begini adalah nyari hati yang setia…itu sulit cing..!!! Aku kenal anak itu sebagai loper koran yang biasa mengantar koran ke tempatku tiap hari. Namanya Parman, anak desa, wajahnya cakep sih, apalagi kalau tersenyum nampak cute banget. Rambutnya dipotong pendek kayak mirip army gitu….ditunjang dengan tubuhnya yang emang kekar jadi deh kayak perwira-perwira gitu. Usianya masih brondong, masih 18 tahun, dia baru aja lulus dari madrasah, dan gak ada duit untuk nerusin ke perguruan tinggi. Terkadang sembari mengantar koran dia main ke rumahku. Sering pula dia minta air minum karena seharian jalan mengantar koran ke pelanggannya. Nah karena lagi gatel nih kontol, maka kugunakan kesempatan itu untuk merayu dia, apalagi rumah dalam keadaan kosong. Ortu lagi pergi ke luar kota, pulang paling sore hari, sementara saudaraku berada di rumah yang lain. “Man, bawa tabloid esek-esek gak hari ini?” tanyaku. “ Ada nih kak, mau yang mana?” Parman balas bertanya. “ Coba aku lihat “ jawabku sambil menerima tabloid yang isinya paling hanya berita kriminal dan esek-esek doang. Kisah pemerkosaan pembantu rumah tangga oleh majikannya, pembunuhan tukang ojek…wah gak begitu minat aku…sampai aku melihat berita ini…Seorang guru menyodomi 7 orang muridnya… “ Wah..ini guru doyan kontol rupanya…!” komentarku. Parman jadi ikutan melihat berita yang kubaca. “ Emang apa sih kak?” tanyanya. “ Ini.. ada guru..cowok..menyodomi murid-murid cowoknya..sampai 7 orang lagi..!” Parman nampak ingin berkomentar..tapi bingung mo komentar apa.. “ Kamu ngerti gak Man?..Sodomi?” “ Ya ngerti dikit-dikit..” “ Coba apa kalo ngerti?” tantangku. “ Ya..gituan antara cowok sama cowok !” katanya polos. “ Gituan gimana?” kejarku. “ Ng..ya gitu..ngelakuin seks..antara cowok ama cowok “ jawab Parman, kebingungan menjelaskan kepadaku. Aku hanya nyengir aja…dasar masih polos nih anak… “ Masa bisa ngelakuin seks cowok ama cowok?” tanyaku, “ Gimana caranya dong?” pancingku. “ Ya..dikocok kontolnya..dua-duanya gitu..” jawab Parman. Kulihat wajahnya memerah, malu mungkin. Aku jadi geli, “ Kamu emang pernah dikocok?” “ Gak pernah “ “ Kalo ngocok sendiri?” pancingku. Parman nyengir, “ Ya pernah sih.” “ Sering?” kejarku. Parman tambah kikuk, “ Kadang-kadang…” “ Gede gak kontolmu?” tanyaku semakin berani. Parman jadi malu dan tidak bisa menjawab. “ Kalo sering dikocok, kontol jadi gede lho Man. Apalagi cowok yang masih imut kayak kamu gini, kontolmu bisa sampai 20 senti kalo sering dikocok. Malah kalo ada yang mau ngisap tuh kontol sampai ke mani kamu…wah ukuran kamu pasti syuur deh..” Parman jadi tertarik mendengar celotehanku. “ Masa sih kak?” Aku mengangguk. “ Aku gak bohong kok, itu yang diberitakan di koran-koran dan juga di buku pengetahuan kedokteran.” Aku makin aja ngelantur, asyik juga membuat brondong muda dan ganteng kayak Parman ini terbengong-bengong. “ Emang itu beneran?” tanyanya lagi. “ Kamu mau bukti?” tantangku. “ Ng…emang ada buktinya?” tanya Parman. Aku tersenyum dan melorotkan celana kolorku sehingga kontolku yang setengah tegang langsung nongol di hadapannya. Memang kontolku ini termasuk ukuran yang big size, tidak sampai 20 cm seperti yang kuomongkan tapi 17 cm dan itu sudah membuat Parman melotot takjub. “ Gede banget ya..!!” serunya. “ Aku gak bohong kan..!” kataku dengan bangga. Senang juga melihat Parman melotot melihat kontolku yang telah menjadi tegang sepenuhnya. Begitu panjang dan besar. Aku sendiri suka dengan kontolku ini dan selalu aku mainkan setiap ada kesempatan. “ Mau megang gak?” aku menawarkan pada Parman. Antara ragu dan ingin, Parman jadi serba kikuk. Daripada kelamaan, aku mengambil langkah reaktif. Kupegang tangannya dan kuletakkan ke kontolku yang ngaceng ini. Parman mulai berani. Dia meremas-remas batang kontolku yang serta merta membuat aku menggeliat nikmat. “ Kocokin gih..” kataku. Parman tanpa dikomando kedua kali segera mengocok kontolku naik turun. Dia nampak menikmati juga permainan ini. Kontolku yang besar dan panjang ini membuat ia