Hari sabtu seperti biasa pulang sekolah aku langsung pergi ke tempat les bahasa jerman aku dan baru jam empat sore aku tiba dirumahku. dan diruang tamu aku mendapati sepupuku Erwin sedang nonton siaran HBO. Erwin is my hot cousin. dia tiga tahun lebih tua dariku dan tubuhnya tinggi 178cm dan berat yang ideal dan dia adalah anggota tim voli dikampusnya. orang tua Erwin tinggal di Romania dan sepupuku itu memilih tinggal di Indonesia untuk menyelesaikan kuliahnya. dan jadinya sekarang dia tinggal bersama keluargaku yang mama Erwin adalah kakak dari papaku. sudah lama aku tertarik dengan Erwin, wajahnya tampan dan dia memakai kacamata dan membuatnya tampak lebih menarik.

“kok tumben udah pulang win? ngak latihan lagi?” tanyaku setelah menaruh tas dan berganti pakaian.

“Ngak. banyak yang ngak bisa dateng gara-gara banjir,” jawabnya sambil bergeser mempersilakan aku duduk disebelahnya.

“Lagi nonton pelem apa lo?” tanyaku.

“Ngak tau nih, gue ngak ngerti jalan ceritanya. ngomong mulu dari tadi,” katanya dengan muka bete.

“Ya udah, main counter strike ajah yu,” ajakku.

“Dari tadi gue mau maen itu, tapi kamar lu di kunci yang terpaksa gue nonton teve,” katanya.

kami lalu menuju ke kamarku untuk bermain counter strike yang komputernya aku letakan didalam kamarku.

Erwin sangat jago dalam memainkan game itu. beda denganku yang lebih banyak kalahnya. selama Erwin memainkan game itu aku terus mencuri pandang kepadanya. saat itu dia memakai kemeja dengan tiga kancing atasnya dibuka dan celana basketnya. aku bisa melihat dadanya yang berbulu halus dan ini membuatku tak dapat menahan gairahku dan kontolku yang tadinya lemas kini mulai bereaksi.

“Kenapa de, ngeliatin gue terus? ada yang salah sama gue?” tanya Erwin yang merasa terus diperhatikan sama aku.

“Ngak. gue cuman heran, cowok sekeren lu belom pernah gue liat pacaran?” kataku agak bingung.

“Males de, kalo pacaran kan musih banyak modal. gue sendiri hemat-hematan entar kalo pacaran gue musti bayarin cewek gue ini itu. males gue. lagian menurut lo gue keren?” tanya Erwin sambil nyengir jail.

“emang lo ngak merasa ya?”

“Gue merasa biasa ajah,” jawab Erwin.

“menurut gue lo keren dan pasti kalo orang keren barangnya juga keren,” kataku dengan upaya memancing dia untuk memperlihatkan kontolnya.

“Emang lo udah pernah liat kontol gue?” tanya Erwin dan nadanya aku tau kalo dia agak heran.

“belom pernah, tapi kalo lo mau kasih liat gue segh oke oke ajah,” kataku dengan tenang padahal dalam hatiku berharap dia langsung berdiri dan menurunkan celananya.

“kalo gue kasih liat, lo mau apain kontol gue?” tanya Erwin lagi dan kini ada nada nakal dan jail dalam suaranya.

“apapun yang lo suka pasti gue lakuin,” kataku.

Erwin lalu langsung berdiri dan tanpa bicara lagi langsung melepaskan celana basketnya dan masih memakai celana dalam warna putih naik ke ranjang dan berbaring terlentang.

“sekarang gue mau lo isepin kontol gue sampe nganceng dan kalo udah nganceng lo harus mau gue entot,” kata Erwin nyengir.

aku ngak ngomong apa-apa lagi langsung naik keranjang, ngelepasin cd Erwin dan langsung mengulum kontolnya yang mulai nganceng itu. kontol Erwin tidak terlalu besar. pas udah nganceng aku perkirakan kalo kontolnya panjangnya 15cm. tapi tetep ajah aku demen dan aku terus mengisapi kontol jantan itu. Erwin mendesah nikmat selama aku terus mengisapi kontolnya. kadang aku jilatin batang kontolnya dan aku kulum kepala kontolnya.

“mmm…enak de…..terus isep….aghh…yeah….loe pinter ya isep kontol…..mmmhh…..i like ur hot mouth…yeah,” Erwin terus mendesah sementara aku mulai bergerak naik dan aku melepaskan sisa kancing kemeja Erwin dan menyibakan kesamping. aku lalu berdiri diatasnya dan mulai melepaskan seluruh pakianku termasuk juga cd ku. lalu aku kembali dan mulai menjelajahi tubuh sepupuku. aku kembali mengulum kepala kontolnya dan lalu dengan lidahku aku mulai bergerak naik dan menjilati perutnya yang kencang dan dadanya yang bidang. dan akhirnya aku mengecup bibirnya dan kontol kami saling beradu.

“Sekarang gue rasa lo udah siap ngentotin gue. kontol lo udah nganceng banget,” kata gue pelan ditelinganya.

Erwin hanya mengangguk dan lalu aku mulai bangkit dan dengan pelan mulai memasukan kontol Erwin yang udah nganceng keras kedalam lobang pantatku. terus terang agak susah karena baru pertama kali ini aku dientot. tapi akhirnya setelah kepala kontolnya menerobos masuk aku dengan perlahan mulai menuruni kontol Erwin. rasanya sakit tapi setelah aku bergerak naik turun aku mulai melenguh keenakan.

“Yeah…enak win….kontol lo gede banget….” kataku nikmat. Erwin memejamkan matanya kenikmatan dan sambil bergerak turun naik aku menciumi bibir sepupuku itu.

setelah tiga puluh menit akhirnya aku merasakan kalau kontol Erwin mulai berdenyut dan diiringi dengan teriakan Erwin mengeluarkan air maninya. aku lalu terjatuh diatas tubuhnya dan menyandarkan kepalaku ke dadanya.

“Lo pinter ngisep ya de, mau ngak lo isepin kontol gue seharian ini,” kata Erwin pelan.

“entar ketauan mama sama papa gawat lo,” kataku.

“Tenang. mereka lagi ada acara di puncak ingat? besok sore baru pulang,” kata Erwin.

aku mengangkat kepalaku tersenyum dan lalu dengan pelan mulai kembali turun ke arah kontol Erwin yang sudah mulai mengeras lagi. dan aku kembali mengulum kontol Erwin sampai kali ini keluar daalam mulutku.

malam minggu ini akhirnya aku habiskan dengan memuluti kejantanan sepupuku itu, bahkan jika dia sedang main game dikamarku, aku selalu berlutut didepannya dengan kontolnya menyumbat mulutku.

dan semenjak saat itu aku dan Erwin selalu bercinta jika ada kesempatan. dan Erwin juga tambah jauh lagi dalam urusan cewek.

kami terus melakukan sex sampai akhirnya Erwin married di usianya yang 28tahun. aku agak kehilangan tapi sebagai gantinya aku mendapatkan cowok bule yang ganteng dan oke banget. tapi pengalaman ku dengan sepupuku adalah yang terbaik dan dia lah yang pertama kali memasukan kontolnya kedalamku.

oh Erwin, you’re my studly cousin dan my studly lover.

kalo ada yang mau kenal silakan e-mail ke disk81@yahoo.com atau spirits_97@yahoo.com