minat banget. Hal ini tidak kusia-siakan. Tanganku segera meraih kontolnya yang masih ada di dalam celananya. Tegang juga tuh kontol! Parman menggelinjang juga ketika aku meremas kontolnya. “ Buka aja celanamu Man,” kataku. Parman menurut saja apa yang kuperintahkan. Segera saja aku melihat kontol anak muda yang ganteng ini. Tegang dan lumayan juga ukurannya, walau tidak sebanding dengan milikku, tapi aku suka banget dengan kontol ini, nampak bersih, disunat. Dengan nafsu kuremas kontolnya dan mulai kukocok dari pelan sampai cepat. Precumnya mulai menetes melumasi kepala kontolnya. Begitu juga dengan kontolku yang telah basah oleh precum. “Copot saja pakaiannya Man.” Tanpa berkata apapun Parman kembali menuruti omonganku. Aku sendiri juga melucuti pakaianku, sehingga kami berdua seperti orok baru lahir, bugil total berdua. Aku makin bernafsu melihat tubuh Parman yang nampak kekar dengan dada yang bidang, pectoral yang menonjol sungguh membuat aku nafsu banget. Perutnya six pack, betul-betul anatomi lelaki yang sempurna. Aku benar-benar sudah tidak dapat menahan nafsu birahiku lagi. Kubimbing Parman ke sofa ruang tamu dan kurebahkan di sana. Parman hanya menurut, sungguh aku semakin senang dengan sikapnya ini. Setelah ia telentang di sofaku yang lumayan besarnya, segera batang kontolnya kujilati. Parman menggeliat ketika lidahku beradu dengan kepala kontolnya yang licin oleh precum itu. “ Enak Man?” tanyaku sembari menyelomoti kontolnya. Parman mengangguk sambil tersenyum, “He-eh…enak.” Aku semakin suka dengan anak ini. Kontolnya semakin kuat kukenyot dan kumasukkan ke dalam mulutnya sedalam-dalamnya hingga Parman mendesah menahan nikmat yang berkepanjangan. “Oooohhh…aaahhggg…masss…!!!” desis Parman sembari berkelojotan menahan nikmat karena rangsangan di kontolnya. Semakin aku mendengar desahan nikmat itu, aku semakin ganas dalam melumat kontolnya. Di ruang tamu itu terdengar jelas bunyi kenyotanku pada batang kontol Parman, ditambah rintihan nikmat dari anak muda ini. Parman mendesah-desah terus seakan habis melahap makanan dari Padang yang pedas dan panas… “ Aaaah…mas…aouhhh…aaaahh……” Batang kontol segar itu kukocok sembari kuhisap dan kutahu pasti anak muda ini tidak akan mampu menahan lama-lama air maninya…. Parman semakin kuat menggeliat, tubuhnya meliuk-liuk keenakan…Nikmatnya persetubuhan antara cowok dengan cowok benar-benar diresapi olehnya. “Aaaaggghh…!” jerit Parman ketika bendungan maninya jebol juga… Tanpa sadar ia memegang kepalaku dan tubuhnya menegang hingga hampir mencapai posisi duduk ketika air maninya menyembur berulang kali di dalam mulutku dengan derasnya. Crrooottt..croottthh… Mulutku segera penuh dengan air peju yang terasa gurih…asin..tapi nikmat… Batang kontol itu masih tetap dalam genggamanku dan mulutku masih dengan giat menyelomoti batang kontol Parman. “Aahh..ampun mas…aduh…sudah..ahhhh…mas…sudah…,” desis Parman ketika batang kontolnya tetap saja kuhisap. Memang bagi yang tidak biasa, batang kontol yang telah menyemburkan air mani pasti terasa geli sekali bila dihisap. Aku mulai menurunkan aktifitas hisapanku sehingga Parman mulai terasa rileks, tapi batang kontol itu masih tetap dalam mulutku dan tetap kuaduk dengan pelan oleh lidahku. Dasar anak muda yang kuat birahi, walau telah menyemburkan air mani yang begitu banyak, batang kontolnya tetap tegak berdiri dan seakan-akan siap untuk menyemburkan lagi air kenikmatan kedua kalinya. “Gantian dong Man, hisap kontolku kayak aku tadi.” kataku sembari mengambil posisi dihadapannya. Kontolku kusorongkan ke wajahnya. Mulanya Parman agak ragu tapi dia mulai mencoba juga. Batang kontolku mulai masuk di mulutnya dan kurasakan hisapan demi hisapan pada urat keperkasaanku itu. “Terus Man…yah..gitu..yang kuat hisapnya…yah…yah..terus..terus…,” desisku memberi semangat pada Parman dalam menghisap kontolku. Parman nampaknya mulai menyukai permainan seks di antara kami ini. Kontolku mulai dihisapnya dengan hisapan yang kuat sehingga aku mendapatkan sensasi yang luar biasa nikmatnya dan tanpa kusanggup menahan desahan demi desahan…nikmat banget… Sambil menghisap Parman kusuruh meloco batang kontolku ini dan dituruti perintahku ini dan kembali aku menjerit nikmat…dan nikmat… Mulutku tiada hentinya mendesis-desis nikmat seperti yang terjadi pada Parman tadi. Sungguh nikmat bersenggama dengan cowok ganteng ini. Dan aku tidak ingin menyia-nyiakan batang kontolnya yang menganggur itu. Sebelum aku menyemburkan maniku ke mulut anak muda ini, aku ingin merasakan kembali sensasi batang kontolnya.. “ Man, kita main 69 aja,” kataku. Parman yang tidak mengerti maksudku hanya menurut saja ketika aku mengatur posisiku di atas tubuhnya. Batang kontolku segera kubenamkan ke mulutnya yang dengan segera menghisap dengan hisapan yang kuat. Aku menggigit bibirku menahan rasa nikmat itu dan segera kuraih batang kontol yang ada dihadapanku dan segera kuhisap kontol itu. Kontol Parman yang sedari tadi masih tegak itu kuhisap sembari kuloco habis-habisan. Air ludahku membuat batang kontol itu semakin lancar dalam setiap kocokanku. Tubuh Parman kembali menggeliat bagai cacing kena bara. Namun anak ini nampaknya benar-benar telah mengerti bagaimana caranya bersetubuh dengan sesama jenisnya. Batang kontolku sembari dihisap juga dikocok olehnya. Sekarang aku yang berkelojotan nikmat dengan hal ini. Nikmat..nikmat..dan nikmat rasanya. Batang kontolku mulai berdenyut-denyut…ahhh…maniku terasa sudah mulai ingin menerobos keluar…ohhh..nikmatnya….namun aku tidak ingin keluar begitu saja sementara batang kontol dihadapanku ini masih tetap tegar. Semampuku, dengan pengalamanku selama ini, batang kontol Parman kukocok dengan cepat dan lidahku memainkan kedua bolanya. Parman yang tidak menduga tindakanku ini sampai menjerit… “Aduh..ampun mas…enak banget…oouuhhh…enak…” Aku tidak menghentikan sama sekali kocokanku malah semakin kupercepat…dan benar saja batang kontol Parman mulai terasa berdenyut-denyut dengan kerasnya. “Man..kita keluarin bersama-sama…kocok dan hisap kontolku Man..!” Parman menuruti apa yang kukatakan. Batang kontolku kembali dilumat, dihisap dan dikocok habis-habisan… Kali ini aku benar-benar tidak dapat menahan lagi air maniku. Aku begitu terangsang habis oleh anak ini, tubuhnya yang indah dan sempurna, ditambah hisapan dan kocokannya pada batang kontolku…ohh…Man…nikmatnya menyetubuhimu… “ Aaaahhhh…Man…keluarrrr…..aaaaggg “ aku mengerang kenikmatan….dan aku tidak dapat lagi mengerang ketika batang kontol Parman menyemburkan air maninya dengan deras memenuhi rongga mulutku. Tubuhku dan tubuh Parman sama-sama berkelojotan bagai belut kena api, kami menggelepar-gelepar dalam kenikmatan yang panjang. Maniku tertumpah habis di mulut Parman sedangkan mani Parman yang memenuhi mulutku segera kuteguk…begitu segar.. Setelah badai kenikmatan itu mereda, aku mencabut batang kontolku dari mulut Parman dan mengambil posisi saling berhadapan. Kutindih tubuhnya yang kekar itu, kutatap wajahnya. Aku tersenyum… Parman balas tersenyum padaku. Aku menunduk dan mencium bibirnya. Parman membalasnya. Selama beberapa menit kami saling berciuman, saling melumat menghabiskan sisa-sisa birahi dalam diri. Kupeluk tubuhnya yang kekar dan bibirku menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya, puting susunya yang merah kecoklatan kuhisap dan kumainkan dengan ujung lidahku. Parman mendesah dan menggelinjang. “Kamu suka Man?” pertanyaan yang tidak perlu jawaban sebenarnya. Karena siapapun setelah mengalami persetubuhan yang demikian nikmat, malah sampai menyemburkan mani hingga dua kali pasti akan suka dan pasti ingin mengulangi lagi. Parman mengangguk, “ Iya mas..aku suka..mas pinter banget…” “Kamu mau lagi gak besok kita beginian lagi?” Parman tersenyum dan mengangguk. Tidak perlu kuajari lagi…sejak itu Parman siap menghadapi setiap serangan pada kontolnya dan membalas pada kontolku dengan sama ganasnya. Aku suka anak muda ini, semangat birahinya yang berkobar mampu mengimbangi dengan nafsuku yang selalu bergolak.